Saatnya HATI NURANI bicara


by ratna ariani
September 7, 2010, 9:18 pm
Filed under: Uncategorized



Kami Juga Seorang Muslim by ratna ariani
March 21, 2010, 5:19 pm
Filed under: sosial masyarakat | Tags: , , , ,

Berikut ini saya postingkan tulisan seorang rekan yang menyuarakan pemikiran di halaman facebooknya. Saya tidak bermaksud mempertentangkan antar ideologi, tetapi hanya mengajak kita semua membuka hati dan memiliki wawasan luas untuk menerima mereka. Terutama mereka yang berbeda orientasi seksualnya sebagai sesama mahluk ciptaan Tuhan dan terlebih lagi sebagai sesama warga negara Indonesia yang memiliki hak dan kedudukan yang sama dimata hukum. Mereka termasuk golongan minoritas yang akhirnya menjadi korban mayoritas – korban tindakan kita juga. Padahal siapakah diantara kita yang berhak menghakimi sesama manusia? – RA

Tulisan ini sebuah refleksi diri saya sebagai aktivis gay yang sampai sekarang masih seorang muslim. Ini bermula ketika membaca berita soal kecaman keras dari para ulama Aceh ketika para Waria melakukan kegiatan malam sosial yang diselenggarakan di Auditorium RRI cabang Banda Aceh, Sabtu malam pada 13 Februari 2010. Para ulama dengan berbagai argumentasi mengecam kegiatan sosial yang dilakukan oleh teman-teman waria tersebut. Menurut Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali di Banda Aceh bahwa kegiatan itu telah menodai pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” kata Faisal.(www.antara.co.id)
Komentar-komentar miringpun terus berkembang setelah kegiatan tersebut, baik dimasyarakat langsung maupun melalui internet. Hujatan sebagai kelompok pendosa dan mencemarkan nama baik Aceh dilontarkan kepada para Waria. Ini komentar dari seseorang yang ada di salah satu berita di Internet; Asrul, Minggu, 14-Februari-2010 (www.metrotvnews.com)

TIDAKKAH KALIAN INGAT PADA KAUM SODOM YANG NABI LUTH AS PERNAH DIUTUS? KENAPA MUNCUL LAGI KAUM SEPERTI INI DI JAMAN YANG KATANYA MODERN INI? APAKAH SEJARAH AKAN BERULANG KEMBALI? HAI KAUM WARIA (TERMASUK DORCE DKK), APAKAH KALIAN PUNYA RAHIM? KALAU TAK PUNYA, YA BERARTI KALIAN KAUM ADAM. APAKAH KALIAN LEBIH TAHU DAN PINTAR DARIPADA SANG PENCIPTA? KALAU MEMANG DEMIKIAN, MENGAPA KALIAN TIDAK SEKALIAN MEMINTA MENJADI BINATANG, KARENA TOH BINATANG LEBIH BERUNTUNG, TIDAK AKAN DIHISAB DI AKHERAT KELAK.

Kecaman itu bukan hanya berasal dari ulama, masyarakat tetapi sebagian aktivis penegak hak asasi manusia di Aceh. Tuduhan tidak bermoral, meyimpang dari ajaran Islam dan dilekatkan sebagai kelompok pendosa serta pembawa bencana seperti sejarah Luth. Sangat jarang atau bahkan tidak ada kelompok ulama yang memberikan pandangan yang lebih humanis selain hujatan dan hinaan pada kelompok homoseksual dan waria selain sebagai kelompok pendosa. Sepertinya urusan dosa sudah menjadi otoritas para ulama. Minimal itu yang saya dapat dari membaca komentar ulama di beberapa media. Walau sebenarnya tidak semua ulama berpikir hal yang sama. Karena ulama sendiri juga mempunyai perbedaan pandangan untuk berbagai hal termasuk soal bagaimana memperlakukan Waria ataupun homoseksual lebih manusiawi.

Para Waria yang dihujat itu pada umumnya bersuku Aceh serta beragama Islam. Tinggal dan lahir di Aceh. Sehingga penampilannya juga ada yang mengenakan jilbab. Sebagai sebuah bentuk keyakinan untuk menutup aurat atas tubuhnya sebagai seorang Waria. Mereka (Waria) juga menjalankan ibadah wajib yang diperintahkan oleh Allah SWT. Seperti sholat, puasa dan juga berbuat baik pada orang lain. Tidak ada perbedaan ritual ibadah yang dilakukan oleh Ulama dengan teman-teman Waria itu. Keyakinan agama Islam mereka bukanlah keyakinan yang dianggap “sesat” oleh banyak ulama, seperti Ahmadiyah, Lia Eden, Ustad Roy ataupun aliran Islam lainnya. Waria yang di Aceh adalah seorang muslim yang meyakini umumnya muslim yakini. Tetapi mengapa kebencian ulama Aceh begitu besar pada Waria? Ada apa dengan Waria? Continue reading



Rahasia Bebas Dari Kanker Selamanya by ratna ariani
February 17, 2010, 5:38 pm
Filed under: kesehatan | Tags: , , , , ,
Artikel ini dikirimkan dr Andry Hartono di sebuah milis, mungkin dapat membantu anda atau kerabat anda.

Memulihkan fungsi empat organ tubuh utama dan melepaskan tekanan batin

Bagi pasien kanker, asal fungsi empat organ tubuh, berupa limpa, hati, usus besar dan ginjal sehat kembali, sudah boleh mengucapkan selamat berpisah dengan penyakit kanker, kencing manis, penyakit jantung dan darah tinggi.

Ketika pagi tadi saya memeriksa kembali para pasien kanker, banyak dari pasien kanker itu yang tadinya menderita tekanan darah tinggi, sekarang tekanan darahnya sudah normal, tadinya menderita penyumbatan pembuluh darah, sekarang tidak perlu lagi mengkonsumsi obat. Jelas, asal beberapa organ tubuh utama ini dapat dipulihkan secara perlahan- lahan, berbagai jenis penyakit peradaban baru dapat dihilangkan, namun itu bukan faktor utama satu-satunya. Kalau kanker hanya merupakan tumor, tentu lebih mudah ditangani.

Dahulu kita pernah berbuat suatu kesalahan besar dalam bidang medis, asal melihat sebuah tumor, lalu berusaha untuk membunuhnya melalui operasi, kemoterafi atau radiasi, pokoknya jalan terbaik adalah dibunuh dengan segala cara, kemudian dosis obat semakin tinggi semakin baik. Ketika sel kanker mati, orangnya juga mati.

Itu adalah kesalahan terbesar dalam ilmu kedokteran, sebab masalah bukan berdiri sendiri, harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Maka dari itu, organ limpa harus dipulihkan terlebih dahulu, kita mesti memelihara suatu kebiasaan makan, dengan kandungan jenis biji-bijian, baik kasar mau pun halus, harus paling sedikit mencapai 50% dalam bahan makanan sehari-hari.

Biji-bijian ini adalah kacang merah, kacang kuning, kacang hijau, jali, dan lainnya, semua ini adalah jenis biji-bijian, biji teratai juga sangat baik, dengan konsep demikian, fungsi limpa dan hati akan membaik. Limpa berguna untuk produksi darah, setiap hari ada dua masa penting, yaitu jam 23.00 – 01.00 dan 11.00 – 13.00. Maka ketika waktu istirahat memang sudah tiba, harus beristirahat.
Orang sekarang kebanyakan memiliki masalah organ hati, kenapa demikian? Tiga perusak organ hati adalah tidur larut malam, makan makanan berminyak dan suka marah. Minyak dapat membungkus organ hati, ketika anda menyantap makanan berminyak, lapisan minyak akan membungkus organ hati, membuat organ hati tidak berfungsi, maka jangan mengkonsumsi terlalu banyak makanan berminyak. Continue reading



Saatnya Hati Nurani Rakyat Bicara, Ijinkan Kami Bekerja by ratna ariani
January 15, 2010, 5:49 pm
Filed under: politik | Tags: , , , ,

Menengok tahun 2009 saat bangsa ini untuk kedua kalinya menghadapi pekerjaan besar memilih pemimpin dan wakil rakyat melalui Pemilu.
Pemilu di Indonesia bisa dikatakan paling kompleks dan rumit di dunia. Dari banyaknya daerah pemilihan, jumlah partai dan calon legislatif, belum lagi kondisi geografis yang berat dari puncak gunung sampai antar pulau yang jauh ditambah beragam kultur dan strata masyarakat menimbulkan tingginya kemungkinan kegagalan. Terlepas masih adanya kasus yang menggantung di MK, toh akhirnya sekali lagi bangsa ini mampu melaluinya dengan selamat.

Untuk pertama kalinya Hanura sebagai parpol baru dengan motto “Saatnya hati nurani bicara” berhasil mengusung 907 orang kadernya menduduki posisi legislatif sebagai wakil rakyat; 17 orang di DPR RI, 104 orang di provinsi dan 786 di kabupaten dan kota. Walaupun posisi peringkat nasional ada pada urutan ke 9, tetapi dalam perolehan kursi secara total menduduki peringkat ke 5 setelah Demokrat, GOLKAR, PDI Perjuangan dan PKS. Berarti Hanura berhasil mengalahkan partai-partai lainnya termasuk parpol lama.

Prestasi ini merupakan hal sangat baik yang perlu disadari dan dipelihara sebagai modal partai untuk bergerak maju. Bandingkan dengan partai baru yang maju pada tahun 2004 sulit mencapai prestasi serupa, apalagi mempertahankannya pada periode selanjutnya.

Hal yang menarik adalah perolehan kursi yang cukup banyak di tingkat propinsi dan kabupaten menunjukkan bahwa mesin parpol cukup ada serta membuktikan Hanura adalah partai organik.

Walaupun demikian prestasi yang diukir oleh para wakil rakyat kader Hanura ini akan dipertaruhkan pada periode ini. Pembekalan yang adapun pasti dirasa kurang, sehingga memang harus mengandalkan kualitas dari masing-masing kader dan didukung oleh mesin partai.
Ketum Hanura pada saat pembekalan para aleg, mengingatkan para anggota legislatif akan masih banyaknya pejabat publik saat ini yang belum memiliki tiga prinsip dasar. Prinsip itu adalah prinsip mandat yang membuat pejabat melaksanakan apa yang dimandatkan rakyat, keterwakilan politik rakyat yang membuat pejabat melaksanakan aspirasi rakyat dan akuntabilitas di mana pejabat memberikan pertanggungjawaban publik. Ketiga hal inilah yang perlu dipelajari dan aplikasi ketika duduk sebagai wakil rakyat dan insan politik untuk mencapai cita-cita hanura berdasarkan hati nurani rakyat. Continue reading



H-9: Golput dan Suara Hangus by ratna ariani
March 31, 2009, 1:01 pm
Filed under: politik | Tags: , ,

Tinggal 9 hari lagi PEMILU digelar, ditengah masih semrawutnya DPT (data pemilih tetap), kebingungan masyarakat juga semakin dirasakan. Itulah paradoks demokrasi, semakin dibuka alam demokrasi, semakin banyak yang memilih golput. Terlalu banyak parpol, terlalu banyak pilihan.

Yang  sudah dipastikan 9 April adalah Hari Libur Nasional berdasarkan KEPPRES no 7/2009. Artinya tidak ada alasan untuk tidak  datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih dengan alasan harus bekerja. Masyarakat dihimbau kembali ketempat dimana mereka didaftarkan.  Kalaupun tidak yakin terdaftar, sebaiknya bawa KTP anda dan tanyakan pada KPPS di kelurahan setempat.

Memilih Golput sama dengan memilih pihak lain, bahkan yang berseberangan dengan kita, untuk menang. Inilah kesempatan kontituen menentukan caleg yang bisa dipercaya mampu mengalirkan aspirasinya. Parpol akan berheti bercuap-cuap dan beriklan begitu hari pemilihan berlangsung, tapi caleg yang terpilih akan terus terlibat kontrak selama 5 tahun dengan konstituen. Bahkan parpol sulit untuk semena-mena dengan PAW (Pergantian Antar Waktu) menggantikan caleg dengan suara terbanyak kalau tidak ingin kredibilitas parpol turun dimata konstituen.

Disisi lain, menggunakan hak pilih khususnya bagi penentuan anggota DPR, bisa menjadi ’suara hangus’ bila caleg pilihan anda berada pada parpol yang  tidak lolos Parlementary Threshold. UU Pemilu 10/2008 mensyaratkan hanya parpol yang mendapatkan perolehan suara  nasional diatas 2,5 % yang berhak atas kursi DPR RI yang ada di dapilnya. Dengan peraturan ini diperkirakan akan ada puluhan parpol yang ‘terbantai’ dan tidak dapat berlaga lagi di tahun 2014.  Suara yang hangus karenanya bisa mencapai 20 juta suara. Lalu dikemanakan suara ini? Continue reading



22 Maret: Hari Air Sedunia – Adakah Tersisa untuk Anak Cucu kita? by ratna ariani
March 23, 2009, 5:07 pm
Filed under: lingkungan hidup | Tags: , ,

Adalah suatu paradoks dimana semakin miskin seseorang, semakin mahal ia mendapatkan air. Dikota orang harus membayar mahal untuk mendapatkan air bersih bahkan untuk MCK. Dikampung yang mengalami kekeringan bisa terjadi pertikaian antar petani karena berebut air untuk irigasi. Sementara yang kaya menghamburkan air untuk mencuci mobil-mobilnya dan menyirami lapangan golf.

Saat ini kita menghadapi krisis air yang luar biasa, karena dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dunia dan menurunnya kualitas lingkungan hidup maka semakin sulit mendapatkan air yang layak minum. Bahkan sumber-sumber air yang tinggal sedikitpun dimiliki oleh pemodal dan baru bisa dinikmati dalam kemasan gelas atau botol yang sudah ‘mahal’. Itupun sering terbuang percuma – lihat saja botol air mineral yang separuh terisi berserakan dimana-mana.

Beberapa tips yang bisa dilakukan dalam keluarga kita diantaranya:

  1. Gunakan air secukupnya, mandi dengan gayung lebih irit daripada shower. Habiskan air kemasan yang anda beli/terima. Buang dan pisahkan sampah kemasannya antara sampah organik dan an-organik. Bila mencuci mobil gunakan air di ember daripada selang. Jangan biarkan kran terbuka sehingga air terbuang percuma.
  2. Buatlah sumur resapan air di halaman agar air tanah tidak terbuang percuma dan bisa kembali ke tanah. Perbanyak lubang biopori disekitar halaman rumah. Dengan demikian kita bisa sekaligus mengamankan air tanah dan membuat sampah organik menjadi kompos.
  3. Ajaklah seluruh anggota keluarga menentukan bersama-sama kebiasaan baru dalam menggunakan air : berapa lama mandi, berapa sering mencuci handuk dan sprei, kapan dan bagaimana mencuci mobil/sepeda motor juga menyiram tanaman, selalu membawa botol minum atau sangu dari rumah.

Marilah kita memperhatikan perilaku kita dan seluruh anggota keluarga kita dalam memperlakukan lingkungan hidup dan menggunakan air disekitar kita. Air tidak hanya menjadi sumber kehidupan kita, tapi juga perlu dijaga dan dilestarikan bagi anak-cucu kita. Mulailah dengan yang mudah, yang sederhana, mulailah dari kita sendiri dan mulailah dari sekarang.

====================================================

Memaknai Hari Air Sedunia : Air sebagai Sumber Kehidupan

Oleh :  Fadil Abidin Continue reading



Kontrak Politik Caleg Perempuan jateng by ratna ariani
March 16, 2009, 10:40 am
Filed under: politik | Tags: , , , ,

Dalam seminggu ini saya menghadiri dua diskusi politik tentang kiprah caleg perempuan di Semarang.  Diskusi perempuan dalam politik 12 Maret 09 di aula gd DPRD Jateng  diselenggarakan JPPA, Jaringan Peduli Perempuan dan Anak, sedangkan diskusi 13-14 maret 09 bersama caleg perempuan Jateng diselenggarakan oleh Kemitraan dan Koalisi Perempuan Indonesia.

pegang-janji-yaKeputusan MK tentang mekanisme suara terbanyak sebagai dasar pemenangan Pemilu, laksana air yang memadamkan bara perjuangan perempuan dalam ranah perpolitikan Indonesia. Walaupun demikian dari berbagai diskusi yang menyinggung ‘affirmative action’ keterwakilan perempuan dalam parlemen, justru menunjukkan semakin mengerucutnya koalisi perempuan lintas parpol. Budaya paternalistik yang kuat adalah penghalang utama yang dirasakan kelompok aktivis dan politikus perempuan.

Rasa sepenanggungan seperjuangan yang semakin menekan justru membuat kami para caleg perempuan berbagai tingkat baik DPR sampai DPRD provinsi dan kabupaten semakin beramai-ramai berkoalisi saling membagikan dukungan lintas parpol dan lintas dapil. Apapun kami lakukan asal caleg perempuan bisa mendapat suara terbanyak. Bukan sekedar memilih caleg perempuan tapi perempuan berkualitas yang menyadari semangat perjuangan peran perempuan dalam parlemen. Continue reading




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.