Saatnya HATI NURANI bicara


Indonesia Belum Merdeka dari Kemiskinan
August 15, 2008, 1:38 am
Filed under: Uncategorized | Tags: , , , ,

Kemiskinan memang harus dilihat secara holistik. Bisa disebabkan karena struktural, minimnya sarana insfrastruktur, kesalahan fokus kebijakan yang tidak pro rakyat. Selayaknya kemudahan diberikan kepada UMKM untuk mendorong rakyat memenuhi penghasilan minimum sebesar UMR, terutama di sektor pertanian dan kelautan dimana sebagian besar penduduk Indonesia bergantung karenanya. Kebijakan dan kemudahan industri akhirnya hanya mendorong mengalirnya tenaga kerja unskilled ke kota dan membuat desa tidak diberdayakan. Dengan otonomi daerah selayaknya masing-masing pemerintah daerah memperhatikan potensi yang ada. Jumlah penduduk yang masih menganggur dan memiliki penghasilan dibawah UMR harus dipasang sebagai tolok ukur keberhasilan pemerintah setempat. Itu bisa terjadi kalau pihak legislatif, eksekutif dan yudikatif memainkan fungsinya sesuai aturan mainnya. Kalau tidak, sampai kapanpun kita akan sulit keluar dari lingkaran kemiskinan.(RA)

SUARA PEMBARUAN DAILY [JAKARTA] Republik Indonesia, hingga menginjak usia 63 tahun kemerdekaan, ternyata masih belum merdeka dari kemiskinan. Banyaknya jumlah orang miskin, meskipun diklaim oleh pemerintah menurun, tetap merepresentasikan kegagalan pemerintahan dari tahun ke tahun, untuk menyusun kebijakan yang secara nyata diarahkan untuk menopang kehidupan kelompok miskin.

Akibatnya, target-target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2009 dipastikan meleset, terutama menyangkut penurunan jumlah pengangguran dan kemiskinan. Demikian rangkuman pandangan sejumlah ekonom, di antaranya Ikhsan Modjo dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Pande Radja Silalahi (Centre for Strategic and International Studies/CSIS) , Hendri Saparini (Econit), Darwin Syamsulbahri (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI) , Didik J Rachbini (anggota DPR), dan Hamid Paddu (Universitas Hasanuddin Makassar), Rabu (13/8 ) dan Kamis (14/8 ).

Menurut Ikhsan, beberapa sasaran yang perlu dikhawatirkan, adalah penurunan angka pengangguran dan kemiskinan. Dalam RPJM, pengangguran ditargetkan 5,1 persen dari jumlah penduduk pada 2009. Kenyataannya, hingga Maret 2008, pengangguran masih di kisaran 8,46 persen.
Senada dengan itu, Pande Radja Silalahi mengungkapkan, penyerapan tenaga kerja periode 2005-Maret 2008 masih rendah. (more…)