Filed under: pendidikan | Tags: gratis, jembrana, miskin, sehat, sekolah
Di banyak negara maju sebagian besar memberikan pendidikan gratis bagi warga negaranya, bahkan yang memiliki PR (Permanent Resident) pun dapat mengirimkan anaknya ke berbagai sekolah negeri milik pemerintah. Gratis termasuk sampai buku-buku bahkan ada bis sekolahnya segala. Di Jerman, beberapa universitas negeri bahkan memberi kesempatan pada orang asing ikut kuliah disana, gratis tanpa ikatan apa-apa. Tinggal menanggung biaya hidup dan asuransi selama bersekolah disana. Tentunya semua ada biayanya selain infrastruktur juga untuk operasional sekolahnya. Bagaimana mereka bisa melakukannya? Semua bisa dilakukan karena para warga negara melakukan kewajibannya dalam membayar pajak. Pajak penghasilan diluar negeri memang tinggi, apa saja bisa kena pajak. Tapi akhirnya manfaatnya kembali kepada warganegara. Jaminan sosial (Social Security) sangat tinggi disana, selain pendidikan bagi anak-anak, juga ada santunan bagi mereka yang tidak punya pekerjaan, baik karena PHK atau karena sakit. Fasilitas untuk para lansia dan orang cacad juga maksimal karena menjadi tanggungan negara. Kembali ke masalah pendidikan di Indonesia, seharusnya dengan anggaran 20% dari APBN (224 T), begitu banyak hal bisa dilakukan oleh pemerintah.Apalagi kalau setiap warga negara Indonesia melakukan kewajibannya membayar pajak, wah lebih heboh. Tantangannya: bagaimana dengan realisasi pelaksanaannya?
Menanggapi pertanyaan mbak Ayuliana mengenai kemungkinan sekolah gratis, sebenarnya ya tidak gratis dalam arti tidak butuh uang dalam penyelenggaraannya. Tapi mungkin yang dimaksud adalah orang tua murid (rakyat) tidak dibebani lagi dengan berbagai uang dan pungutan untuk kebutuhan sekolah anak. Paling tidak sekolah-sekolah negeri yang dikelola pemerintah bisa memberikan jasa pendidikan terbaik bagi rakyatnya. Hal ini telah dibuktikan oleh Pemda Kabupaten Jembrana seperti yang disampaikan Prof Dr drg I Gede Winasa dalam wawancara yang dilakukan mas Dimas Nugroho. Jembrana ini termasuk kabupaten miskin di provinsi Bali, APBD nya terendah karena tidak memiliki obyek pariwisata. Tapi dengan APBD terendah, mereka mampu memberikan yang terbaik bagi penduduknya. Gak cuma biaya pendidikan, buku paket, makan minum anak dan bis sekolah juga internet gratis di sekolah .. halaaah… ngiri deeeh… Ngomong-ngomong kalau mau bikin KTP baru di Jembrana nantinya bayar sekitar 1-2 juta an, kenapa? soalnya selain pendidikan, fasilitas kesehatan juga menjadi hak rakyat Jembrana… hiks… ngiri gak?
Sekarang ini kunjungan paling banyak di kabupaten Jembrana bukan kunjungan wisata, tapi studi banding yang dilakukan banyak pemda dari berbagai pelosok Indonesia. Semoga kesuksesan Jembrana menular ke wilayah lainnya di Indonesia.
Di saat kehidupan serba mahal seperti sekarang, ibu-ibu berpikir keras untuk bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Kalaupun tidak bisa mendapat extra beberapa ratus ribu sebulan dari usaha sampingan, berusaha berbagai cara penghematan dilakukan. Salah satunya adalah memperketat pemakaian HP. Silahkan hitung berapa banyak dihabiskan bagi biaya pulsa untuk diri sendiri, suami dan bahkan anak-anak. Maka tidak heran sering saya jumpai para ibu berganti HP dan SIM card agar bisa memanfaatkan perang discon antar provider. Lumayan juga lho penghematannya. Harga HP sudah murces, jadi ada yang punya 2-3 SIM card untuk kebutuhan berbeda-beda.
Diam-diam ada sisi pendapatan lain yang bisa didapat dengan sedikit perubahan paradigma. Dirjen Pajak sedang gencar nya memanjakan mereka para karyawan berpenghasilan agar memiliki NPWP. Berbagai kemudahan akan diterima bagi karyawan berNPWP, diantaranya akan ada bebas fiskal ke Luar Negeri untuk sekeluarga termasuk anak-anak dibawah 21 tahun. Naah… bisa dihitung penghematannya kan kalau 5 orang anggota keluarga mau umroh atau liburan ke luar negri, menghemat 5 juta sendiri deh.
Selain itu ada ‘penghasilan tambahan’ yang diterima karyawan ber NPWP dibandingkan dengan karyawan yang TIDAK berNPWP. Walaupun setiap bulan dipotong pajak penghasilan oleh perusahaan, mereka yang ber NPWP, mendapatkan ‘extra income’ yang lumayan juga lho. Mau tahu besarnya berapa? Berikut saya sertakan simulasi-pph21 bagi karyawan berNPWP. Maaf format yang bisa diupload PDF jadi perlu print, cut and paste lagi. Tapi yang ingin hitung2 sendiri silahkan japri ke saya untuk saya email format XL nya. Thanks buat mbak Ria Hutabarat yang telah membagikannya buat kita-kita nih. Mari ajak suami ber NPWP sebagai tanda kita juga bertanggungjawab bagi negeri tercinta. Dengan punya NPWP malah ada tambahan pemasukan lagi. Oh ya sebelum ke luar negeri, jangan lupa laporan SPPT nya dibereskan karena itu syarat untuk mendapatkan bebas fiskal.











