Saatnya HATI NURANI bicara


Grameen Bank: Bank Ramah Perempuan Miskin
August 4, 2008, 10:36 pm
Filed under: artikel | Tags: , , , ,

Ada pepatah mengatakan bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu. Tapi ibu yang bagaimana ? Ibu yang telah diberdayakan, pasti memberikan segala-galanya bagi anak-anaknya. Termasuk bagi perempuan miskin sekalipun, mereka ingin membahagiakan keluarganya terkadang kalau perlu jalan apapun ditempuh; termasuk menjadi obyek exploitasi dan komoditi luar negeri sebagai TKW. Tetapi bila perempuan miskin di beri kesempatan dan berdayakan, mereka akan mendidik anak-anaknya menjadi generasi Indonesia yang berkualitas dan tahan banting. Siapa mau mengikuti jejak Muhammad Yunus yang memperlakukan perempuan miskin sebagai subyek? Muhammadx Yunus tidak menunggu semua menjadi sempurna, tidak juga menunggu KUR tersedia di semua desa tempat orang miskin tinggal. Ia mulai dengan dirinya sendiri, yang pada akhirnya justru mendirikan bank yang melayani kebutuhan perempuan miskin.(RA)

Republika - Relevansi Muhammad Yunus untuk Indonesia (Bawono Kumoro)
Analis Sosial Politik pada Laboratorium Politik Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Untuk kedua kali Indonesia menerima kunjungan Muhammad Yunus, seorang ekonom asal Bangladesh penerima Nobel Perdamaian tahun 2006. Kali ini Muhammad Yunus datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri The Asia-Pacific Regional Microcredit Summit 2008 di Nusa Dua, Bali. Pada kesempatan itu Muhammad Yunus juga melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono guna membicarakan seputar perkembangan kredit mikro di Bangladesh dan Indonesia.

Pada 2006 lalu dia dianugerahi Nobel Perdamaian karena dinilai berhasil dalam meningkatkan status sosial dan ekonomi kaum miskin di Bangladesh melalui Grameen Bank yang didirikannya. Sejak saat itu nama Muhammad Yunus menjadi pembicaraan luas dunia internasional. Sejatinya bangsa Indonesia dapat menjadikan kunjungan Muhammad Yunus kali ini sebagai momentum untuk mulai merintis jalan bagi pengentasan perempuan dari kemiskinan melalui partisipasi dalam kegiatan-kegiatan ekonomi produktif karena sesungguhnya ada keterkaitan erat antara kemiskinan dan ketidaksetaraan gender. Keterkaitan antara kedua hal itu telah dibuktikan secara empiris oleh Muhammad Yunus. (more…)