Saatnya HATI NURANI bicara


H-9: Golput dan Suara Hangus
March 31, 2009, 1:01 pm
Filed under: politik | Tags: , ,

Tinggal 9 hari lagi PEMILU digelar, ditengah masih semrawutnya DPT (data pemilih tetap), kebingungan masyarakat juga semakin dirasakan. Itulah paradoks demokrasi, semakin dibuka alam demokrasi, semakin banyak yang memilih golput. Terlalu banyak parpol, terlalu banyak pilihan.

Yang  sudah dipastikan 9 April adalah Hari Libur Nasional berdasarkan KEPPRES no 7/2009. Artinya tidak ada alasan untuk tidak  datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih dengan alasan harus bekerja. Masyarakat dihimbau kembali ketempat dimana mereka didaftarkan.  Kalaupun tidak yakin terdaftar, sebaiknya bawa KTP anda dan tanyakan pada KPPS di kelurahan setempat.

Memilih Golput sama dengan memilih pihak lain, bahkan yang berseberangan dengan kita, untuk menang. Inilah kesempatan kontituen menentukan caleg yang bisa dipercaya mampu mengalirkan aspirasinya. Parpol akan berheti bercuap-cuap dan beriklan begitu hari pemilihan berlangsung, tapi caleg yang terpilih akan terus terlibat kontrak selama 5 tahun dengan konstituen. Bahkan parpol sulit untuk semena-mena dengan PAW (Pergantian Antar Waktu) menggantikan caleg dengan suara terbanyak kalau tidak ingin kredibilitas parpol turun dimata konstituen.

Disisi lain, menggunakan hak pilih khususnya bagi penentuan anggota DPR, bisa menjadi ’suara hangus’ bila caleg pilihan anda berada pada parpol yang  tidak lolos Parlementary Threshold. UU Pemilu 10/2008 mensyaratkan hanya parpol yang mendapatkan perolehan suara  nasional diatas 2,5 % yang berhak atas kursi DPR RI yang ada di dapilnya. Dengan peraturan ini diperkirakan akan ada puluhan parpol yang ‘terbantai’ dan tidak dapat berlaga lagi di tahun 2014.  Suara yang hangus karenanya bisa mencapai 20 juta suara. Lalu dikemanakan suara ini? (more…)



Gus Sholah: Jangan Pedulikan Partai, yang Penting Calonnya!
January 13, 2009, 7:42 am
Filed under: politik | Tags: , ,

Ini baru namanya demokrasi, biarpun kakak beradik, Gus Sholah punya pendapat berbeda tentang Pemilu sementara kakaknya Gus Dur mengkampanyekan Golput. Ini juga yang saya katakan setiap sosialisasi ke lapangan, pilihlah siapa saja yang menurut para konstituen baik dan bisa dipercaya. Golput tidak akan menyelesaikan masalah bangsa ini karena memilih untuk status quo. (RA)

JAKARTA, RABU – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Shalahuddin Wahid tak setuju dengan ajakan untuk tak memilih dalam Pemilu 2009. Pendapatnya ini bertentangan dengan sang kakak, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang justru bersemangat menyuarakan golongan putih (golput).

Ia mengatakan, golput seharusnya bukan berarti tak memilih. “Artinya, tidak memilih yang jelek, yang buruk. Tapi masak enggak ada yang bagus? Kita boleh memilih calon, tidak perlu memilih partai. Mari kita cari anggota DPR yang baik darimanapun partainya. Persetan dengan partai, kalau tidak percaya dengan partai. Tapi percayalah masih ada anak bangsa kita yang punya kemampuan,” kata pria yang akrab disapa Gus Sholah, usai mengikuti dialog antar keluarga pahlawan, Rabu (19/11), di Jakarta.

Cucu pendiri NU KH Hasyim Ashari ini mengatakan, calon dan pemimpin yang baik adalah orang yang memiliki kejujuran, integritas, dan tidak mementingkan diri sendiri.(Inilah.com)



Siapa Caleg Pro Rakyat?
January 8, 2009, 12:48 pm
Filed under: artikel, politik | Tags: , , ,

Saya menemukan blog pendidikan politik independen, netral lintas parpol, yang sangat baik digunakan sebagai rekomendasi. Akhirnya saya sempat juga bertemu dengan pemiliknya, bang Indra, anak muda idealis, yang sungguh punya komitmen tinggi bagi pendidikan politik publik. Terus terang sebagai caleg, saya sendiri banyak menerima tawaran pembuatan blog, bahkan EO yang menawarkan jadi campaign manager, tentunya tidak free. Tapi blognya bang Indra ini justru unik, karena tidak bisa di ‘beli’ dan sangat ketat dalam menjaring caleg untuk ditayangkan di blog nya. Sementara itu artikel-artikelnya sungguh bermanfaat, bahkan beberapa artikelnya dibajak website berbayar lainnya yang katanya PROFESIONAL, tapi kenyataannya tidak punya integritas dengan tidak mencantumkan sumbernya. Hiks… (RA)

Seiring banyaknya masukan pembaca lewat kolom komentar, maupun berbagai saran secara langsung. Maka perlu pengujian lebih lanjut benarkah ada atau terdapat caleg pro rakyat? Atau hanya sekedar klaim saja; mengaku pro rakyat agar menang di pemilu nantinya?

OK&V adalah simbol atau kode terhadap caleg yang baik (OK) dan (&) benar (V). Sebuah upaya pribadi (ijrsh) menghimpun persuasi pemilih untuk memenangkan caleg yang pro rakyat. Siapa caleg pro rakyat dimaksud dalam blog ini ?

Simpel saja!. Personal yang tidak punya track record menyakiti hati rakyat, bahkan bagus bila sudah punya investasi atau sumbangsih diri terhadap rakyat. Kategori yang saya pakai adalah bahwa personal yang jujur, ber-visi, ber-inspirasi pro rakyat serta punya kapasitas diri (kompetensi) mewujudkan visi dan inspirasi dimaksud adalah caleg pro rakyat (OK&V).

Kepada personal/pribadi yang demikianlah maka profilnya dimuat diberbagai blog ijrsh secara gratis. Berangkat dari asas Independen & Kepercayaan, demikian saya percaya saja kiriman data mereka atau teman/tim mereka lewat email untuk dimuat profilnya dalam blog ini. Dan data saya posting permanen sebagai bentuk publikasi kontrak politik ter-ekspos kepada publik.

Seiring banyaknya masukan pembaca lewat kolom komentar, maupun berbagai saran langsung kepada saya. Maka perlu pengujian lebih lanjut benarkah mereka ini pro rakyat? Atau hanya nekat saja mengaku pro rakyat agar menang di pemilu nantinya?

Untuk mengetahui siapa saja caleg pro rakyat, silahkan meneruskannya di blog pendidikan politik independen Gerakan Moral Nasional disini.



Amir Membolos, DPR juga
December 21, 2008, 12:36 am
Filed under: politik | Tags: , ,

Minggu ini banyak ibu repot mengatur jadual pengambilan raport, terutama para ibu bekerja yang kantornya jauh dari sekolah anak. Lebih repot lagi kalau anaknya lebih dari satu dan bersekolah dilain tempat. Wah Jakarta tambah macet deh ! Ampyuuun… Saya tidak pernah menargetkan anak untuk masuk ranking, mengingat beban pelajaran mereka sudah cukup membuat stress. Walau akhirnya senang juga melihat hasil karya anak tercinta yang memenuhi SKBM. Jauh lebih baik dari periode sebelumnya. Tapi bukan ibunya saja yang senang, sang anak juga bangga lho dengan raportnya sehingga dia pamer ke teman-temannya yang lain.

Nah, sekarang kalau kita lakukan hal yang sama pada para Anggota Legislatif yang dibayar dengan pajak rakyat, gimana? Saya yakin kalau raport kinerja mereka ditayangkan di Daerah Pemilihannya setiap 6 bulan (hitung-hitung semesteran deh!), pasti mereka berbondong-bondong merubah perilakunya agar kelihatan “biru”. Jangan sampai ada yang merah, banyak bolos dan mangkirnya, PR nya membuat UU juga gak selesai2, pengawasan kedodoran apalagi anggaran jebol. Uang dana konstituen tidak pernah turun ke daerah pemilihan. Wah banyak deh yang mesti di monitor. Apa BK atau bagian apapun namanya di dalam DPR mampu melakukannya?

Semua kembali kepada keinginan untuk memperbaiki kinerja, terutama dari pihak yang memiliki otoritas. Kalau BK bisa bergerak dalam batas kewenangannya, kenapa tidak? Repotnya adalah bila job des BK yangmembuat juga anggota DPR, mana pernah disetujui? Pertanyaan kedua, frekwensi pembagian ‘raport’  juga perlu ditentukan untuk memberi kesempatan memperbaiki prestasi para Aleg DPR/D. Tapi kalau baru ditayangkan di akhir masa jabatan menjelang PEMILU, sudah jelaslah maunya apa: Jangan pilih temannya Amir ! Karena kata bu guru Amir suka membolos.

Amir membolos,  kata bu guru : Jangan membolos , menyusahkan ibu….. Pantesan ibu-ibu di kampung banyak yang susah dengan urusan minyak tanah, tidak bisa menanam karena harga benih mahal, pupuk apalagi, belum soal sekolah dan harga obat. Banyak yang bolos sih di DPR ! (RA)

DPR Diminta Umumkan Anggota Sering Bolos

Kamis 18 Desember 2008, Jam: 20:42:00
JAKARTA ( Pos Kota) – Bazar berbagai kebutuhan hidup 16 – 19 Desember yang digelar Kaukus Perempuan Parlemen di Plasa Gedung DPR, terasa bisa munutupi sepinya gedung dewan dari hiruk pikuk aktivitas anggota DPR. (more…)



Fenomena Obama bagi Indonesia
October 23, 2008, 6:38 am
Filed under: Uncategorized | Tags: , , , ,

Melihat perdebatan antara dua capres Obama dan Mc Cain, membuat mata kita terbuka akan hasil demokrasi yang terasah ratusan tahun di Amrik yang multikultural, mirip2 dengan Indonesia. Tentang sekolah gratis di amrik sebagai usulan Obama, baru bisa di capai setelah sekian lama Amerika menegakkan aturan sistem perpajakan yang ketat dan disertai kesadaran warganya untuk taat membayar pajak. Demikian juga dengan kesehatan gratis bagi orang yang tidak mampu masih jadi issue disana.

Coba kita bandingkan dengan Indonesia , katanya semua (pendidikan dan kesehatan) mau digratiskan padahal pembayar pajak saja masih banyak yang ngemplang. Pengangguran masih tinggi pula, lalu uang dari mana yang mau dipakai mendanai pendidikan dan kesehatan gratis sementara cadangan devisa menurun dan menggunakan anggaran defisit terus-terusan ??? Lihat saja nanti semua orang kampanye pasti ‘lagu’nya sama.

Kampanye di amrik pun butuh uang, tapi semua transparan sehingga rakyatpun berhak tahu. Ini yang penting digaris bawahi karena di indonesia masih TST tentang dana kampanye parpol.
Pendidikan politik sungguh sangat diperhatikan sehingga setiap orang paham akan hak dan opsi yang ada. Walhasil semua warga bisa ambil bagian berperan aktif walau cuma jadi relawan pendidikan politik atau rela menyetor $ US 10 untuk dana kampanye.

Saya percaya apa yang terjadi di amrik, membawa virus penyegaran bagi demokrasi di Indonesia juga. Walau demokrasi di Indonesia praktis baru 10 tahun berjalan sejak reformasi, tapi dengan perkembangan pilpres dan demokrasi di berbagai negara dan dengan kemajuan teknologi, kita pun ikut terbawa mengalami percepatan dalam alam demokrasi. Ini bisa terjadi kalau kita mau terbuka pada pluralisme karena itulah kenyataan  bangsa ini yang beragam suku bahasa nya. Tapi kalau hare gene masih mempermasalahkan SARA,mungkin kita perlu menunggu ratusan tahun lagi untuk punya pemimpin sederajat Obama-Mc Cain.  Berikut saya bagikan tulisan mbak Gadis terhadap debat tingkat tinggi antara kedua capres ini. (RA)

Benar bahwa Obama bagi kebanyakan rakyat Amerika merupakan pilihan yang memberikan harapan baru karena kegagalan Partai Republik selama 8 tahun ini. Beberapa perbedaan mendasar dari program-program Partai Demokrat (Obama) dan Partai Republik (McCain) adalah sebagai berikut:

BIDANG EKONOMI (more…)



Stop Pers: Umat Katolik dan Pemilu 2009
September 13, 2008, 9:13 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: , ,

Berikut ini adalah pengumuman yang disampaikan diseluruh paroki seKAJ berdasarkan Surat Himbauan KAJ tertanggal 11 September 2008 yang ditandatangani oleh VikJen KAJ Romo Yohanes Subagyo Pr.  Diharapkan Surat Himbauan ini ditindaklanjuti oleh seluruh umat KAJ sebelum berakhirnya batas waktu pendaftaran pemilih hari Jumat 26 September 2008 . Anda akan mendapatkan konfirmasi dari KPU DKI lengkap dengan RT RW nya bila memang telah terdaftar. Untuk pemilih luar negeri, seharusnya yang dimasukkan adalah nomor pasport Anda, karena pemilih warga negara Indonesia di luar negeri masuk di daerah pemilihan (DAPIL DKI 2). Kalau belum adabisa di cek ke KBRI/konsul setempat – (RA)

  • Memilih dalam Pemilu 2009 adalah hak sekaligus tanggung jawab setiap warga negara Indonesia, termasuk umat Katolik di KAJ, yang ingin selalu setia berbakti pada negara dan bangsa.
  • Tidak memilih (golput) berarti membuka kesempatan pada pihak-pihak yang tidak dikehendaki untuk memerintah negara, sebab mereka dipilih oleh pihak lain.

MAKA GUNAKAN HAK PILIH ANDA !

PASTIKAN NAMA ANDA TERDAFTAR SEBAGAI PEMILIH DALAM PEMILU 2009!!

CARANYA:

  1. Melalui SMS (bagi penduduk di wilayah DKI Jakarta : ketik CEK <spasi> NO KTP <spasi> NAMA SESUAI KTP kirim ke 0812 10 45678 4
  2. Cari dan cermati lembar pengumuman DAFTAR PEMILIH SEMENTARA yang tertempel di lingkungan RT/RW/Kelurahan dimana Anda tinggal
  3. Tanyakan kepada petugas yang berwenang (Ketua RT/RW, petugas kantor kelurahan/Panitia Pemungutan Suara Setempat)

Mari berpartisipasi dalam PEMILU 2009

Mari wujudkan iman kita pada Kristus

Dengan ungkapan bakti bagi negara dan bangsa

Jakarta 11 September 2009

Keuskupan Agung Jakarta

Catatan: Pengumuman ini dikirim ke seluruh paroki melalui fax, e-mail, mailing list, bersama Surat Himbauan “Menggerakkan Umat KAJ untuk ikut serta dalam Pemilu 2009″ dan surat pengantar (yang menjelaskan pembacaan Surat Himbauan, penempelan pengumuman dan perlunya inisiatif paroki untuk menyebarluaskannya kepada umat melalui cara-cara lain)



KPU “Perpanjang’ Waktu Pendaftaran Pemilih
September 12, 2008, 7:31 am
Filed under: artikel, politik | Tags: , , ,

Terlepas anda sudah atau belum memutuskan ikut PEMILU atau tidak, sebaiknya anda pastikan bahwa anda dan seluruh anggota keluarga anda tidak kehilangan hak pilihnya karena TIDAK terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dikeluarkan KPU. Mumpung masih ada perpanjangan waktu dari KPU, sempatkan datang dan melihat sendiri DPS ini di kelurahan setempat dimana anda tercatat. Kalau anda bertempat diluar kota, mintalah anggota keluarga untuk mengeceknya, jangan-jangan anda tidak didaftarkan dimana-mana. Sayang kan ? (RA)

[MENKO KESRA]–10 SEPTEMBER: Setelah menetapkan batas waktu pendaftaran pemilih sementara pada 10 September 2008, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperpanjang waktu pendaftaran ataupun perbaikan daftar pemilih sementara (DPS) hingga penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pada Oktober mendatang.

Namun demikian, Ketua KPU Abdul Hafidz Anshary menyatakan itu bukan memperpanjang tapi hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan hak pilihnya.

“DPS itu tidak diperpanjang. Kawan-kawan di daerah meminta kepada KPU Pusat untuk tetap memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperbaiki datanya atau mendaftar karena semangat kita agar jangan ada warga kita yang tidak terdaftar, kalau dia memenuhi syarat tentu saja,” ujar Abdul seusai melantik pejabat eselon II di kantor KPU, Jakarta, Rabu (10/9).

Keputusan yang diambil KPU bukan tanpa resiko. Hal ini pula yang disadari Abdul bahwa langkahnya akan menuai kritikan dari masyarakat. “Kita tahu dampaknya, kita akan dianggap tidak konsisten pada jadwal yang kita buat,” ujar Abdul sedikit bergetar.

Untuk itu, Abdul memerintahkan para petugas yang berada di lapangan untuk terus mencari, mengunjungi dan mendatangi anggota masyarakat yang belum terdaftar.

Perintah ini juga terkait pengumuman DPS yang belum dilakukan di beberapa tempat karena sebagian petugas belum laksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) dengan baik. Parameter itu didasarkan ada data orang yang sudah tidak ada di tempat ataupun meninggal masih terdaftar dan akan dicek ulang sebelum diumumkan. Namun, ia memperkirakan jumlah DPS tersebut akan berkurang seusai pengecekan dilaksanakan. “Tapi, saya tidak tahu jumlah pastinya,” sahutnya pendek. (mo/hr)



Meretas Harapan pada Pemilu 2009 (J Kristiadi)
September 3, 2008, 10:28 pm
Filed under: politik | Tags: , , , , , , ,

[KOMPAS] Selasa, 2 September 2008 | 03:00 WIB

Pemilu sebagai pesta demokrasi tahun 2009 dibayang-bayangi kegamangan masyarakat yang meragukan hubungan antara demokrasi dan kesejahteraan. Rakyat memang telah merasakan kebebasan, tetapi hal itu tidak serta-merta diikuti tingkat kesejahteraan.

Kesangsian publik itu dapat dicermati lewat kecenderungan semakin merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik dan lembaga perwakilan rakyat yang dinilai makin oligarkis, korup, tidak etis, dan oportunistis.

Tidak mengherankan kalau ancaman golput semakin hari semakin nyaring. Kinerja Komisi Pemilihan Umum yang tidak maksimal dan terkesan kedodoran dalam manajemen semakin membuat masyarakat skeptis bahwa kualitas Pemilu 2009 akan lebih baik dari pemilu sebelumnya.

Kegamangan masyarakat tersebut beralasan karena perilaku elite politik dalam berburu kekuasaan, kekayaan, dan kenikmatan duniawi telah melampaui batas-batas toleransi dan imajinasi masyarakat. Sebutlah, misalnya, kasus korupsi politik Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, dugaan skandal penyuapan pemilihan deputi gubernur senior BI, dan berbagai kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh anggota lembaga negara.

Pelita Harapan (more…)



Parlemen Undercover
August 20, 2008, 3:35 am
Filed under: resensi buku | Tags: , , , ,

Sebuah buku yang layak dibaca bagi para calon legislatif yang namanya sedang di ’screen’ di KPU. Buku ini merupakan kumpulan cerita atau sketsa berjudul Parlemen Undercover (Kisah-kisah Sontoloyo Wakil Rakyat
Negeri Indosiasat). Buku ini ditulis Abu Semar, sebuah nama yang memang tidak wajar. Anda pasti sudah menebak bahwa nama tersebut adalah tiruan, palsu alias nama samaran. Memang benar, kendati dalam buku tersebut tidak secara eksplisit disebutkan identitasnya.
Kabarnya, penulis buku ini sejatinya adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kebenarannya, wallahu alam bishawab! Hanya penerbit buku ini yang tahu.

Membaca buku inside story setebal 251 halaman ini Anda akan disuguhi 33 perilaku sontoloyo anggota DPR, termasuk urusan syahwat dan berahi
anggota Dewan.
Dalam tulisan berjudul “Sekretaris Selembar Benang” pembaca akan paham empat kriteria sekretaris yang dipilih anggota DPR. Pertama, sekretaris senior. Sekretaris ini memiliki profesionalitas dan memiliki jam terbang yang tinggi. Kedua, sekretaris atas hasil persaudaraan (KKN). Sang sekretaris berasal dari keluarga atau kerabat. Ketiga, sekretaris junior. Sekretaris kategori ini pengalaman tidak diutamakan yang penting
kegesitannya. Nah yang keempat, adalah sekretaris gitar spanyol atau apalah namanya. Sekretaris inilah yang melahirkan korban-korban seperti kasus yang menimpa Desi.
Apalagi anggota Dewan ini memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan sekretaris pribadi kapanpun dan sesukanya. Bila sang sekretaris kinerjanya buruk atau tidak memuaskan dalam arti positif dan negatif, maka anggota Dewan dengan sangat mudah dapat memecatnya. Easy come, easy go!

Masih dalam tulisan berjudul “Sekretaris Selembar Benang” diceritakan pula seorang office boy (OB) bernama Yoben—tentu nama samaran—menemukan karet yang lengket menempel dalam tong sampah seorang anggota Dewan. Karet tersebut ternyata sebuah kondom bekas pakai! (more…)



Lagi-lagi Perempuan: Korban Penggusuran dan Sasaran Kampanye
August 6, 2008, 1:33 am
Filed under: artikel | Tags: ,

Sudah tahu daerah kumuh, banyak manusia hidup didalamnya, tentunya dibutuhkan pendekatan yang lebih manusiawi sebelum dilakukan tindakan penggusuran. Pengumuman lewat corong berkali-kali tanpa pendekatan yang lebih membumi dari hati ke hati hanya akan menimbulkan luka yang sulit disembuhkan, bahkan bisa menjadi borok dan bisul yang bisa meletus dikemudian hari. Kalaulah saja semua aparat dan pemda punya ‘hati’ tentunya bisa dicari solusi yang win-win walau mungkin agak memakan waktu dan biaya. Bisa dibayangkan dampaknya bagi keluarga terutama anak-anak yang trauma akibat cara penggusuran seperti ini.Lagi-lagi perempuan juga yang tadinya jadi sumber penghasilan keluarga sekarang jadi korban penggusuran dan sasaran kampanye. (RA)

Fatimah, Potret Korban Penggusuran PT KA Rabu, 06/08/2008 03:04 WIB Moksa Hutasoit – detikNews

Jakarta – Fatimah hanya dapat melihat rumahnya yang telah rata dengan tanah . Tangan tuanya tidak berhenti untuk merapihkan sisa-sisa barang yang tertinggal agar tidak tercecer. Perempuan itu tidak tahu lagi harus tidur di mana. Rumahnya dan 367 rumah warga lainnya yang berada di sekitar Stasiun Kota, Jakarta, dibongkar oleh PT Kereta Api (KA).

Pembongkaran yang berlangsung sejak Selasa (5/8/2008 ) itu, bertujuan untuk merapikan lingkungan sekitar Stasiun Kota dari himpitan rumah-rumah liar karena dianggap membahayakan perjalanan KA.
Fatimah telah menghuni rumahnya selama 11 tahun. Rumah itu terletak persis di tengah-tengah jalur perlintasan KA yang mengarah ke Stasiun Kampung Bandan. Selain tempat tinggal, Fatimah menjadikan rumahnya juga sebagai warung makan.

Menurutnya, tanah untuk rumahnya didapat dari seseorang yang bernama Pak Kaji. Dalam sebulan, dia mengaku harus menyetor uang Rp 400 ribu untuk biaya kontrak. Dengan adanya penggusuran ini, menurut Fatimah, Kaji tidak mau bertanggung jawab sedikitpun. “Padahal Rp 20 juta saya pakai buat modal awal. Tanah saya di kampung saya jual,” keluh Fatimah yang mempunyai 13 anak dan 11 cucu ini. Meski mengaku salah, menurut Fatimah, keuntungan dari munculnya rumah-rumah liar di sekitar rel KA juga banyak.

“Dulu tempat ini gelap dan rawan. Banyak kabel-kabel yang dicuri, pembunuhan, ada juga yang diperkosa. Tapi karena ada kita, jadi aman,” kata Fatimah. Meski kesal dengan adanya penggusuran, nenek berumur 50 tahun ini tetap membongkar rumahnya. Fatimah hanya berpesan agar kehidupan rakyat kecil seperti mereka jangan dilupakan oleh pemerintah daerah.

“Kalau mau pemilu, semuanya pada baik sama saya. Tapi kalau sudah lewat, tidak ada yang mau peduli,”
kata dia.(mok/irw)