Saatnya HATI NURANI bicara


Perempuan dan Politik by ratna ariani
July 22, 2008, 5:02 am
Filed under: politik | Tags: , ,

Lagi blogwalking ternyata nyangkut di gambar ibu Kartini di blognya Marto Art. Tercenung juga membayangkan sikon para eyang dan mbah buyut putri kita di jaman Ibu Kartini. Seperti apa rasanya ya kalau aku gak boleh sekolah tinggi, seperti apa rasanya kalau aku gak boleh ketemu banyak orang? Perjuangan Ibu Kartini bagi perempuan yang dituangkan dengan tulisan-tulisannya ternyata tidak sia-sia. Persis di era 2008 terbukalah peran perempuan lebih luas di dunia politik, ini semua akibat dari pendidikan yang diberikan kepada kaum perempuan Indonesia.

Ada tulisan menarik dari Cetro tentang keterwakilan perempuan di partai politik dan legislatif tahun 1999-2001( summary.pdf). Ternyata tulisan tersebut dibuat oleh tim yang terdiri wanita semua termasuk bu Nuri Suseno yang menjadi salah satu pengajar di UI. Saya baru bertemu dengan ybs bulan lalu saat ada sarasehan yang diadakan LSM Imadei untuk keterlibatan perempuan di politik. Akhirnya memang UU Pemilu 10/2008 menuntut semua parpol memberikan keterwakilan perempuan, baik di kepengurusan maupun saat pencalegan. Tidak hanya itu, penentuan nomor urut pun harus selang seling antara 2 laki-laki dan satu perempuan.

Ini merupakan loncatan dan terobosan luar biasa bagi perempuan indonesia untuk ambil bagian dalam pengambilan keputusan di negri ini. Tantangan terbesar adalah melakukan pendidikan politik agar rakyat juga mengambil kesempatan tersebut. Yang pertama apakah para perempuan pemilih yang jumlahnya 57% mau memilih perempuan sebagai sarana aspirasi suaranya. Tantangan kedua adalah bagaimana membangkitkan semangat para perempuan untuk bebenah diri dalam memasuki kesempatan dan ruang yang telah terbuka ini.



2 Comments so far
Leave a comment

Tampa perempuan apa jadinya laki laki, tampa perempuan apa jadinya negara. kekuatan politik yang di pegang laki laki juga karena semangat dari perempuan.
sekarang keputusan juga ada di tangan perempuan. sang laki laki hanya besar di pemikiran dan di lebur olah kelembutan perempuan.
negara yang di pinpin oleh perempuan akan seperti rumah tangga yang penuh dengan kasih sayang

Comment by satya sembiring

Bila jumlah perempuan dalam parlemen cukup mampu memberi warna maka keputusan-keputusan bisa lebih bersifat feminis. Tidak hanya di legislatif, tapi di yudikatif dan eksekutif juga perlu ada keterwakilan perempuan. Bisa dilihat kinerja para bupati perempuan yang berkompeten memberi dampak positif bagi masyarakatnya.
Tx sudah mampir dan salam kenal.

Comment by ratna ariani




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: