<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Saatnya HATI NURANI bicara &#187; papua</title>
	<atom:link href="http://tulisanperempuan.wordpress.com/tag/papua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com</link>
	<description>Dipersembahkan untuk pencerahan dan bertukar karya bagi perempuan Indonesia.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Mar 2009 06:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tulisanperempuan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d1fac9ed916fb990b10ab76399c82ea0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Saatnya HATI NURANI bicara &#187; papua</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tulisanperempuan.wordpress.com/osd.xml" title="Saatnya HATI NURANI bicara" />
		<item>
		<title>Kematian Ibu adalah Kemunduran Bangsa</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/12/01/kematian-ibu-adalah-kemunduran-bangsa/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/12/01/kematian-ibu-adalah-kemunduran-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 17:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[sosial masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[neonatal]]></category>
		<category><![CDATA[obstetri]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah kita menyakitkan-nya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya?
Mencaci maki-nya?
Melawan-nya?
Memukul-nya?
Mengacuhkan-nya?
Meninggalkan-nya?
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberika n ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian.
SADARILAH bahwa di Dunia ini ga da 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi&#8230;
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=702&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><a href="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/25/3099490p.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/25/3099490p.jpg" alt="" width="161" height="229" /></a></strong>Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah kita menyakitkan-nya?<br />
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya?<br />
Mencaci maki-nya?<br />
Melawan-nya?<br />
Memukul-nya?<br />
Mengacuhkan-nya?<br />
Meninggalkan-nya?<br />
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,<br />
Memberika n ASI waktu kita bayi,<br />
Mencuci celana kotor kita,<br />
Menahan derita,<br />
Menggendong kita sendirian.</p>
<p>SADARILAH bahwa di Dunia ini ga da 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi&#8230;<br />
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita…<br />
Kirimkan ke 10 orang agar IBU KITA PANJANG UMUR</p>
<p><em>Mungkin anda mendapat kiriman di atas baik di email, FS, FB dsb. Terkesan sederhana, tapi dalam maknanya bila kita sadar betapa banyaknya ibu-ibu di pedalaman Indonesia (terpaksa) mati karena minimnya sarana dan prasarana. Sudah miskin, mati pula. Lalu siapa yang akan mengurus anak-anaknya yang lain? Maka marilah kita saling mengupayakan apa yang terbaik di lingkungan sekitar kita, agar kehidupan dipelihara dengan layak sehingga bangsa ini bisa melahirkan generasi yang sehat, berbudaya dan berprestasi.[RA]<br />
</em><br />
<strong>Sulitnya Mengatasi Kematian Ibu-Anak</strong><a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/25/0035038/sulitnya.mengatasi.kematian.ibu-anak">[KOMPAS]</a> &#8211; Yurnaldi</p>
<p>Panas sungguh terik di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (22/11) siang. Sejumlah anak menangis dalam gendongan ibunya. Gerah, barangkali. Mungkin juga lapar. Sebagian, tampak bermain sekedarnya di ruang sempit Posyandu Ottauw, Kampung Sereh.</p>
<p>Ketika pejabat datang, seusai pencanangan Revitalisasi Posyandu dan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), anak batita (bawah tiga tahun) dan balita (bawah lima tahun) ditimbang gantung. Sebagian anak memberontak, menangis.</p>
<p>Ada sejumlah anak batita dan balita menderita penyakit kulit serta gizi kurang. Namun, hari itu bukan untuk mendata penyakit tersebut, kecuali untuk menunjukkan aktivitas Posyandu yang dilengkapi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).</p>
<p>Yoas, seorang ibu (22) berharap bagaimana agar kesehatan anak-anaknya dan juga dirinya bisa lebih diperhatikan. &#8220;Selama ini pelayanan kesehatan hanya dilakukan oleh kader Posyandu,&#8221; ujar ibu itu. Harapan ibu Yoas, dan juga ibu-ibu lainnya di Jayapura, sama halnya dengan tekad Provinsi Papua, yang mencanangkan Menuju Papua Baru; Ibu Sehat Anak Sehat.<span id="more-702"></span></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Bagus Sukaswara mengungkapkan, angka kematian ibu melahirkan di Papua 396 per 100.000 kelahiran hidup dan kematian bayi 52 per 1.000 kelahiran hidup.</p>
<p>&#8220;Yang mendesak, ini persoalan krusial dan kritis, adalah penyediaan tenaga kesehatan yang berdaya tinggal tinggi. Kalau tidak, saya khawatir, ibu-ibu hamil dan bayi di pelosok-pelosok kampung di Papua, terancam tidak mendapatkan pelayanan dan perawatan kesehatan sebagaimana mestinya,&#8221; ujar Bagus.</p>
<p>Direktur Bina Kesehatan Ibu Departemen Kesehatan Sri Hermiyanti Yunizarman mengakui, Papua merupakan satu dari 13 provinsi di Indonesia yang angka kematian ibu dan bayi masih tinggi, cakupannya di bawah 75 persen.</p>
<p>Menurutnya, saat ini derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih belum memuaskan. Hal ini antara lain ditandai dengan tingginya angka kematian ibu, yaitu 334/100.000 per kelahiran hidup yang merupakan angka tertinggi di antara negara-negara ASEAN.</p>
<p>Data Depkes menyebutkan, penyebab langsung kematian ibu 28 persen karena pendarahan, eklamsia (24 persen), komplikasi puerperium (8 persen), abortus (5 persen), partus macet/lala (5 persen), trauma obstetrik (5 persen), emboli obstetrik (3 persen), dan lain-lain (11 persen).</p>
<p>Adapun penyebab langsung kematian bayi baru lahir, 29 persen disebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR), asfiksia (13 persen), tetanus (10 persen), masalah pemberian makan (10 persen), infeksi (6 persen), gangguan hematologik (5 persen), dan lain-lain (27 persen).</p>
<p>Data yang diperoleh Kompas dari Millennium Development Goals dalam laporan 2007/2008 menyebutkan, setiap tahun sekitar 18.000 perempuan di Indonesia meninggal akibat komplikasi dalam persalinan. Melahirkan yang seyogyanya menjadi peristiwa bahagia, tetapi seringkali berubah menjadi tragedi.</p>
<p>Karena itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari berharap agar jajaran pemerintah kota dan kabupaten dapat meningkatkan perhatian terhadap status kesehatan, terutama penurunan angka kematian ibu dan anak.<br />
<strong><br />
Kondisi Kritis</strong></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Papua Bagus Sukaswara melukiskan kondisi pelayanan kesehatan di daerahnya sebagai krusial dan kritis. Ia melukiskan, tingginya angka kematian ibu dan anak di Papua karena pertolongan persalinan yang dilakukan tenaga kesehatan masih di bawah 75 persen. Bidan atau tenaga kesehatan jumlahnya pun tak lebih dari 60 persen.</p>
<p>&#8220;Jumlah bidan yang ada sekarang tak lebih dari 1.000 orang. Dari jumlah yang ada itu, jika mereka menikah, sering &amp;apos;lari&amp;apos; , maksudnya mengikuti kepindahan suaminya, yang umumnya polisi dan tentara,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di Papua ada 3.300 kampung. Terbuka lebar untuk menjadi bidan di sana. Persoalannya, profesi bidan kurang diminati, karena medan tugas yang jauh di pelosok.</p>
<p>&#8220;Bekerja sebagai bidan, yang dibutuhkan adalah sepatu yang baik, kaki yang kuat dan berdaya tinggal tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, banyak banyak masyarakat yang memilih untuk persalinan secara tradisional, tanpa dibantu bidan. &#8220;Bukan cuma di Papua, di daerah lain juga begitu,&#8221; kata Direktur Bina Kesehatan Ibu, Departemen Kesehatan, Sri Hermiyanti.</p>
<p>Ia menggambarkan, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Indonesia sekitar 75 persen sehingga masih banyak pertolongan persalinan yang dilakukan oleh dukun bayi yang menggunakan cara-cara tradisional.</p>
<p>Banyak ibu-ibu di Papua mengaku lebih memilih tenaga tradisional. Kenapa? Banyak alasan. Salah satunya, karena biayanya murah dan dapat dibayar dengan hasil pertanian atau barang-barang lain. Mereka yakin, tenaga persalinan tradisional lebih mudah ditemukan dan beranggapan bahwa mereka lebih memberikan perawatan pribadi.</p>
<p>Sri Hermiyanti juga mengakui, salah satu kendala utama lambatnya penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia adalah hambatan terhadap penyediaan dan akses pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal.</p>
<p>Jika pada hari Kesehatan Nasional ke-44 tahun 2008 tema yang diangkat Rakyat Sehat, Kualitas Bangsa Meningkat, maka Kondisi Ibu dan anak di Papua, cerminan kualitas bangsa yang rendah. Cerminan pelayanan kesehatan publik yang rendah.</p>
<p>Siapa sangka, di balik tanah Papua yang kaya, ternyata kesehatan masyarakatnya memprihantinkan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/702/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=702&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/12/01/kematian-ibu-adalah-kemunduran-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kompas.com/data//photo/2008/11/25/3099490p.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Surat Terbuka (ttg Dengar Pendapat RUU Pornografi di Yogya)</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/18/surat-terbuka-ttg-dengar-pendapat-ruu-pornografi-di-yogya/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/18/surat-terbuka-ttg-dengar-pendapat-ruu-pornografi-di-yogya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 13:48:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[pansus]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[rasis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[Dengan hati pedih saya membaca email ini, walaupun saya orang jawa saya ikut tertusuk dengan perkataan anggota dewan yang terhormat. Saya tidak minta untuk dilahirkan jadi orang jawa, maka saya tidak berhak mendakwa bahwa suku lain lebih rendah atau merasa lebih tinggi dari yang lain. Beginilah kualitas anggota legislatif yang menjadi Ketua PANSUS. Tragis. (RA)
Surat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=537&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" src="http://farm1.static.flickr.com/8/8512554_94caa8d980.jpg" alt="" width="128" height="97" /><em>Dengan hati pedih saya membaca email ini, walaupun saya orang jawa saya ikut tertusuk dengan perkataan anggota dewan yang terhormat. Saya tidak minta untuk dilahirkan jadi orang jawa, maka saya tidak berhak mendakwa bahwa suku lain lebih rendah atau merasa lebih tinggi dari yang lain. Beginilah kualitas anggota legislatif yang menjadi Ketua PANSUS. Tragis. (RA)</em></p>
<p>Surat Terbuka dari Yogyakarta, 16 Oktober 2008</p>
<p><span style="font-size:x-small;">Posted by: &#8220;dcute_ema&#8221; <a rel="nofollow" href="mailto:dcute_ema%40yahoo.co.id" target="_blank">dcute_ema@yahoo. co.id</a><br />
</span></p>
<p>Kepada kawan-kawanku Bangsa Indonesia</p>
<p>Kawan,</p>
<p>Senin, 13 Oktober 2008 kemarin, saya dan teman-teman Forum Yogyakarta untuk Keberagaman (YuK!) mengikuti acara `Dengar Pendapat dalam Rangka Uji Publik RUU Pornografi&#8217;. Acara yang diadakan oleh Pansus RUU Pornografi dari DPR berlangsung di Gedung Pracimosono, Kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Pansus RUU Pornografi, Balkan Kaplale, juga datang ke acara itu.</p>
<p>Sekitar enam puluh orang —pro (mayoritas) maupun kontra— hadir sebagai peserta forum. Dalam sesi dengar pendapat pertama, enam peserta dipilih untuk bicara. Acara sudah berlangsung sekitar 1 jam saat seorang kawan dari Papua, Albert, ditunjuk moderator untuk menyampaikan pendapat.</p>
<p>Albert datang mewakili 3000 mahasiswa Papua di Jogja, dan telah meminta ijin pada dewan adat dan tokoh masyarakat Papua untuk mewakili warga Papua dalam menyampaikan aspirasi. Di forum, ia mengusulkan agar RUU Pornografi tidak disahkan. Sebab, RUUP tidak memberi ruang bagi kaum minoritas, dan membuat Negara Indonesia seolah-olah hanya milik sekelompok orang. Jika RUUP disahkan, lebih baik Papua melepaskan diri saja, karena tidak diperlakukan adil.</p>
<p>Saat giliran Pansus bicara, Balkan Kaplale langsung menanggapi pernyataan Albert. Balkan menyapa Albert dengan sebutan &#8220;Adinda&#8221; dan berkata: &#8220;Jangan begitu dong ah..overdosis. .tak usah ngapain keluar dari NKRI. Timor-timur aja perdana menterinya kemaren mengadu ke Komisi 10, nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang. Betul, belajarlah ke Ambon, saya kebetulan dari Saparua loh. Kalau mendengar begini tersinggung! Belajar baik-baik dari Jawa! (diucapkan dengan kencang dan bernada bentakan)&#8221;</p>
<p>Balkan juga berkata &#8220;Belajarlah baik-baik! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya perbaikan keturunan! (membentak)&#8221; Sebagian besar peserta forum langsung tertawa mendengar kalimat itu. Namun kemudian beberapa peserta lain dan para wartawan berteriak, <strong>&#8220;Rasis! DPR Rasis!!&#8221;</strong></p>
<p>Balkan: &#8220;Diam dulu nanti kita kasih kesempatan bicara, sampai malam kita di sini! Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!&#8221;<span id="more-537"></span></p>
<p>***<em></em></p>
<p><em>&#8220;Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya perbaikan keturunan!&#8221;</em></p>
<p>Kawan,</p>
<p>Hati saya sakit sekali saat mendengar perkataan Balkan Sang Anggota DPR sekaligus Ketua Pansus RUUP. Padahal kata-kata itu tidak ditujukan pada saya. Saya bukan orang Papua. Saya tak bisa membayangkan, bagaimana perasaan Albert dan kawan-kawan lain dari Papua mendengar ungkapan Balkan yang bernada kasar dan isinya jelas menghina itu. Betapa pedihnya!<br />
Yang membuat hati saya lebih sakit lagi, sebagian besar peserta forum yang mayoritas dari etnis Jawa, langsung tertawa saat mendengar ucapan Balkan. Mengapa masih bisa tertawa saat ada saudara kita yang dihina? Apa karena Balkan meninggikan etnis Jawa, lantas kita layak tertawa bahagia?</p>
<p>Kita adalah saudara. Sabang sampai Merauke. Kita: orang Batak, Jawa, Sunda, Betawi, Madura, Dayak, Bugis, Flores, Papua, dan lain-lain; telah berikrar untuk bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.<br />
Kita setara. Tidak ada satu suku atau etnis pun yang tebih tinggi derajatnya dari yang lain. Tidak ada pula yang lebih tidak beradab. Sebagai kesatuan, mestinya kita bersedih jika saudara kita direndahkan karena etnisnya berbeda dengan kita. Bukan tertawa. Mestinya rasa empati dan solidaritas kita tumbuh. Mestinya kita menggugat hinaan itu! Bukan malah ikut tertawa menghina. Saya kecewa, Kawan.</p>
<p>Perbedaan etnis, suku, budaya bukanlah perkara salah-benar. Tiap kelompok harusnya menyadari bahwa sejak awal Indonesia memang beragam. Merasa diri lebih tinggi derajatnya dari kelompok lain hanya akan<br />
menimbulkan konflik. Yang merasa diri paling benar memaksakan keyakinan kelompoknya pada orang lain. Yang merasa diri beradab menghujat kelompok yang dianggap tidak beradab.</p>
<p>Kawan,</p>
<p>Menurut saya perbedaan adalah perkara bagaimana kita berbesar hati untuk menerima dan menghargai orang atau kelompok yang tidak sama dengan kita. Andai kita semua mau membuka hati terhadap perbedaan dan memiliki toleransi, saya yakin tak seorang pun akan tertawa saat mendengar ucapan Balkan tadi.</p>
<p>***<br />
<em><br />
&#8220;Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya perbaikan keturunan!&#8221;</em><br />
<em><br />
&#8212;&#8221;DPR Rasis!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!&#8221;</em></p>
<p>Kawan-kawanku,</p>
<p>Saya heran sekali dengan kalimat terakhir itu. Apa yang Balkan maksud dengan hak ketua DPR dan hak Ketua Pansus? Hak untuk menghina orang lain? Saya rasa, tidak ada orang yang memiliki otoritas menghina orang lain, sekalipun ia pejabat pemerintahan. Kata-kata Balkan terkesan sangat otoriter, seolah-olah ia berhak melakukan apapun sebab ia adalah anggota DPR.<br />
Menurut Pansus RUU Pornografi dan pihak yang setuju terhadap disahkannya RUUP, RUU ini tidak akan menimbulkan disintegrasi bangsa. Alasan mereka, RUU ini tidak diskriminatif. RUUP mengakomodir kepentingan seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional.<br />
Mari kita gugat pernyataan itu, kawan! Benarkah RUU ini mengakomodir semua itu dan tidak diskriminatif? Pertanyaan ini sangat patut dilayangkan dan dijadikan bahan pertimbangan, sebab ternyata Balkan Kaplale, anggota DPR RI dan ketua Pansus yang menyusun RUUP adalah seseorang yang Rasis!</p>
<p>Kawan,</p>
<p>Seseorang yang sudah tidak adil sejak dalam pikirannya tidak akan bisa bertindak adil dalam perbuatannya. Perkataan Balkan Kaplale pada Albert yang rasis dan menghina menunjukkan pikirannya yang tidak adil<br />
terhadap saudara-saudara kita orang Papua. Maka saya berani berkata, RUUP yang diketuai oleh orang rasis dan tidak adil itu tidak layak disahkan!</p>
<p>Dengan cinta pada bangsa dan Negara Indonesia,</p>
<p><strong><br />
Maria Listuhayu.</strong></p>
<p>* <strong>saya memiliki rekaman rapat dengar pendapat umum ini, silahkan <a href="http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/11/09/surat-terbuka-dari-jogya-lanjutan/">klik disini.</a><br />
</strong></p>
<p><strong>** tulisan ini akan dikirim ke media sebagai surat terbuka. `</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/537/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=537&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/18/surat-terbuka-ttg-dengar-pendapat-ruu-pornografi-di-yogya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm1.static.flickr.com/8/8512554_94caa8d980.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dari Sabang Sampai Merauke</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/17/dari-sabang-sampai-merauke/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/17/dari-sabang-sampai-merauke/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 01:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[bendera]]></category>
		<category><![CDATA[GAM]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[ Sementara anak-anak SD masih menyanyikan lagu ini dengan kata-kata yang sama di jaman kita kecil, lagu Dari Sabang Sampai Merauke sekarang ini bukan hanya jajaran pulau-pulau saja. Dalam minggu ini dua berita headline menyeruak dari ujung barat dan ujung timur Indonesia, dari daratan tanah Serambi Mekah dan tanah Papua. Tumpukan satu demi satu kekecewaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=529&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.elsam.or.id/img/asasi/2002_0506/11.gif"><img class="alignleft" src="http://www.elsam.or.id/img/asasi/2002_0506/11.gif" alt="" width="183" height="133" /></a> Sementara anak-anak SD masih menyanyikan lagu ini dengan kata-kata yang sama di jaman kita kecil, lagu Dari Sabang Sampai Merauke sekarang ini bukan hanya jajaran pulau-pulau saja. Dalam minggu ini dua berita headline menyeruak dari ujung barat dan ujung timur Indonesia, dari daratan tanah Serambi Mekah dan tanah Papua. Tumpukan satu demi satu kekecewaan dan kegetiran yang saling tumpang tindih tidak terselesaikan bertahun-tahun kali ini muncul kembali. Kejadian ini kembali berulang seperti api dalam sekam yang tinggal menunggu waktunya meledak. Lagu ini menjadi lagu sendu nasionalisme ditengah 100 tahun kebangkitan nasional.</p>
<p>Hasan Tiro kembali pulang ke Aceh dan ditengah hiruk pikuk handai tolan dan para simpatisannya dalam upacara &#8217;silaturahmi&#8217; di tanah kelahiran itu,  berkibarlah bendera GAM , Gerakan Aceh Merdeka. Di saat rindu kampung halaman, disitulah juga timbul kerinduan akan impian yang tertimbun dalam hati selama bertahun-tahun.</p>
<p>Di saat yang hampir bersamaan, hari rabu lalu diujung timur  berkibaran bendera Bintang Kejora. Seorang kawan menyampaikan jika selama ini pengibaran bendera Bintang kejora sering terjadi di daerah pegunungan (daerah Paniai, Mimika dsk), maka sekarang gerakan ini sudah bergerak ke daerah pantai dan masuk ke jantung pemerintahan. Bendera-bendera tersebut dikibarkan di halaman kantor Bupati, kantor DPRD, kantor pariwisata dan di pasar Kalibobo di Nabire. Bendera-bendera tersebut dipasang pada dini hari, ketika listrik tiba-tiba padam. Kok ya  kebetulan padam?</p>
<p>Reaksi para pejabat rupanya senada, baik yang di barat pun di timur. No action, business as usual. Sedih sekali, penderitaan dan kepedihan bertahun-tahun tidak ada tanggapan. Seolah kehidupan mengalir begitu saja seperti angin lalu. Apapun alasan para pejabat tersebut, tetap ada sekolompok orang yang ingin menyatakan keinginannya untuk melepaskan diri. Terlepas apa hasil yang telah dicapai dalam puluhan tahun terakhir ini, gerakan separatisme masih menjadi ancaman bangsa ini. Sementara krisis global sudah didepan mata, dan semua jajaran elit parpol sedang sibuk mendandani diri menjual jatidiri dan janji terbaiknya menjelang kampanye, lalu siapakah yang perduli dengan suara sebagian anak bangsa yang merasa dianaktirikan di &#8216;rumah&#8217;nya sendiri?</p>
<p>Dimana rasa &#8217;send of crisis&#8217; para pemimpin bangsa ini? dimana kah hati ibu pertiwi yang menengok dan memperhatikan setiap jeritan anak-anaknya? Tidak adakah upaya untuk mendengar dan berdialog serta mencari solusi bersama agar tercapai win-win solution ? Musyawarah  rasanya masih menjadi barang langka. Akhirnya kita cuma bisa menjawab lagu &#8220;Dari Sabang Sampai Merauke&#8221; yang mencemaskan ini dengan lagu &#8220;Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati, air matanya berlinang&#8230;&#8221;</p>
<p>Maafkan aku bunda. Aku hanya bisa mengusap air matamu, belum bisa membuatmu tersenyum.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/529/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=529&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/10/17/dari-sabang-sampai-merauke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.elsam.or.id/img/asasi/2002_0506/11.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Email Dari Seorang Guru di Nabire</title>
		<link>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/07/30/email-dari-seorang-guru-di-nabire/</link>
		<comments>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/07/30/email-dari-seorang-guru-di-nabire/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 02:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tulisanperempuan.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Saya sertakan email dari seorang rekan guru matematika ini agar kita bisa membayangkan kesulitan yang dihadapi dunia pendidikan di ujung timur negri ini. Orang miskin disana terpaksa membayar lebih mahal untuk mendapatkan buku paket dibandingkan kita yang hidup dipulau Jawa. Kualitas SDM yang sangat rendah pun menyulitkan mereka keluar dari kemiskinan. Kemiskinan memang bisa terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=124&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;">Saya sertakan email dari seorang rekan guru matematika ini agar kita bisa membayangkan kesulitan yang dihadapi dunia pendidikan di ujung timur negri ini. Orang miskin disana terpaksa membayar lebih mahal untuk mendapatkan buku paket dibandingkan kita yang hidup dipulau Jawa. Kualitas SDM yang sangat rendah pun menyulitkan mereka keluar dari kemiskinan. Kemiskinan memang bisa terjadi akibat struktural seperti minimnya prasarana. Jangan salahkan pemerintah saja untuk menjadikannya sempurna dalam 5 tahun tapi mari kita lakukan yang terbaik semampu kita bagi negri ini. Walaupun rasanya seperti menggarami lautan, tapi untuk satu dua anak di pedalaman tindakan kita menjadi berarti bagi mereka. (RA) <img class="alignleft" src="http://www.cenderawasihpos.com/gambar/Sentani-11-06-fotoA.JPG" alt="" width="228" height="170" /></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">Mbak Ratna kinasih,</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">menyambung email kemarin berkenaan dengan buku pelajaran dan khususnya LKS. Jika memang bisa diusahakan di Jawa saya kira juga lebih baik, karena harga di jawa jauh lebih murah. Setelah saya muter-muter, saya dapatkan informasi bahwa di nabire ini harga sebuah LKS matematika untuk kelas 1 bisa mencapai 10 rb/buku (beli minimal 100 buku). Padahal dalam setahun seorang anak butuh 2 buah buku. Jika di Jawa harga eceran paling tinggi 7 rb rupiah. Kenapa bisa demikian? Ya karena transportasi dari jawa ke papua ini memang amat mahal. Lha sekarang mangga saja panjenengan mau bantu saya dan anak-anak untuk mengirim LKS matematika kelas 1 dalam bentuk buku atau mengirim dana dan saya belikan di sini, he…. Jika dalam bentuk uang ya tinggal dikalikan saja: 200 X Rp. 10 rb. Oh ya jangan lupa tolong carikan bahan pembelajaran multimedia karena kami baru dibelikan komputer sehingga anak-anakbisa belajar sendiri. Disini mana ada yang begituan?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemarin saya mengadakan tes penjajagan anak-anak kelas <strong>1 SMA</strong> yang baru masuk dengan materi <strong>matematika kelas 6 SD.</strong> Dari 30 buah soal, rata-rata seorang siswa bisa menjawab benar hanya 8 soal, alamakkkkkk &#8230;..Kepada mereka saya berikan 30 buah materi soal matematika  (soal-soal saya ambil dari contoh-contoh yang tertulis dalam buku paket), dan dari test itu saya dapatkan data sbb:<span id="more-124"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">13 anak tidak satu pun mempunyai jawaban benar, alias salah semua</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">14 anak benar 1</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">7<span> </span>anak benar 2</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">9<span> </span>anak benar 3</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">5<span> </span>anak benar<span> </span>4</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1<span> </span>anak benar 6</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">4<span> </span>anak benar 7</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1<span> </span>anak benar 8</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">3<span> </span>anak benar 10</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2<span> </span>anak benar 11</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2<span> </span>anak benar 12</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1<span> </span>anak benar 15</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1<span> </span>anak benar 18</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mau tahu soal yang saya berikan? Sebagian soalnya sbb:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span>– 5 + 3 = ….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span>KPK dari 15, 21 dan 60 adalah ….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span>3.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span>Bentuk pecahan desimal dari 1/25 adalah…</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span>4.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span>Bentuk persen dari 12/20 adalah…</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span>5.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span>0,12 + 2,046 =….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span>9.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span>6 : 0,12 =</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;"><span>10.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span>Sebuah balok berukuran panjang 5 cm, lebar 4 cm dan tinggi 2,5 cm, maka volumenya =…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Trus apa mampu mereka diajarkan integral dll? Jika lulusannya tidak lebih dari 20% yang melanjutkan ke PT, apakah SMA masih merupakan pilihan strategis? Dari 20% itupun (saya rasa tidak sampai segitu) yang sungguh asli papua hanya sebagian kecil saja. Terus sebenarnya kita ini mau melayani siapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mbuh ra weruh, yang jelas saya akan coba jalani perutusan ini semampu saya. Ok itu kabar dari saya yang sedang bergelut dengan kebodohan dan pembodohan. Sumangga didiskusikan dengan rekan di Jakarta saja ya. Pokoknya saya manut. Selamat berjuang. Salam dan doaku untuk keluarga.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tulisanperempuan.wordpress.com/124/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tulisanperempuan.wordpress.com/124/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tulisanperempuan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tulisanperempuan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tulisanperempuan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tulisanperempuan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tulisanperempuan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tulisanperempuan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tulisanperempuan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tulisanperempuan.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tulisanperempuan.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tulisanperempuan.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tulisanperempuan.wordpress.com&blog=4282744&post=124&subd=tulisanperempuan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tulisanperempuan.wordpress.com/2008/07/30/email-dari-seorang-guru-di-nabire/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ded0f136f194308eecba58cda9fb2d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.cenderawasihpos.com/gambar/Sentani-11-06-fotoA.JPG" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>