Saatnya HATI NURANI bicara


Moto Picek Kuping Budeg…
December 30, 2008, 10:44 pm
Filed under: sosial masyarakat | Tags: , , ,

Moto picek, kuping budeg, pikiran peteng, weteng wareg...(Bahasa Jawa yang artinya: mata buta, telinga tuli, pikiran gelap, perut kenyang) Kalimat inilah yang paling sering saya dengar saat berkunjung ke desa-desa sekitar Ungaran Barat. Sambil menyeruput kopi hangat menjelang tengah malam, maklum kami harus menunggu kaum bapak selesai pengajian sebelum bersilaturahmi, kami ngobrol ringan sambil memperkenalkan diri. Dan begitulah kesan mereka terhadap para wakil rakyat yang sebelumnya mereka percayakan bisa membawa aspirasinya.  Sampun kesupen bu ! Sudah pada lupa dengan kami katanya.  Nyuwun pangapunten, kulo mboten saget kromo, lha sampun kintir dateng segoro :D pc2200331

Pengalaman masa lalu membangun relasi sungguh sangat membawa arti di kelompok  akar rumput. Rupanya para caleg yang gambarnya terpampang sepanjang jalan tidak membawa arti sama sekali dibandingkan mereka yang tidak ada gambarnya di jalanan tapi pernah berjumpa satu-dua kali. Lha yang pernah jumpa saja belum tentu dipilih kembali, apalagi yang cuma melihat gambarnya di jalan ataupun di kaos T shirt yang dibagikan. Sungguh suatu pemborosan yang luar biasa. Apakah begitu mudahnya mendapatkan suara dengan hanya memasang baliho dan spanduk dimana-mana?

Kesempatan berjumpa para tokoh warga dan ulama seperti ini memberi pelajaran berharga bagi saya. Inilah pembelajaran politik yang sebenarnya. Para caleg harus bisa memposisikan dirinya, apakah mewakili pemerintah memahami latar belakang setiap keputusan politik. Memiliki kebiasaan mendengar dan mencoba memahami pola pandang mereka sambil membangun hubungan bukan hal mudah. Beberapa kali saya terpaksa menolak permintaan warga yang belum-belum sudah minta disediakan makan lengkap prasmanan dan uang transport.  Inilah hasil ‘pendidikan politik’ yang memanjakan rakyat dengan lembaran puluhan ribu. (more…)



Memandang Natal Dalam Perbedaan
December 28, 2008, 8:07 am
Filed under: artikel | Tags: , , ,

[WIKIMU] – Natal, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat, memiliki dua arti. Pertama artinya adalah kelahiran seseorang, sementara arti kedua adalah kelahiran Isa Almasih (Yesus Kristus). Hari Natal dalam kamus yang baru terbit 23 Desember 2008 kemarin itu, berarti hari raya untuk memperingati kelahiran Isa Almasih (tanggal 25 Desember).

Beberapa tahun terakhir ini ada beberapa teman yang tidak lagi mengucapkan “Selamat Hari Natal” karena merasa menyampaikan pesan itu berarti ikut merayakan hari Natal. Karena itu saya sangat terkesan ketika membaca artikel Opini di harian the Jakarta Post, 24 Desember 2008, berjudul “Love for Jesus brings solidarity”. Penulisnya Ibrahim Hooper adalah Direktur Komunikasi Nasional dari Council on American- Islamic Relations (CAIR) yang berbasis di Washington.

Isi artikel ini sebenarnya tidak terlalu asing buat saya, dua puluh
tahun lalu hal ini sudah pernah saya dengar dari seorang rekan aktivis
HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dalam sebuah perbincangan di kampus.
Tetapi menjadi menarik karena Hooper membukanya dengan sebuah kutipan:
“Behold! The Angels said: ‘O Mary! God giveth thee glad tidings of a
Word from Him. His name will be Jesus Christ, the son of Mary, held in
honor in this world and the Hereafter and in (the company of) those
nearest to God.”

Kutipan tadi sengaja tidak saya terjemahkan karena memberikan kesan
lebih mendalam dalam bahasa Inggris. Membaca kutipan dalam bahasa
Inggris ini memang kita cenderung ingin mencarinya ke dalam Injil .
Tetapi, sang penulis menyarankan untuk tidak mencarinya di Injil,
melainkan di Qur’an Bab 3 ayat 45 (saya terjemahkan dari ‘verse 45 of
chapter 3 of the Koran’). (more…)



Putusan MK: Suara Terbanyak – Wajah Demokrasi Indonesia
December 27, 2008, 11:26 pm
Filed under: politik | Tags: , , , , ,

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi UU No 10 Tahun 2008 tentang pemilu. Dengan demikian penetapan anggota legislatif untuk Pemilu 2009 akan ditentukan dengan sistem suara terbanyak. [DETIKCOM]

Keputusan ini merupakan kado Natal terindah bagi para peserta Pemilu, khususnya para caleg ber nomor 2 dst. Hal ini langsung mematahkan pemeo tentang “Nomor jadi” yaitu nomor urut “1″. Disinyalir tidak terhitung kucuran dana dikeluarkan para caleg untuk mendapatkan no 1, yang tentunya tergantung dari mekanisme parpol setempat. Makin besar parpolnya wajar kalau setorannya juga besar.

Maka dengan keputusan MK ini, para caleg no 1 dalam DCT saat ini merupakan korban pertama yang paling keras menangis dan hanya bisa pasrah. Dengan demikian parpol yang terlanjur pasang harga untuk nomor ‘jadi’ pasti menuai protes para caleg ini. Ditambah lagi KPU pun langsung berjanji menjalankan keputusan MK ini. Sehingga tidak ada pilihan lain untuk para caleg no 1 tetap harus berjuang sama kerasnya dengan caleg lain untuk mendapatkan suara terbanyak.

Inilah wajah demokrasi Indonesia sesungguhnya, di tahun 2009 nanti rakyat mendapatkan wakilnya berdasarkan pilihan mereka, apakah mau pilih ‘kucing’ betina atau jantan, karungnya sudah pakai karung plastik tembus pandang. (more…)



Training Pertanian Organik Terpadu
December 26, 2008, 6:33 pm
Filed under: artikel | Tags: , ,

Saat mendapat email dari Nabire tentang panenan perdana padi pandan wangi dari para petani yang sempat dikirim ke KPTT Salatiga, bisa dibayangkan bahagianya mereka mendapat hasil yang jauh melimpah dibandingkan cara bertanam padi tradisional yang mereka lakukan selama ini. Siapa tahu ada kerabat yang juga ingin maju dan senang belajar dalam hal pertanian, silahkan memanfaatkan info dari KURSUS PERTANIAN TAMAN TANI – KPTT ini (RA)

Kami, KPTT,  satu-satunya training pertanian organik yang berbasis praktek dan berasrama untuk pendidikan karakter petani pengusaha.  Training pertanian organik diselenggarakan pada:

*Tanggal : 18 — 24 Januari 2009 dan 1 — 7  Februari 2009*

* Tempat : Wisma Wates, KPTT, Jl. Mayangsari 2, Salatiga 50701*

*Biaya : Rp 300,000,- per hari (konsumsi, penginapan, praktek langsung di lapangan, materi training dan sertifikat). *

Biaya pendaftaran ditransfer ke : 3125022201 atas nama Yayasan Taman Tani QQ KPTT Bank Panin Indonesia.
Pendaftaran bisa dilakukan dengan: fax (0298) 322788, e-mail
wartayasj@gmail. com

Materi yang didalami:
Mengembangkan Pertanian Organik Terpadu:
· Pengertian pertanian organik
· Kesuburan tanah dan tanaman
· Merancang pertanian organik
· Membuat bokashi
· Membuat pestisida organik
· Mengelola pertanian organik
· Peternakan
· Energi alternatif: energi biogas: memanfaatkan kotoran hewan
untuk energi gas untuk masak
· Budi daya jamur kuping
· Teknologi Tepat Guna: menaikkan air tanpa listrik (teknologi
hidram), kompor dengan bahan bakar briket dari sampah
· Pengolahan hasil panen secara organik
· Pengenalan soal gizi dari produk pertanian organik.

Salatiga, 21 Desember 2008
Y. Wartaya, SJ
Direktur



Renungan Natal: Dialog yang Mencerahkan
December 24, 2008, 2:21 pm
Filed under: artikel | Tags: , , ,

Suatu hari seorang guru mengajak murid-muridnya berjalan-jalan. Mereka sampai di lapangan. Di tempat itu, banyak anak sedang bermain.
Melihat anak-anak yang sedang bermain itu, seorang murid berkata, “Guru, lihat betapa anak-anak itu tampak senang.” Sang guru menjawab, “Ya, mereka kelihatan senang, tetapi sebenarnya mereka tidak bahagia.” Murid itu bertanya, “Yang guru maksudkan?” Sang guru menjawab, “Coba kamu kumpulkan keping-keping uang yang ada padamu. Lalu, lemparkan ke tengah mereka dan lihat apa yang terjadi.”

Mereka melakukannya. Anak-anak yang sedang ramai bermain itu meninggalkan permainan mereka, berebut uang, berteriak saling memaki, dan berkelahi. Sang guru berkata,
“Kamu mengerti?” Murid-murid itu mengangguk, paham.
Dialog pendek ini mencerahkan, para murid memahami perbedaan hakiki antara rasa senang dan bahagia.

Dialog

Hari-hari ini, umat Kristiani merayakan Natal, kelahiran Yesus. Salah satu nas — dari sekian banyak yang lain — yang menggambarkan kelahiran Yesus mengatakan, “Walaupun dalam rupa Allah… telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia” (Flp 2:6-7).
Ia menjadi sama dengan manusia agar dapat berdialog dengan manusia.
Dengan perantaraan Yesus, “Allah menyapa manusia sebagai sahabat (bdk Kel 33:11; Yoh 15:14-15) dan bergaul dengan mereka (bdk Bar 3:38).”

Melalui dialog itu, manusia dibawa kepada yang sejati, yang hakiki. Kisah-kisah di sekitar kelahiran Yesus kaya dialog, membawa orang kepada yang sejati dan hakiki. Dialog antara Gabriel dan Maria menuntun Maria kepada kesadaran bahwa dirinya hamba yang seutuhnya tersedia bagi rencana Allah (Luk 1:26-38). Dialog antara Maria dan Elisabeth membawa mereka kepada pengalaman akan kebahagiaan sejati (Luk 1:39-45).

Halaman-halaman Injil juga banyak mengisahkan berbagai dialog yang mencerahkan. Percakapan Yesus dengan Nikodemus (Yoh 3:1-21) — yang boleh disebut dialog iman — memuat pesan, penghayatan iman harus selalu diperbarui. Dialog Yesus dengan perempuan Samaria (Yoh 4:1-42) — yang boleh disebut dialog antarkebudayaan — membongkar pola berpikir eksklusif yang menimbulkan berbagai ketegangan. (more…)



Seminar Pajak di KBRI Singapura
December 23, 2008, 11:05 pm
Filed under: ekonomi, politik | Tags: , ,

Berikut videoklip dari seminar pajak yang diselenggarakan KBRI Singapura pada tanggal 21 November lalu. Semuanya ada 14 video, silahkan dipelajari semoga berguna bagi mereka yang berada di luar Indonesia. Nara sumber adalah petugas dari DirJen Pajak.

Selanjutnya tentang konsekwensi tidak punya NPWP per 1 Januari 2009 bisa dibaca di DETIKCOM.



Amir Membolos, DPR juga
December 21, 2008, 12:36 am
Filed under: politik | Tags: , ,

Minggu ini banyak ibu repot mengatur jadual pengambilan raport, terutama para ibu bekerja yang kantornya jauh dari sekolah anak. Lebih repot lagi kalau anaknya lebih dari satu dan bersekolah dilain tempat. Wah Jakarta tambah macet deh ! Ampyuuun… Saya tidak pernah menargetkan anak untuk masuk ranking, mengingat beban pelajaran mereka sudah cukup membuat stress. Walau akhirnya senang juga melihat hasil karya anak tercinta yang memenuhi SKBM. Jauh lebih baik dari periode sebelumnya. Tapi bukan ibunya saja yang senang, sang anak juga bangga lho dengan raportnya sehingga dia pamer ke teman-temannya yang lain.

Nah, sekarang kalau kita lakukan hal yang sama pada para Anggota Legislatif yang dibayar dengan pajak rakyat, gimana? Saya yakin kalau raport kinerja mereka ditayangkan di Daerah Pemilihannya setiap 6 bulan (hitung-hitung semesteran deh!), pasti mereka berbondong-bondong merubah perilakunya agar kelihatan “biru”. Jangan sampai ada yang merah, banyak bolos dan mangkirnya, PR nya membuat UU juga gak selesai2, pengawasan kedodoran apalagi anggaran jebol. Uang dana konstituen tidak pernah turun ke daerah pemilihan. Wah banyak deh yang mesti di monitor. Apa BK atau bagian apapun namanya di dalam DPR mampu melakukannya?

Semua kembali kepada keinginan untuk memperbaiki kinerja, terutama dari pihak yang memiliki otoritas. Kalau BK bisa bergerak dalam batas kewenangannya, kenapa tidak? Repotnya adalah bila job des BK yangmembuat juga anggota DPR, mana pernah disetujui? Pertanyaan kedua, frekwensi pembagian ‘raport’  juga perlu ditentukan untuk memberi kesempatan memperbaiki prestasi para Aleg DPR/D. Tapi kalau baru ditayangkan di akhir masa jabatan menjelang PEMILU, sudah jelaslah maunya apa: Jangan pilih temannya Amir ! Karena kata bu guru Amir suka membolos.

Amir membolos,  kata bu guru : Jangan membolos , menyusahkan ibu….. Pantesan ibu-ibu di kampung banyak yang susah dengan urusan minyak tanah, tidak bisa menanam karena harga benih mahal, pupuk apalagi, belum soal sekolah dan harga obat. Banyak yang bolos sih di DPR ! (RA)

DPR Diminta Umumkan Anggota Sering Bolos

Kamis 18 Desember 2008, Jam: 20:42:00
JAKARTA ( Pos Kota) – Bazar berbagai kebutuhan hidup 16 – 19 Desember yang digelar Kaukus Perempuan Parlemen di Plasa Gedung DPR, terasa bisa munutupi sepinya gedung dewan dari hiruk pikuk aktivitas anggota DPR. (more…)



The MOM Song
December 20, 2008, 12:01 am
Filed under: lagu favorit | Tags: , , ,

Menjelang Hari Ibu selayaknya kita memberikan penghargaan kepada para ibu yang telah bersusah payah mempertaruhkan nyawanya melahirkan kita, membesarkan kita sedari bayi sampai kita dewasa dan berani meninggalkan rumah. Melihat video di link dibawah ini mungkin kita bisa recall memory lagi tentang berbagai kebiasaan ibu saat kita kecil untuk mengingatkan segala sesuatunya. Its so funny, but its so true. Bahkan saya pun juga melakukannya pada anak-anak saya. But after all, dibalik itu semua kasih ibu yang tulus lah yang membuat kita kangen untuk selalu ingin pulang kerumah dan merasakan pelukannya yang hangat dan senyumnya yang meneduhkan. No words  needed. Tatapan mata ibu dan belaiannya cukup mampu menyembuhkan hati kita yang sedang terluka. Ibu lah tempat sekolah cinta kita pertama juga sekolah kita untuk belajar berbicara dan berbagi. Karena kasih ibu jugalah yang membawa dan mengantar kita sampai titik kehidupan kita saat ini. Berbahagialah mereka yang masih bisa bertemu ibunya dan berkata “Terimakasih ibu! Tx for being a mom to me”

I love you mom. I missed you a lot.



Perempuan Jangan Golput
December 19, 2008, 7:01 am
Filed under: politik | Tags: , , ,

Sangat bagus kalau ada banyak perempuan menduduki posisi utama dalam institusi negara maupun di luar institusi tsb., tetapi kalau cuma kwantitas yang diutamakan, mungkin sekali tidak alan banyak membawa faedah untuk perbaikan kwalitas hidup anggota masyarakat. Jadi yang dibutuhkan ialah banyak dan lebih banyak lagi perempuan atau wanita terkemuka yang berada digaris depan pembela kepentingan perempuan. Kurang lebih 50% penduduk Indonesia adalah wanita, dan wanita adalah pendidik pertama tiap anak, kalau penidiknya hebat kwalitasnya maka kemungkinan perbaikan kwalitas kehidupan masyarakat, antara lain yaitu sejahtera, damai dan aman akan lebih mudah dicapai dan difaedahkan.

Caleg pria pun ada juga yang baik dan membela kepentingan kelompok perempuan, walau tidak banyak jumlahnya. Sedangkan di satu tempat ada juga aleg wanita yang sama seperti yang pria, kental dengan kolusi dan nepotisme dengan pengusaha untuk melakukan penggusuran lahan PKL demi berdirinya suatu pertokoan.Golput atau non-Golput adalah penilaian pribadi. Yang penting sebelum menentukan Golput carilah dulu informasi sebanyak-banyaknya tentang caleg perempuan di daerah pemilihan anda, baik caleg DPRD kota, DPRD maupun DPR dan DPD; bagaimana kehidupan mereka sebelum dan setelah masuk ke legislatif .  (RA)

Suara Pembaruan [JAKARTA] Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Meutia Hatta Swasono mengimbau kaum perempuan untuk menggunakan hak pilih mereka pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Putri proklamator, Muhammad Hatta itu juga mengajak perempuan untuk memilih calon anggota legislatif (caleg) perempuan, sebab mereka yang akan memperjuangkan dan membela kepentingan kaum perempuan di Indonesia.

“Kaum perempuan jangan golput (golongan putih, Red). Perempuan sebaiknya memilih caleg perempuan, karena mereka pasti membela kepentingan perempuan,” ujarnya kepada SP di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin (15/12).

Menurutnya, kalau perempuan tidak cukup terwakili di parlemen, mereka tidak bisa mengawasi aturan yang bias gender serta tidak mengetahui apa yang harus diberdayakan dari perempuan. Hal itu, lanjutnya, mengakibatkan selama 63 tahun perempuan Indonesia tertinggal dibanding kaum pria.

Oleh karena itu, dia berharap pada masa mendatang semua partai memiliki keterwakilan perempuan di parlemen. Dari sisi kualitas, kaum perempuan sudah cukup memadai untuk terjun ke panggung politik. Apalagi, partai politik tentu telah membekali caleg mereka yang bakal masuk ke parlemen. Kantor Menneg PP pun terus menyosialisasikan dan memberdayakan caleg perempuan.

“Kita jangan berpikir bahwa caleg perempuan itu tidak berkualitas. Kaum pria pun banyak yang tidak berkualitas. Namun, setelah masuk ke parlemen, mereka mau belajar dan memperbaiki diri. Kaum perempuan pun pasti bisa,” ujarnya. Meutia juga mengimbau pemilih perempuan untuk rajin mendengar langsung kampanye para caleg agar tahu kualitas mereka. Namun, Menneg PP mengatakan, orang yang golput bukan musuh negara, karena bisa saja mereka masih bingung untuk menentukan pilihan politik. (more…)



Notulensi Pertemuan “Forum Ibu Menggugat”
December 18, 2008, 11:06 pm
Filed under: politik | Tags: , , ,

Waktu : Senin, 16 Desember 2008
Tempat : KONTRAS
Peserta yang hadir : Nuraini (SDI), Rena (Kalyanamitra) , Yati (KONTRAS), Yulistini(SDI) , Sinnal (IKOHI)
Agenda : Konsolidasi Gerakan dan Agenda Politik Perempuan Menjelang Pemilu 2009
==========================================================================

Hasil Kesepakatan :
1. Berkaca pada pengalaman Suara Ibu Peduli 1998, Forum Ibu Menggugat diharapkan akan menjadi wadah bagi perempuan dari berbagai kalangan untuk bersuara lantang tentang persoalan ekonomi politik yang juga menjadi persoalan rakyat Indonesia saat ini
2. Forum Ibu Menggugat akan terus mengajak dan melibatkan lebih banyak pihak
3. Forum Ibu Menggugat bertujuan untuk mengajukan agenda politik perempuan menjelang Pemilu 2009
4. Fokus isu adalah KEMISKINAN dan dikaitkan/ dikontekstualkan dengan Pemilu 2009
5. Isu Kemiskinan dipilih karena berdasarkan persoalan dan realitas yang dihadapi oleh kaum perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan kajian Kalyanamitra tentang pandangan konstituen perempuan tentang politik dan pemilu, mereka mengatakan bahwa 10 tahun reformasi 1998, belum ada perubahan kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Bahkan sampai saat ini, kondisinya malah semakin parah.
6. Beberapa isu utama yang terkait dengan KEMISKINAN dan perlu digali lebih jauh tentang fakta persoalannya dari beberapa narasumber, yaitu :
* Kelangkaan gas –> narasumber : Aviliani –> PJ : Nuraini
* Kenaikan BBM –> narasumber : Aviliani –> PJ : Nuraini
* Kenaikan Sembako –> narasumber : Wardah Hafiz (UPC) –> Rena
* Krisis global dan segala dampaknya (seperti PHK) –> narasumber : Nining (KASBI) –> Sinnal
* Buruh Migran (Kekerasan dan PHK) –> SBMI –> Sinnal
* Pendidikan yang mahal –> Perempuan Mahardhika –> Nuraini
* Kesehatan yang mahal –> WRI (Women Research Institute)/ SRMK –> Rena
* Akses perempuan miskin terhadap perumahan –> Palupi (institute Ecosoc) –> Rena
* Pemenuhan hak korban (terutama perempuan) korban pelanggaran HAM –> Mba Suci –> PJ : Yati
* Hukum yang memiskinkan perempuan –> Asfinawati (LBH Jakarta) –> PJ : Yati
Para narasumber diatas akan dikonfirmasi oleh masing-masing penanggungjawab. Fasilitator yang akan coba dikonfirmasi adalah Ruth Indiah Rahayu (Yuyud)-a kan dihubungioleh Sinnal.
7. Akan diadakan SARASEHAN PEREMPUAN :” WAJAH PEREMPUAN INDONESIA MENYONGSONG PEMILU 2009″
* Output :
1. Catatan Akhir Tahun Bersama 2008
2. Komitmen dan penyikapan bersama terhadap persoalan kemiskinan menjelang Pemilu 2009
* Waktu dan tempat : Senin, 22 Desember 2008, pukul 10.00 – selesai, di KONTRAS
* Peserta : minimal 50 orang, yang terdiri dari berbagai kelompok NGO, caleg, media, ormas/komunitas, pemerintah
* Kebutuhan :
- TOR dan undangan –> PJ : Kalmit (Deadline, 18 Desember 2008)
- Notulen –> PJ : Kalmit
- Konsumsi –> PJ : KONTRAS
- Baliho/Spanduk –> PJ : IKOHI
- Press Release –> PJ : Nuraini (SDI)
* Penyebaran undangan (Deadline, 18 Desember 2008)
- NGO –> Kontras, Kalmit
- Caleg –> Kalmit
- Media –> KONTRAS
- Ormas/Komunitas –> SDI
- Pemerintah (KPP, Depkes, dll) –> Kalmit
8. Pertemuan persiapan Sarasehan Perempuan selanjutnya : Jumat, 19 Desember 2008, pukul 15.00, di KONTRAS

Cp : Rena Herdiyani (Kalmit) 0812 9820147, Yati Andriyani (KontraS) 0815 86664599, Nurani (SDI) 0817 6655800