<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Saatnya HATI NURANI bicara &#187; ekonomi</title>
	<atom:link href="http://tulisanperempuan.wordpress.com/tag/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com</link>
	<description>Dipersembahkan untuk pencerahan dan bertukar karya bagi perempuan Indonesia.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Mar 2009 06:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tulisanperempuan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d1fac9ed916fb990b10ab76399c82ea0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Saatnya HATI NURANI bicara &#187; ekonomi</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tulisanperempuan.wordpress.com/osd.xml" title="Saatnya HATI NURANI bicara" />
		<item>
		<title>Notulensi Pertemuan &#8220;Forum Ibu Menggugat&#8221;</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/12/18/notulensi-pertemuan-forum-ibu-menggugat/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/12/18/notulensi-pertemuan-forum-ibu-menggugat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 16:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Waktu 	: Senin, 16 Desember 2008
Tempat	: KONTRAS
Peserta yang hadir	: Nuraini (SDI), Rena (Kalyanamitra) , Yati (KONTRAS), Yulistini(SDI) , Sinnal   (IKOHI)
Agenda	: Konsolidasi Gerakan dan Agenda Politik Perempuan Menjelang Pemilu 2009
==========================================================================
Hasil Kesepakatan :
1. Berkaca pada pengalaman Suara Ibu Peduli 1998, Forum Ibu Menggugat diharapkan akan menjadi wadah bagi perempuan dari berbagai kalangan untuk bersuara lantang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=781&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Waktu 	: Senin, 16 Desember 2008<br />
Tempat	: KONTRAS<br />
Peserta yang hadir	: Nuraini (SDI), Rena (Kalyanamitra) , Yati (KONTRAS), Yulistini(SDI) , Sinnal   (IKOHI)<br />
Agenda	: Konsolidasi Gerakan dan Agenda Politik Perempuan Menjelang Pemilu 2009<br />
==========================================================================</p>
<p><a href="http://www.menegpp.go.id/admin/upload/berita/artikel/gambar/1110168901/ibu%20dan%20anak%20di%20Aceh.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.menegpp.go.id/admin/upload/berita/artikel/gambar/1110168901/ibu%20dan%20anak%20di%20Aceh.jpg" alt="" width="149" height="117" /></a>Hasil Kesepakatan :<br />
1. Berkaca pada pengalaman Suara Ibu Peduli 1998, Forum Ibu Menggugat diharapkan akan menjadi wadah bagi perempuan dari berbagai kalangan untuk bersuara lantang tentang persoalan ekonomi politik yang juga menjadi persoalan rakyat Indonesia saat ini<br />
2. Forum Ibu Menggugat akan terus mengajak dan melibatkan lebih banyak pihak<br />
3. Forum Ibu Menggugat bertujuan untuk mengajukan agenda politik perempuan menjelang Pemilu 2009<br />
4. Fokus isu adalah KEMISKINAN dan dikaitkan/ dikontekstualkan dengan Pemilu 2009<br />
5. Isu Kemiskinan dipilih karena berdasarkan persoalan dan realitas yang dihadapi oleh kaum perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan kajian Kalyanamitra tentang pandangan konstituen perempuan tentang politik dan pemilu, mereka mengatakan bahwa 10 tahun reformasi 1998, belum ada perubahan kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Bahkan sampai saat ini, kondisinya malah semakin parah.<br />
6. Beberapa isu utama yang terkait dengan KEMISKINAN dan perlu digali lebih jauh tentang fakta persoalannya dari beberapa narasumber, yaitu :<br />
* Kelangkaan gas &#8211;&gt; narasumber : Aviliani &#8211;&gt; PJ : Nuraini<br />
* Kenaikan BBM &#8211;&gt; narasumber : Aviliani &#8211;&gt; PJ : Nuraini<br />
* Kenaikan Sembako &#8211;&gt; narasumber : Wardah Hafiz (UPC) &#8211;&gt; Rena<br />
* Krisis global dan segala dampaknya (seperti PHK) &#8211;&gt; narasumber : Nining (KASBI) &#8211;&gt; Sinnal<br />
* Buruh Migran (Kekerasan dan PHK) &#8211;&gt; SBMI &#8211;&gt; Sinnal<br />
* Pendidikan yang mahal &#8211;&gt; Perempuan Mahardhika &#8211;&gt; Nuraini<br />
* Kesehatan yang mahal &#8211;&gt; WRI (Women Research Institute)/ SRMK &#8211;&gt; Rena<br />
* Akses perempuan miskin terhadap perumahan &#8211;&gt; Palupi (institute Ecosoc) &#8211;&gt; Rena<br />
* Pemenuhan hak korban (terutama perempuan) korban pelanggaran HAM &#8211;&gt; Mba Suci &#8211;&gt; PJ : Yati<br />
* Hukum yang memiskinkan perempuan &#8211;&gt; Asfinawati (LBH Jakarta) &#8211;&gt; PJ : Yati<br />
Para narasumber diatas akan dikonfirmasi oleh masing-masing penanggungjawab. Fasilitator yang akan coba dikonfirmasi adalah Ruth Indiah Rahayu (Yuyud)-a kan dihubungioleh Sinnal.<br />
7. Akan diadakan<strong> SARASEHAN PEREMPUAN :&#8221; WAJAH PEREMPUAN INDONESIA MENYONGSONG PEMILU 2009&#8243;</strong><br />
* Output	:<br />
1. Catatan Akhir Tahun Bersama 2008<br />
2. Komitmen dan penyikapan bersama terhadap persoalan kemiskinan menjelang Pemilu 2009<br />
* Waktu dan tempat : Senin, 22 Desember 2008, pukul 10.00 &#8211; selesai, di KONTRAS<br />
* Peserta		: minimal 50 orang, yang terdiri dari berbagai kelompok NGO, caleg, media, ormas/komunitas, pemerintah<br />
* Kebutuhan	:<br />
- TOR dan undangan &#8211;&gt; PJ : Kalmit (Deadline, 18 Desember 2008)<br />
- Notulen &#8211;&gt; PJ : Kalmit<br />
- Konsumsi &#8211;&gt; PJ : KONTRAS<br />
- Baliho/Spanduk &#8211;&gt; PJ : IKOHI<br />
- Press Release &#8211;&gt; PJ : Nuraini (SDI)<br />
* Penyebaran undangan  (Deadline, 18 Desember 2008)<br />
- NGO &#8211;&gt; Kontras, Kalmit<br />
- Caleg &#8211;&gt; Kalmit<br />
- Media &#8211;&gt; KONTRAS<br />
- Ormas/Komunitas &#8211;&gt; SDI<br />
- Pemerintah (KPP, Depkes, dll) &#8211;&gt; Kalmit<br />
8. Pertemuan persiapan Sarasehan Perempuan selanjutnya : Jumat, 19 Desember 2008, pukul 15.00, di KONTRAS</p>
<p>Cp : Rena Herdiyani  (Kalmit) 0812 9820147, Yati Andriyani (KontraS) 0815 86664599, Nurani (SDI) 0817 6655800</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/781/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=781&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/12/18/notulensi-pertemuan-forum-ibu-menggugat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.menegpp.go.id/admin/upload/berita/artikel/gambar/1110168901/ibu%20dan%20anak%20di%20Aceh.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SKB 4 Menteri: Negara Mengorbankan Hak Buruh</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/11/13/skb-4-m-negara-mengorbankan-hak-buruh/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/11/13/skb-4-m-negara-mengorbankan-hak-buruh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 05:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[buruh]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[skb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi kebijakan pemerintah yang menyengsarakan buruh/pekerja dikeluarkan. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang ditandatangani oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Perindustrian, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
Meskipun SKB empat menteri itu berjudul &#8220;Pemeliharaan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dalam mengantisipasi perkembangan perekonomian global&#8221;, isi utamanya sebenarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=637&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Satu lagi kebijakan pemerintah yang menyengsarakan buruh/pekerja dikeluarkan. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang ditandatangani oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Perindustrian, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.</p>
<p><a href="http://blontankpoer.blogsome.com/images/kretek_sampoerna_036.jpg"><img class="alignleft" src="http://blontankpoer.blogsome.com/images/kretek_sampoerna_036.jpg" alt="" width="188" height="125" /></a>Meskipun SKB empat menteri itu berjudul &#8220;Pemeliharaan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dalam mengantisipasi perkembangan perekonomian global&#8221;, isi utamanya sebenarnya mengatur masalah penetapan upah minimum. SKB empat menteri tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang perburuhan.</p>
<p>Dalam pasal tiga SKB tersebut dijelaskan bahwa gubernur dalam menetapkan upah minimum mengupayakan agar tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Pasal itu bertentangan dengan pasal 88 a(4) UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa pemerintah menetapkan upah minimum sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf a berdasar kebutuhan hidup layak dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Selain itu, pengaturan upah minimum sudah secara tegas diatur dalam Permenaker No 1/1999 jo Kepmenakertrans No 226/2000 tentang Upah Minimum. Penghitungan kebutuhan hidup layak juga sudah diatur secara terperinci di dalam Permenakertrans No 17/2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak. Dengan demikian, pasal 3 SKB ini bertentangan pula dengan Permenakertrans yang mengatur upah minimum tersebut. Bagaimana mungkin kenaikan upah minimum tidak boleh melebihi angka pertumbuhan ekonomi, sedangkan angka pertumbuhan ekonomi nasional saat ini jauh di bawah angka inflasi, apalagi angka kebutuhan hidup layak.</p>
<p>Bandingkan pertumbuhan ekonomi nasional 2008 yang kemungkinan hanya sekitar enam persen. Sedangkan angka inflasi 2008 berkisar 12 persen. Itu berarti upah buruh akan senantiasa digerogoti oleh angka inflasi tersebut.</p>
<p>Upah buruh yang naik di bawah angka inflasi itu berarti upah riil buruh turun. Bisa dibayangkan betapa semakin menderitanya kehidupan buruh, di mana upah riilnya semakin lama semakin berkurang. Upah buruh saat ini saja masih jauh dari kehidupan yang layak, apalagi jika dilegalkan untuk berkurang nilai riilnya.<span id="more-637"></span></p>
<p>Sebenarnya, tanpa dilegalkan pun mengenai penurunan upah riil buruh tersebut, nilai riil upah minimum yang selama ini terjadi sudah terus-menerus turun. Sebagai perbandingan, pada 1997 upah minimum buruh (di Surabaya) sebesar 250 ribu rupiah, sedangkan gaji PNS terendah adalah 150 ribu rupiah.</p>
<p>Ini artinya bahwa upah buruh hampir dua kali lipat dari gaji PNS pada saat itu. Pada 2008 terjadi sebaliknya, upah minimum buruh sebesar 805 ribu, sedangkan gaji PNS golongan terendah telah mencapai 1,6 juta rupiah. Jadi, sekarang gaji PNS terendah adalah hampir dua kali upah minimum buruh.</p>
<p>Demikian pula makna upah dari segi upah riil yang diterima buruh. Pada 1997, upah minimum buruh mampu untuk membeli 350 kg beras (dengan harga beras 700 rupiah per kilogram pada tahun itu), sedangkan upah minimum buruh 2008 hanya mampu untuk membeli beras sebanyak 160 kilogram beras (dengan harga beras Rp5.000 per kg di tahun ini). Ini bermakna, upah riil buruh terjun bebas berkurang hampir 50 persen</p>
<p>Argumentasi pemerintah bahwa upah seharusnya dirundingkan bersama antara pengusaha dengan buruh tanpa campur tangan dari pemerintah merupakan kemunduran kebijakan. Secara filosofi, masuknya pemerintah dalam hubungan industrial adalah bentuk penguatan terhadap posisi tawar yang memang tidak seimbang antara buruh ketika berhadapan dengan pengusaha.</p>
<p>Dalam konteks perburuhan di Indonesia, proteksi terhadap buruh merupakan kewajiban pemerintah untuk menghindari eksploitasi pengusaha terhadap buruh, di mana buruh dalam kondisi tidak berdaya karena keterbatasan- keterbatasan buruh.</p>
<p>Sementara itu, jika upah minimum diserahkan pada pasar tenaga kerja, bencana liberalisasi hubungan industrial akan menjadi kenyataan di republik ini. Liberalisasi hubungan industrial pasti akan membawa buruh pada kondisi yang makin tidak berdaya menghadapi kapitalisasi pengusaha.</p>
<p>Buruh tidak memiliki banyak pilihan ketika disodorkan kepadanya sebuah angka upah yang jauh dari layak. Sebab, buruh memang membutuhkan sesuap nasi untuk menyambung hidup dirinya dan keluarganya. Pilihan pahit bagi buruh ialah menerima upah yang tidak layak untuk dimakan daripada tidak sama sekali yang akan mengakibatkan kelaparan.</p>
<p>Krisis Global</p>
<p>Argumentasi lain dari pemerintah mengenai &#8220;asbabunnuzul&#8221; SKB empat menteri tersebut adalah mengantisipasi krisis global merupakan argumentasi klasik yang selalu dikampanyekan ketika pemerintah akan mengeluarkan kebijakan baru di bidang perburuhan.</p>
<p>Logika pemerintah ini berarti bahwa krisis global tidak boleh menumbangkan sektor usaha, tetapi boleh menghabisi kehidupan kaum buruh. Bukan hanya sekali ini buruh dijadikan tumbal demi investasi, melainkan sudah sangat sering. Ketika kondisi sektor usaha suram akibat salah urus negara dan salah urus perusahaan oleh pengusaha, yang di jadikan kambing hitam dan dikorbankan kali pertama adalah buruh.</p>
<p>Sementara itu, kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam bentuk SKB tidak dikenal nomenklaturnya di dalam UU No 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Seandainya substansi yang diatur dalam kebijakan pemerintah tersebut melintasi banyak bidang, seharusnya kebijakan itu ditarik ke peraturan yang lebih atas, yakni dalam bentuk peraturan presiden. Mengapa dalam hal ini presiden tidak berani mengambil kebijakan itu dan hanya memasang menteri-menterinya untuk mengeluarkan kebijakan tersebut? Sungguh sebuah kebijakan yang penuh tangan-tangan tersembunyi (invisible hand) dan menyengsarakan kaum buruh. <a href="http://batampos.co.id/opini/opini/negara_mengorbankan_hak_buruh/">[Batampos]</a></p>
<p>Oleh: Dr M. Hadi Shubhan &#8211; Dosen Hukum Perburuhan Fakultas Hukum Unair dan Ketua Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) FH Unai.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/637/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=637&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/11/13/skb-4-m-negara-mengorbankan-hak-buruh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blontankpoer.blogsome.com/images/kretek_sampoerna_036.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SAFE INDONESIA FIRST !</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/14/safe-indonesia-first/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/14/safe-indonesia-first/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 02:39:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[sosial masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[dollar]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Dear All, Ini ada email dari tetangga sebelah&#8230;&#8230;&#8230;..
Ada langkah lain yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bangsa kita:
1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan dana anda maka akan terjadi bank rush, dan krisis keuangan akan semakin parah.
2. Yang memiliki saham dan turunannya, jangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=523&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" src="http://static-p3.fotolia.com/jpg/00/00/06/36/400_F_63639_XH9B8vEJFhHZA6PdRNpGhmjWymiVbP.jpg" alt="" width="110" height="89" />Dear All, Ini ada email dari tetangga sebelah&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Ada langkah lain yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bangsa kita:</p>
<p>1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan dana anda maka akan terjadi bank rush, dan krisis keuangan akan semakin parah.</p>
<p>2. Yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham dan derivasinya. Jika anda ikut ikutan menjual saham dan turunannya, maka harga saham akan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi semakin parah</p>
<p>3. Jangan ikut ikutan memborong dolar. Jika anda ikut ikutan memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah semakin terpuruk. Harga barang impor akan semakin mahal, dan inflasi dalam negeri akan semakin menggila.<br />
\<br />
4. Jangan panik. Jika anda tidak panik, maka krisis akan cepat berlalu. Perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat rebound. Dolar akan cepat menyesuaikan diri pada kurs yang rasional. Cadangan devisa kita cukup kuat. Jika anda panik dan ikut ikutan menarik deposito, menjual saham, dan memborong dolar, maka anda ikut memberikan kontribusi pada semakin dalamnya krisis di Indonesia.<span id="more-523"></span></p>
<p>Tetapi tentu ini merupakan pilihan bebas. Tidak ada yang dapat melarang anda. Hati nurani yang bicara. Pilihan yang sulit bagi yang berduit, tetapi silahkan memilih.</p>
<div><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span>&#8212;</p>
<p>Krisis keuangan global kian menebar ancaman menjadi krisis ekonomi global yang tidak main-main, bursa saham guncang dan nilai tukar Rupiah semakin melemah, ini semua menjadi indicator bahwa akan ada bencana baru yang siap menerkam.</p>
<p>Para kaum Kapitalis yang ingin meraup keuntungan dengan cara cepat dan menjadi SERAKAH akhirnya menjadi sumber dari segala krisis yang kita belum tau kapan akan berakhir.</p>
<p>Pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lakukan untuk ikut membantu agar krisis ini tidak menghancurkan sendi-sendi perekonomian Bangsa ini? Tentu kita tidak ingin ini menjadi periode 10 Tahunan (1998 -2008), mimpi kelam krisis ekonomi 10 tahun lewat tentu tidak ingin kita munculkan kembali, tapi jika Anda tidak peduli maka bisa saja hal ini akan terjadi!!!!</p>
<p>Dan jika itu terjadi maka Bangsa ini akan semakin terpuruk, akan muncul PHK besar-besaran, sector riil yang tidak bergerak, system perbankan yang sudah tidak dipercaya lagi dan akhirnya kita kembali ke NOL lagi.</p>
<p>Jika Anda masih mencintai Bangsa ini maka ada banyak hal yang bisa Anda lakukan, paling tidak MULAILAH DARI DIRI ANDA SENDIRI..!! , contoh kecil sbb :</p>
<p>Jika Anda seorang awam sebagaimana saya, maka yang bisa kita lakukan adalah :</p>
<p>Gunakanlah PRODUKSI DALAM NEGERI dalam semua aktivitas hidupmu, dengan langkah ini akan menyelamtkan Sektor Riil, usaha-usaha kecil akan berkembang, dan akhirnya kita bisa berdiri tegak dan mengatakan KITA BISA HIDUP DARI NEGERI KITA SENDIRI.</p>
<p>Langkah kecil lain jangan sok mengkonsumsi produk makanan luar negeri, jika anda senang makan Durian tidak perlu durian Bangkok Thailand cukup durian local toh tidak kalah rasanya, jika senang makan Jagung? Tidak perlulah Jagung Thailand cukup jagung local, tidak perlu makan makan di outlet2 dengan brand luar negeri, toh ayam kampung kita tidak kalah nikmatnya, hal kecil ini kadang tidak kita sadari tapi ketahuilah EFEK nya sangat luarbiasa, anda bisa bayangkan jika semua anak bangsa ini berfikiran sama, jika anda konversikan dengan modal yang beputar maka Anda akan kaget dan heran akan IMPACT yang sangat luar biasa, yakin dan percayalah dengan cara kecil ini Krisis ini tidak akan terjadi DISINI di BUMI INDONESIA.</p>
<p>Gunakan angkutan Massal jika itu anda bisa lakukan, itu akan membantu untuk mengurangi konsumsi energi yang luar biasa yang sebetulnya tidak perlu, disamping mengurangi polusi, jangan lupa disamping krisis keuangan yang berpotensi menjadi krisis Ekonomi kita juga dihadapkan dengan krisis Energy..!! kenyamanan mungkin belum kita pikirkan sekarang, percayalah bahwa aroma sesaknya penumpang di Angkot dan bus itu masih menimbulkan secercah harapan bahwa sector riil kita masih bergerak.</p>
<p>Berbelanjalah di pasar-pasar tradisional, berdayakan warung-warung Kaki lima, percaya atau tidak Ekonomi Kerakyatan terbukti mampu menyelamatkan perekonomian kita.</p>
<p>Jika Anda seorang pelaku bisnis maka tolong jangan hanya memikirkan untuk meraup keuntungan pribadi semata-mata hanya dengan memikirkan Import barang-barang murah yang hanya akan menghancurkan produk dalam negeri, jangan lari dari tanggung jawab dengan membawa lari modal ke luar negeri, ingat menjaga, mengusahakan agar Capital Inflow akan lebih bijkasana dan akan sangat membantu Negeri ini, jangan biarkan capital outflow terjadi itu sama dengan menghancurkan perekonomian Rakyat</p>
<p>LET SAVE OUR NATION, START FROM YOUR SELF..!!!!.</p>
<p>Lakukan hal sederhana ini maka Anda akan lihat akibat penyelamatan yang luar biasa.</p>
<p>Dengan meneruskan pesan ini ke relasi dan sahabat Anda, berarti Anda sudah ikut mengingatkan Saudara Sebangsa Kita untuk Ikut PEDULI menyelamatkan Bangsa ini.</p>
<p>Regards</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/523/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=523&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/14/safe-indonesia-first/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static-p3.fotolia.com/jpg/00/00/06/36/400_F_63639_XH9B8vEJFhHZA6PdRNpGhmjWymiVbP.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Juntrungan Krisis Subprime di Amerika Serikat Kalau Langit Masih Kurang Tinggi</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/11/juntrungan-krisis-subprime-di-amerika-serikat-kalau-langit-masih-kurang-tinggi/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/11/juntrungan-krisis-subprime-di-amerika-serikat-kalau-langit-masih-kurang-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 17:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[devisa]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalis]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kita-kita yang awam dengan dunia ekonomi apalagi makro, mungkin tulisan pak Dahlan Iskan, yang bukan ekonom ini, bisa membantu kita menyadari seperti apa kah beratnya tekanan ekonomi dunia saat ini. Paling tidak bisa diperkirakan dampaknya pada neraca belanja dapur dan dompet kita serta tabungan-tabungan yang bermacam-macam seperti saham, dollar dan emas. Pesan moralnya: 
(1) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=480&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div><em>Untuk kita-kita yang awam dengan dunia ekonomi apalagi makro, mungkin tulisan pak Dahlan Iskan, yang bukan ekonom ini, bisa membantu kita menyadari seperti apa kah beratnya tekanan ekonomi dunia saat ini. Paling tidak bisa diperkirakan dampaknya pada neraca belanja dapur dan dompet kita serta tabungan-tabungan yang bermacam-macam seperti saham, dollar dan emas. Pesan moralnya: </em></div>
<div><em>(1) enough is never enough, tidak ada kata cukup selama kita tidak bisa mensyukuri apa yang didapat. Yang ada justru menyeret kesengsaraan orang lain </em></div>
<div><em>(2) jangan simpan semua telur di satu keranjang. Ditangan perempuan lah yang pertama memikirkan ekonomi keuangan keluarga, baik untuk kebutuhan belanja dan menabung serta investasi untuk masa depan keluarganya sendiri. [RA]</em></p>
<p><a href="http://www.homesgofast.com/Currency/images/Currency_transfers.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.homesgofast.com/Currency/images/Currency_transfers.jpg" alt="" width="169" height="112" /></a>Sumber: Jawa Pos &#8211; Minggu, 28 September 2008 : Oleh: Dahlan Iskan</p>
<p>Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya &#8221;menceritakan&#8217; &#8216; secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba:</p>
<p>Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.<br />
Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat.<br />
Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka.</p>
<p>Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.<br />
Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak.<span id="more-480"></span></p>
<p>Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya.<br />
Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi?</p>
<p>Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres?</p>
<p>Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over.<br />
Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat jalan.</p></div>
<div>Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana.</p>
<p>Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi.</p>
<p>Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!</p>
<p>Sudah lebih dari 60 tahun cara &#8221;membesarkan&#8217; &#8216; perusahaan seperti itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia.</p>
<p>Tapi, itu belum cukup.</p>
<p>Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak cukup lagi: harus computerized!<br />
Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup.</p>
<p>Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya.</p>
<p>Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli rumah?</p>
<p>Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harus semakin besar?</p>
<p>Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut &#8221;Deregulasi Kontrol Moneter&#8221;. Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian.</p>
<p>Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan, asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang dimanfaatkan perbankan secara nyata.</p>
<p>Begini ceritanya:</p>
<p>Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR, meski tidak sama).</p>
<p>Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun.</p>
<p>Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage.</p>
<p>Dengan keluarnya &#8221;jalan baru&#8221; pada 1980 itu, terbuka peluang untuk menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga para broker dan bisnis lain yang terkait.<br />
Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka, ada lagi &#8221;jalan baru&#8221; yang dibuat pemerintah enam tahun kemudian. Yakni, tahun 1986.</p>
<p>Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu.</p>
<p>Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di Swedia atau Denmark, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua juga terjamin.</p>
<p>Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun.</p>
<p>Kata &#8221;mortgage&#8221; berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selama cicilan Anda belum lunas.</p>
<p>Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumah tersebut. Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman Brothers?</p>
<p>Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh &#8221;para pelaku bisnis keuangan&#8221; sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan dan meningkatkan laba.<br />
Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank.</p>
<p>Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung. Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.</p>
<p>Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam undang-undang perbankan yang keras. Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan.<br />
Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan &#8221;bank jenis lain&#8221; yang disebut investment banking.</p>
<p><strong>Apakah investment banking itu bank?</strong></p>
<p>Bukan. Ia perusahaan keuangan yang &#8221;hanya mirip&#8221; bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam &#8221;deposito&#8221; dari para pemilik uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu.</p>
<p>Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah &#8221;personal banking&#8221;.</p>
<p>Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana, saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu.</p>
<p>Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.</p>
<p>Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage.</p>
<p>Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun.</p>
<p>Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematan pengeluaran.</p>
<p>Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya.</p>
<p>Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar.</p>
<p>Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Roboh semua.</p>
<p>Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi?</p>
<p>Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.</p>
<p>Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan orang Indonesia yang &#8221;menabung&#8221; -kan uangnya di lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu.<br />
Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok.</p>
<p>Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.(*)</p></div>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/480/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=480&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/11/juntrungan-krisis-subprime-di-amerika-serikat-kalau-langit-masih-kurang-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.homesgofast.com/Currency/images/Currency_transfers.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Grameen Bank: Bank Ramah Perempuan Miskin</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/08/04/grameen-bank-bank-ramah-perempuan-miskin/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/08/04/grameen-bank-bank-ramah-perempuan-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 22:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Ada pepatah mengatakan bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu. Tapi ibu yang bagaimana ? Ibu yang telah diberdayakan, pasti memberikan segala-galanya bagi anak-anaknya. Termasuk bagi perempuan miskin sekalipun, mereka ingin membahagiakan keluarganya terkadang kalau perlu jalan apapun ditempuh; termasuk menjadi obyek exploitasi dan  komoditi luar negeri sebagai TKW. Tetapi bila perempuan miskin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=156&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada pepatah mengatakan bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu. Tapi ibu yang bagaimana ? Ibu yang telah diberdayakan, pasti memberikan segala-galanya bagi anak-anaknya. Termasuk bagi perempuan miskin sekalipun, mereka ingin membahagiakan keluarganya terkadang kalau perlu jalan apapun ditempuh; termasuk menjadi obyek exploitasi dan  komoditi luar negeri sebagai TKW. Tetapi bila perempuan miskin di beri kesempatan dan berdayakan, mereka akan mendidik anak-anaknya menjadi generasi Indonesia yang berkualitas dan tahan banting. Siapa mau mengikuti jejak Muhammad Yunus yang memperlakukan perempuan miskin sebagai subyek? Muhammadx Yunus tidak menunggu semua menjadi sempurna, tidak juga menunggu KUR tersedia di semua desa tempat orang miskin tinggal. Ia mulai dengan dirinya sendiri, yang pada akhirnya justru mendirikan bank yang melayani kebutuhan perempuan miskin.(RA)<img class="alignleft" src="http://www.presidensby.info/imageBeritafotoD.php/210.jpg" alt="" width="181" height="151" /></p>
<p><a href="http://www.republik a.co.id/launcher /view/mid/ 22/kat/24">Republika</a><a href="http://www.republik a.co.id/launcher /view/mid/ 22/kat/24"> </a>- Relevansi Muhammad Yunus untuk Indonesia (Bawono Kumoro)<br />
Analis Sosial Politik pada Laboratorium Politik Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.</p>
<p>Untuk kedua kali Indonesia menerima kunjungan Muhammad Yunus, seorang ekonom asal Bangladesh penerima Nobel Perdamaian tahun 2006. Kali ini Muhammad Yunus datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri The Asia-Pacific Regional Microcredit Summit 2008 di Nusa Dua, Bali. Pada kesempatan itu Muhammad Yunus juga melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono guna membicarakan seputar perkembangan kredit mikro di Bangladesh dan Indonesia.</p>
<p>Pada 2006 lalu dia dianugerahi Nobel Perdamaian karena dinilai berhasil dalam meningkatkan status sosial dan ekonomi kaum miskin di Bangladesh melalui Grameen Bank yang didirikannya. Sejak saat itu nama Muhammad Yunus menjadi pembicaraan luas dunia internasional. Sejatinya bangsa Indonesia dapat menjadikan kunjungan Muhammad Yunus kali ini sebagai momentum untuk mulai merintis jalan bagi pengentasan perempuan dari kemiskinan melalui partisipasi dalam kegiatan-kegiatan ekonomi produktif karena sesungguhnya ada keterkaitan erat antara kemiskinan dan ketidaksetaraan gender. Keterkaitan antara kedua hal itu telah dibuktikan secara empiris oleh Muhammad Yunus.<span id="more-156"></span><br />
Sebagaimana telah diungkapkan di atas, Muhammad Yunus dianugerahi Nobel Perdamaian karena dinilai berhasil dalam meningkatkan status ekonomi dan sosial kaum miskin di Bangladesh. Kegelisahannya ketika<br />
melihat derajat hidup rakyat Bangladesh yang sangat memprihatinkan telah memotivasi dirinya untuk mencari cara dalam memberdayakan kaum miskin di negaranya.Akhirnya, ia jatuh pada sebuah pilihan yang<br />
terbilang berani, yakni dengan mendirikan Grameen Bank. Ia membuat model ekonomi yang dapat menyediakan akses yang diperlukan oleh kaum miskin untuk bangkit.</p>
<p>Melalui Grameen Bank, Muhammad Yunus meminjam sejumlah uang ke bank untuk selanjutnya dipinjamkan kepada kaum tidak berpunya sebagai modal usaha. Ia memprioritaskan untuk memberikan pinjaman tersebut kepada mereka yang termiskin dan tidak memiliki lahan. Ada yang berhasil mengembalikan, ada pula yang tidak. Namun, Muhammad Yunus menyadari sepenuhnya bahwa itu merupakan bagian dari resiko perjuangannya. Ketika mendirikan Grameen Bank ia menjadikan kaum perempuan miskin sebagai target utama penerima pinjaman. Dalam pandangan Muhammad Yunus, perempuan miskin adalah kelompok masyarakat paling marginal dan rentan terhadap aksi-aksi kekerasan ( violence).</p>
<p>Kaum perempuan tidak hanya miskin secara ekonomi, tetapi juga miskin jika ditinjau dari pemenuhan kebutuhan dasar ( basic need), seperti tingkat pendidikan dan kondisi kesehatan. Minimnya keterampilan yang dimiliki juga turut andil menyebabkan kian terpuruknya posisi kaum perempuan karena tidak mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang produktif secara ekonomi. Dalam kondisi demikian mereka masih tetap dituntut untuk memenuhi kodratnya sebagai perempuan. Mulai dari hamil, menyusui sampai mengurus keluarga.</p>
<p>Dengan menciptakan mekanisme ekonomi yang menyediakan akses kepada perempuan miskin, maka kita turut memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengangkat dirinya menjadi tenaga-tenaga produktif dalam proses pembangunan bangsa. Keberhasilan perempuan dalam mengangkat dirinya menjadi tenaga-tenaga produktif secara tidak langsung akan berdampak pada terciptanya rasa nyaman dalam diri perempuan, terutama menyangkut relasi sosialnya.</p>
<p>Semua itu pada akhirnya akan berujung pada terwujudnya kesetaraan gender di dalam masyarakat. Sebanyak 97 persen peminjam dana Grameen Bank adalah kaum perempuan. Mereka juga tercatat dalam daftar peminjam yang berhasil dan bertanggung jawab mengembalikan uang pinjaman tersebut. Sejarah pun kemudian mencatat nama Muhammad Yunus dengan tinta emas sebagai seorang ekonom yang berhasil menciptakan model Pengentasan kemiskinan yang sensitif gender. Sulit dimungkiri bahwa realitas kaum perempuan Indonesia dewasa ini tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Bangladesh.</p>
<p>Mayoritas kaum perempuan Indonesia masih hidup dalam belenggu kemiskinan. Oleh karena itu, pengalaman Muhammad Yunus dalam meningkatkan status sosial dan ekonomi kaum miskin di Bangladesh<br />
sepatutnya dapat menjadi inspirasi bagi kaum perempuan Indonesia lainnya yang jauh lebih beruntung secara ekonomi untuk mulai mengambil peran nyata dalam setiap usaha pengentasan kemiskinan. Dengan begitu, kesetaraan gender tidak akan lagi menjadi barang yang mahal di negeri ini.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanperempuan.wordpress.com/156/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanperempuan.wordpress.com/156/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=156&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/08/04/grameen-bank-bank-ramah-perempuan-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.presidensby.info/imageBeritafotoD.php/210.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Era Bisnis Berbasis Lingkungan: Jangan pilih partai yang tidak punya program lingkungan</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/08/01/era-bisnis-berbasis-lingkungan-jangan-pilih-partai-yang-tidak-punya-program-lingkungan/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/08/01/era-bisnis-berbasis-lingkungan-jangan-pilih-partai-yang-tidak-punya-program-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 00:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[ 








Pemilu 2009 akan              digelar, beberapa dari Anda masih ragu untuk memilih partai mana              yang akan dipilih nanti. Jika Anda adalah salah seorang yang sadar     [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=143&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--~-|**|PrettyHtmlStartT|**|-~--> <!--~-|**|PrettyHtmlEndT|**|-~--></p>
<div class="itemboxsub">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="cattitle"><span style="font-size:large;"><a rel="nofollow" href="http://orientasilingkungan.multiply.com/journal/item/31/Partai-partai_yang_tidak_punya_program_lingkungan" target="_blank"></a></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img class="alignleft" src="http://www.candy.net.au/cma2006/extranet/uploads/images/About/Environment.jpg" alt="" width="180" height="168" />Pemilu 2009 akan              digelar, beberapa dari Anda masih ragu untuk memilih partai mana              yang akan dipilih nanti. Jika Anda adalah salah seorang yang sadar              akan pentingnya lingkungan bagi kehidupan saat ini dan masa depan,              tentunya Anda akan berhati-hati dalam memilih partai. Celakalah              kita, jika mayoritas partai pemenang pemilu adalah partai yang tidak              memiliki wawasan tentang lingkungan. Ciri-ciri partai yang              tidak punya perhatian besar pada masalah lingkungan, antara lain              adalah</div>
<ol type="1">
<li>Dalam                struktur organisasi tidak ditemukan bagian atau seksi yang                menangani masalah lingkungan dan energi secara khusus.</li>
<li class="MsoNormal">Tidak                menyebutkan salah satu visi atau misinya berkaitan tentang                lingkungan.</li>
<li class="MsoNormal">Jika                mereka memiliki Badan Penelitian dan Pengembangan, tidak ada seksi                atau bagian yang menangani masalah lingkungan</li>
<li class="MsoNormal">Dalam                kampanye, khususnya program yang diajukan kepada pemilih tidak ada                menyinggung tentang lingkungan, pemberdayaan hukum lingkungan, dan                statement khusus tentang lingkungan.</li>
<li class="MsoNormal">Dalam                Dewan Pakar atau pembina, tidak ada seorang pakar lingkungan yang                dikenal.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Kalau hanya sekedar              aktifitas menanam pohon, anak TK dan SD juga sudah biasa! Partai              yang akan kita pilih diharapkan dapat memiliki visi misi dalam              <em>sustainable development</em> atau pembangunan berbasis              lingkungan dan sejenisnya. Maka visi misi itu harus dijelaskan agar              kita dapat meminta pertanggung jawaban mereka pada saat mereka telah              duduk di Dewan Perwakilan Rakyat/ DPD/ DPRD.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Saya baru menelusuri              beberapa website partai politik yang akan ikut bertarung dalam              pemilu 2009, alhasil beberapa partai yang kini ikut dalam pemilu              tidak memiliki visi dan misi tentang lingkungan. Bahkan Partai              Demokrat, partainya Bapak Presiden kita (SBY) tidak memiliki visi              dan misi tentang lingkungan (huebat kan!).<span id="more-143"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Lain halnya partai              milik almarhum Syahrir (Partai PIB) dimana dalam <em>action              plan</em>nya menyebutkan seperti ini: <em>â€œLingkungan Hidup yang              Lestari. Kemakmuran dan pembangunan memerlukan dukungan sumber daya              alam. Tetapi pemanfaatan sumber daya itu haruslah menghormati dan              mengikuti hak- hak sang alam. Sangatlah berbahaya mengejar              pertumbuhan ekonomi sambil mengabaikan keseimbangan ekologis.              Bencana lingkungan haruslah kita pahami secara menyeluruh dalam              rangka pengatuaran politik, beban ekonomi dan daya dukung ekosistem.              Oleh karena itu, Partai PIB sangat menyadari bahwa pendidikan              lingkungan hidup harus dimulai sejak dini. Begitu juga pengawasan              masyarakat terhadap kebijakan politik pembangunan haruslah terus              menerus diteriakkan. Hukum lingkungan haruslah menjadi payung bagi              hukum pembangunan ekonomi. Bagi Partai PIB, lingkungan hidup adalah              ibu pertiwi yang akan merawat kemanusiaan sepanjang zaman.</em></p>
<p class="MsoNormal">Sedangkan Partai              Bulan Bintang memiliki program khusus mengenai lingkungan, seperti              berikut:</p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="text-decoration:underline;">Urutan ke              sebelas â€œLingkungan Hidupâ€� (dalam Program              Partai)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><em>a. Melakukan              pengelolaan sumber daya alam yang terbaharukan dengan memegang              prinsip kehidupan yang berkelanjutan. </em></p>
<p class="MsoNormal"><em>b. Pengelolaan              sumber daya alam yang tidak bisa pulih dengan berpegang kepada sikap              hemat dan meningkatkan efisiensi pemakaian. </em></p>
<p class="MsoNormal"><em>c.              Mengkonversikan penyusutan sumber daya alam ke dalam bentuk: 1)              modal fisik seperti pembuatan jalan dan pabrik, 2) modal sumber daya              manusia melalui pendidikan, keahlian dan pengetahuan, 3) modal              kelembagaan melalui sistem pemerintahan yang bersih. </em></p>
<p class="MsoNormal"><em>d. Mengembangkan              kerja sama regional dan internasional di bidang lingkungan hidup              dengan terlibat secara aktif dalam lembaga-lembaga tersebut. </em></p>
<p class="MsoNormal"><em>e. Meningkatkan              peranan keberadaan lembaga-lembaga pemerinatah dan LSM, masyarakat              yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan melakukan koordinasi              dengan departemen-departem en teknis, sehingga setiap kebijakan yang              dikeluarkan mengarah kepada kebijaksanaan pembangunan berwawasan              lingkungan. </em></p>
<p class="MsoNormal"><em>f. Penegakkan              hukum lingkungan secara konsisten dan konsekuen. </em></p>
<p class="MsoNormal"><em>g. Pemberdayaan              kelembagaan adat dalam rangka pelestarian lingkungan hidup</em><span style="font-family:Arial;color:#4f4f4f;">.</span></p>
<p>Setahu saya, dahulu Partai Amanat Nasional (1998 ) memiliki program partai yang cukup bagus tentang lingkungan. Namun saya belum menemukan program kerja atau visi-misi mereka, karena website mereka sedang dalam perbaikan, sehingga saya belum dapat memberikan tanggapan, demikian pula dengan partai kebangkitan bangsa (PKB), dan PDI-Perjuangan.</p>
<p>Beberapa Partai yang berhasil saya tinjau melalui website mereka, dimana dalam websitenya tidak ditemukan berbagai Kebijakan, program kerja, visi dan misi partai yang terkait mengenai lingkungan, antara lain:</p>
<p>1. Partai Demokrat<br />
2. Partai Damai Sejahtera<br />
3. Partai Bela Negara<br />
4. Partai Kongres<br />
5. Partai Golkar<br />
6. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)</p>
<p>Jika benar keenam partai yang cukup kita kenal ini tidak memiliki kebijakan atau visi atau misi atau program kerja yang berkaitan dengan dukungan partai terhadap lingkungan, mungkin saya akan bertanya, apakah para wakil atau pemimpin kita kurang memahami peran penting lingkungan terhadap pembangunan nasional, sehingga masalah lingkungan itu termarginalkan. Mungkin mereka merasa tidak penting dengan keberadaan lingkungan karena masalah lingkungan dianggap sebagai penghambat proses pembangunan ekonomi, bisa jadi!</p>
<p>Jika hal demikian, masihkah kita berharap pembangunan berkelanjutan ini dapat diwujudkan, mungkin saja era bisnis berbasis lingkungan hanya tinggal nama dan cukup indah untuk dikenang.</p>
<p>Saya berharap, sangkaan saya terhadap ke enam partai yang saya sebutkan ini salah, jika memang demikian maka saya mohon maaf, dan tolong beritahu saya agar saya dapat meralat informasi itu.</p>
<p>Selanjutnya, saya berharap Anda dapat mencari sendiri partai-partai yang sesuai dengan harapan Anda (mudah-mudahan harapan Anda sama dengan saya). Kita berharap akan banyak partai yang lebih memiliki kesadaran dan pemahaman yang baik bagi perjuangan lingkungan, sehingga tiang pertama dari era bisnis berbasis lingkungan dapat terwujud yaitu pemerintah, partai politik, organisasi kemasyarakatan, LSM, dan lembaga pendidikan yang berbasis lingkungan. (suntingan dari Crisis centre KWI, penyunting : j.sunarka,sj)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanperempuan.wordpress.com/143/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanperempuan.wordpress.com/143/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=143&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/08/01/era-bisnis-berbasis-lingkungan-jangan-pilih-partai-yang-tidak-punya-program-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.candy.net.au/cma2006/extranet/uploads/images/About/Environment.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anak Miskin dan Tak Berprestasi: Siapa Peduli?</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/07/27/anak-miskin-dan-tak-berprestasi-siapa-peduli/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/07/27/anak-miskin-dan-tak-berprestasi-siapa-peduli/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 01:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita mau peduli untuk menolong anak-anak miskin, rasanya memang tidak perlu bertanya tentang prestrasi mereka. Anak bisa berprestrasi kalau suasana mendukung seperti gizi, sarana belajar dan dukungan orang tua. Jangan harapkan mereka berprestrasi kalau masih disuruh &#8216;bekerja&#8217; dan bahkan masih jadi korban kekerasan dalam RT. Justru dengan bantuan kita,siapa tahu mereka bisa tambah semangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=96&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Kalau kita mau peduli untuk menolong anak-anak miskin, rasanya memang tidak perlu bertanya tentang prestrasi mereka. Anak bisa berprestrasi kalau suasana mendukung seperti gizi, sarana belajar dan dukungan orang tua. Jangan harapkan mereka berprestrasi kalau masih disuruh &#8216;bekerja&#8217; dan bahkan masih jadi korban kekerasan dalam RT. Justru dengan bantuan kita,siapa tahu mereka bisa tambah semangat untuk berani bermimpi untuk keluar dari kemiskinan.</em></p>
<p>{Suara Pembaruan] Anak-anak dari keluarga tidak mampu mengikuti proses belajar-mengajar di halaman Sekolah Rakyat Miskin, di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Pemberian beasiswa, pada umumnya selalu dikaitkan berprestasi. Artinya, beasiswa biasanya hanya diberikan kepada siswa secara ekonomi, keluarganya kurang mampu, tetapi menunjukkan berprestasi belajar atau akademik.<a href="http://www.worldvision.ca/Programs-and-Projects/Tsunami-Response/PublishingImages/tsunamichildrenslide295x337.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.worldvision.ca/Programs-and-Projects/Tsunami-Response/PublishingImages/tsunamichildrenslide295x337.jpg" alt="" width="166" height="189" /></a> Di sisi lain, sering kali pemberian beasiswa dikaitkan dengan ikatan dinas dari lembaga pemerintah ataupun perusahaan swasta. Biasanya siswa atau pun mahasiswa yang mendapat program beasiswa ikatan dinas ini, wajib mengabdi di lembaga pemberi beasiswa setelah pendidikannya selesai.</p>
<p>Tetapi, yang jelas, beasiswa ikatan dinas seperti itu, pasti untukanak yang berprestasi. Tentu saja, pemerintah daerah atau lembaga lainnya termasuk perusahaan besar, tidak mau mengambil risiko memberikan beasiswa bagi siswa yang tidak berprestasi. Lalu, bagaimana dengan yang miskin, tak tidak berprestasi?</p>
<p>Suatu ketika, staf Sampoerna Foundation berkunjung ke redaksi SP menjelaskan kerja mereka dalam mengumpulkan beasiswa. Dengan bangga staf lembaga pengumpul beasiswa dari perusahaan-perusaha an itu menceriterakan jumlah dana yang disalurkan bagi penerima beasiswa tersebut. Kriteria penerima beasiswa, tentu saja yang berprestasi. Ketika ditanya soal program beasiswa bagi mereka yang miskin, namun tidak berprestasi, dengan sinis orang itu mengatakan, &#8221;Sementara yang berprestasi. Kalau yang tidak berprestasi, mungkin ada pihak lain yang mengurusnya&#8217; &#8216;.</p>
<p>Jawaban seperti itu, tentu bisa menyakitkan bagi mereka yang miskin dan tidak berprestasi lagi. Kalau kriterianya harus berprestasi, sulit bahkan mungkin tidak akan pernah mereka mendapat kesempatan menerima beasiswa.</p>
<p><strong>Berdayakan yang Miskin</strong><span id="more-96"></span></p>
<p>World Vision Indonesia (WVI) adalah salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ikut memberikan bantuan pendidikan di Tanah Air. Hanya saja, organisasi ini tak mengenal istilah beasiswa pendidikan. Manajer Humas WVI John Nelwan yang sedang berada di Singkawang, Kalimantan Barat ketika dihubungi SP baru-baru ini menuturkan, lembaganya memang memberi bantuan kepada anak-anak miskin untuk keperluan pendidikan, namun namanya bukan beasiswa. Pemberian bantuan itu dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat secara holistik. Saat ini WVI membantu sekitar 8.000 anak miskin di delapan wilayah pelayanan di antaranya, yakni di Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Aceh, Jawa Timur, Nias, Sumatera Utara, Maluku Utara, dan DKI Jakarta.</p>
<p>Bantuan yang diberikan WVI itu kata Nelwan, tidak ada embel-embel prestasi. Sasarannya, adalah bantuan itu diberikan kepada anak yang sangat membutuhkan biaya untuk pendidikan tanpa melihat latar belakang suku, ras maupun agamanya. &#8221;Kita (WVI-red.) memberikan bantuan secara murni untuk membantu yang miskin agar bisa berubah,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>Terintegrasi</strong></p>
<p>Manager Area Development Programme (ADP), World Vision Indonesia (WVI) Surabaya, Jawa Timur, Joni Sirait yang dihubungi terpisah mengatakan, bantuan pendidikan yang diberikan lembaga ini terintegrasi dalam kegiatan pemberdayaan. Karena itu, memang tidak dikenal istilah beasiswa.</p>
<p>Pola pemberdayaan yang dilakukan WVI sangat komprehensif. Anak yang mendapat bantuan pendidikan, orangtuanya juga diberdayakan secara ekonomi, sesuai potensi yang bisa dikembangkan di daerahnya, sehingga sifatnya tidak karikatif. Diharapkan dengan pemberdayaan ekonomi itu, orangtua anak tidak tergantung, tetapi bisa mandiri, sehingga dapat membiayai kelanjutan pendidikan anak-anaknya. Pemberdayaan itu dilakukan melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM), di mana pengawasan bisa dilakukan oleh sesama anggota KSM.</p>
<p>Di Surabaya, WVI membina sekitar 6.000 anak, yang umumnya dari keluarga miskin kota. Bantuan kepada anak-anak itu, bukan atas dasar prestasi, tetapi bagaimana agar mereka terentas kemiskinannya. Filosofinya, adalah bahwa pintu keluar dari kemiskinan itu, tidak lain dengan pendidikan. Diharapkan dengan pendidikan yang mereka terima, suatu saat nasib anak-anak itu lebih baik dari keluarganya yang miskin sekarang.</p>
<p>WVI misalnya menjadi mediator membantu keluarga orangtua murid mendapatkan modal usaha dengan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) yang dikucurkan Bank Rakyat Indonesia. Di samping itu, WVI membantu anak-anak keluarga miskin dalam pengurusan akta lahir.</p>
<p>Tidak hanya itu, WVI juga terlibat dalam program pelatihan metode belajar yang menyenangkan atau tanpa tekanan. Prinsipnya adalah bagaimana mengajar yang aktif kreatif dan menyenangkan, sehingga anak-anak tertarik terus datang ke sekolah untuk belajar.</p>
<p>Mungkin saja apa yang dilakukan WVI ini juga banyak dilakukan LSM lainnya dan itu sangat bagus. Pola pemberdayaan seperti ini patut diadopsi oleh lembaga lain maupun pemerintah. Dan yang lebih penting adalah kepedulian kepada anak-anak yang miskin dalam hal pendidikan sangatlah perlu. Kalau bantuan beasiswa atau apa pun namanya atas dasar prestasi, boleh jadi anak-anak yang miskin itu tidak akan pernah punya kesempatan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.</p>
<p>Syukur-syukur kalau anak yang miskin dan kebetulan berprestasi dapat perhatian pemberi beasiswa, sehingga suatu saat nasibnya bisa berubah. Tetapi, mereka yang miskin dan tak berprestasi, kalau tidak ada yang peduli, boleh jadi seumur hidupnya tak punya peluang mengeyam pendidikan dan tentu saja akan terus miskin, lebih miskin dari orangtuanya sekarang. Sekarang maukah Anda peduli bagi miskin meskipun tak berprestasi? <a href="http://www.suarapem baruan.com/ News/2008/ 07/26/index. html">[SP/Marselius Rombe Baan/ Charles Ulag</a>]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanperempuan.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanperempuan.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=96&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/07/27/anak-miskin-dan-tak-berprestasi-siapa-peduli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.worldvision.ca/Programs-and-Projects/Tsunami-Response/PublishingImages/tsunamichildrenslide295x337.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan Indonesia dan Kebebasan Berekspresi</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/07/26/perempuan-indonesia-dan-kebebasan-berekspresi/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/07/26/perempuan-indonesia-dan-kebebasan-berekspresi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 05:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan Indonesia dinilai masih belum bisa menikmati kebebasannya. Banyak kasus menunjukan perempuan di bawah ancaman dan sulit untuk mengekpresikan diri secara maksimal.
&#8220;Saya contohkan, perempuan masih jauh dibandingkan laki-laki dalam bidang partisipasi ekonomi,&#8221; ungkap Gadis pendiri Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) Gadis Arivia. Gadis mengatakan itu saat perayaan ke-13 tahun YJP di Hotel Le Meridien, Jl Jend [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=84&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perempuan Indonesia dinilai masih belum bisa menikmati kebebasannya. Banyak kasus menunjukan perempuan di bawah ancaman dan sulit untuk mengekpresikan diri secara maksimal.<br />
&#8220;Saya contohkan, perempuan masih jauh dibandingkan laki-laki dalam bidang partisipasi ekonomi,&#8221; ungkap Gadis pendiri Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) Gadis Arivia. Gadis mengatakan itu saat perayaan ke-13 tahun YJP di Hotel Le Meridien, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Jumat (25/7/2008).<img class="alignleft" src="http://www.kenaam.com/wanita%20madura.gif" alt="" width="167" height="231" /></p>
<p>Sementara menurut praktisi film Nia Di Nata yang hadir dalam acara itu mengatakan dalam bidang media khsususnya perfilman, perempuan masih sebatas dijadikan objek. Sampai 24 Juli 2008, imbuh Nia, dari 48 film bioskop yang sudah diproduksi, hanya satu film yang menonjolkan sisi perempuan secara wajar.<br />
Oleh karena itu Nia mengajak perempuan untuk dapat membuat strategi melepaskan persoalan itu. Salah satunya dengan mempengaruhi media publik secara aktif. &#8220;Perempuan harus mempunyai pengaruh besar di media. Supaya citra tentang perempuan dapat berubah,&#8221; ucap Nia optimis. Selengkapnya baca di <a href="http://www.detiknews.com/read/2008/07/26/011131/978113/10/perempuan-indonesia-belum-menikmati-kebebasannya">detikcom.</a></p>
<p>Saya setuju sekali dengan pendapat di atas. Oleh karenanya penting sekali perempuan terus menerus belajar menyuarakan keprihatinannya dalam berbagai ekspresi. Yang mampu dan mau bisa belajar mulai dengan tulisan, memberikan wacana publik, dalam bentuk kreasi seni dan juga dituangkan dalam bentuk film, video dan foto.<span id="more-84"></span></p>
<p>Perempuan juga harus sampai pada keberanian dalam mengekspresikan keprihatinannya akan nasib perempuan lainnya. Dialam psikologi dikenal Human Motivation teorinya Mashlow , mengekspresikan diri menempati tingkat tertinggi sebagai bagian dari self actualization. Sementara untuk kebanyakan perempuan yang masih bergulat dengan masalah sekitar pusar atau pusat hidup, tidak pernah terfikirkan hal-hal kesetaraan gender yang diseminarkan di hotel berbintang. Mereka masih berkutat untuk mendapatkan minyak tanah, bagaimana bayar hutang ke warung, dan bayar uang buku paket yang ajubilah mahalnya. Karena kemiskinannya, mereka dipaksa menjadi kepala keluarga, akibat suami merantau dan tidak pernah mengirim uang.<img class="alignright" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/58/Maslow%27s_hierarchy_of_needs.svg/800px-Maslow%27s_hierarchy_of_needs.svg.png" alt="" width="322" height="209" /></p>
<p>Kalau perempuan yang sudah melewati kemapanan hidup, berhenti pada dirinya sendiri, mempercantik diri dan mempermak diri sendiri; rasanya perempuan jenis ini sudah mati rasa kemanusiaannya. Dia bukan lagi perempuan yang hidup dan bernafas ditengah masyarakatnya. Dia termasuk penderita penyakit narsis, bahkan ia bisa &#8216;membeli&#8217; dunia disekitarnya.</p>
<p>Seharusnya aturan keterwakilan 30 % perempuan bisa menjadi &#8216;nafas hidup&#8217; dalam masyarakat. Apakah para perusahaan publik berani juga memberi porsi yang sama di jajaran direksinya? Apakah dalam ormas dan organisasi keagamaan berani juga memberi kesempatan 30 % wanita dalam kepengurusan di tingkat pusatnya?  Apakah di jajaran media juga nampak keterwakilan perempuan baik para jurnalis, fotografer dsb? Atau hanya ada cukup berhenti di porsi media yang khusus menghidangkan porsi bagi para  &#8216;wanita&#8217; sejauh resep makanan dan cara mempercantik diri? Self actualization harus terus diupayakan dan ditingkatkan sampai ke ruang publik. Sehingga perempuan pun juga harus memacu dirinya agar tidak hanya menjalankan fungsinya di dalam dapur tetapi juga ambil bagian sebagai warga masyarakat dan berani ambil bagian dalam ruang publik.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanperempuan.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanperempuan.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=84&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/07/26/perempuan-indonesia-dan-kebebasan-berekspresi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kenaam.com/wanita%20madura.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/58/Maslow%27s_hierarchy_of_needs.svg/800px-Maslow%27s_hierarchy_of_needs.svg.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>