Saatnya HATI NURANI bicara


Nomor Urut Caleg Perempuan by ratna ariani
July 22, 2008, 3:46 pm
Filed under: politik | Tags: , , ,

Sudah pantas dan selayaknyalah kalau perempuan Indonesia bersyukur dengan berlakunya UU Pemilu no 10/2008 . Setiap parpol diwajibkan menempatkan perempuan didalam kepengurusan partainya sebanyak minimal 30 %. Jadi untuk KSB (Ketua Sekretaris Bendahara) di semua kepengurusan tingkat pusat sampai daerah, salah satunya harus perempuan. Demikian juga dengan struktur dibawahnya, bila ada didaftarkan 30 orang maka minimal 20 orang harus perempuan.

Selain itu dalam proses pengajuan caleg ke KPU, 30 % nya juga perempuan. Penempatan perempuan pun harus disusun dalam format tiga orang, artinya no 1-2-3 bisa perempuan – laki2 – laki2 atau laki2-laki2-perempuan atau laki2- perempuan-laki2 (Pasal 55). Maka bila parpol akan mengajukan 9 caleg maka 3 diantaranya harus perempuan.

Mungkinkah perempuan bisa mengalahkan caleg lainnya di parpol yang sama? Pasal 214 menjelaskan kemungkinan tersebut bilamana ia mampu mendapatkan 30 % dari nilai Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) yang ditentukan. Misalnya BPP ditetapkan 100.000 suara, maka bila ia mendapatkan 40.000 suara (> 30.000) ia berhak sebagai nomor urut pertama, mengalahkan caleg lain di daftar tersebut. Tapi kalau ada dua orang memiliki nilai > 30 % atau sama besarnya, maka yang nomor kecillah yang mendapatkan kursi. Sehingga kalau semua caleg berlomba memperoleh suara banyak dan ternyata perempuan dan laki2 sama2 lebih dari 30 %, kursi diberikan kepada yang nomor urutnya lebih kecil. Pada akhirnya nomor urut kecil juga yang untung kan?

Maka marilah kita cermati parpol mana saja yang berani menempatkan perempuan di nomor 1di berbagai dapil. Dengan kompetisi semakin ketat karena banyaknya parpol, nomor urut 1 tetap besar kansnya dibanding nomor besar lainnya. Bila mayoritas dapil ditempatkan caleg pria di nomor satu, kemungkinan besar perempuan pun sulit tembus ke parlemen. Bagi para caleg perempuan di nomor 2 dan 3, mereka harus benar-benar yakin bahwa suaranya mampu mengungguli nomor urut yang lebih kecil. Bila  tidak, maka ia hanya sebagai ‘pemanis’ vote getter untuk caleg nomor satu.

Kalau mau tahu cara perhitungan perolehan kursi berdasarkan UU Pemilu no 10/2008, yang dibuat bang Indrajaya Direktur Cross Institute Bandung, bisa dilihat disini.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: