Saatnya HATI NURANI bicara


Email dari Leny Marijani di Sidney by ratna ariani
July 24, 2008, 8:21 am
Filed under: keluarga | Tags: , ,
Tanggapan terhadap tulisan : Hari Anak Nasional: Dipestakan atau Disikapi?
Makasih sharingnya Mbak Ratna.
Prihatin dan sedih memang kalau membaca berita tentang anak jalanan yang bukan saja telah disia-siakan orang tuanya, bahkan juga dimanfaatkan karena kemiskinan. Sulitnya lagi, anak yang sudah terbiasa di jalan seperti itu tidak akan mau diselamatkan karena mereka justru sudah enjoy dan terbiasa hidup keras seperti itu. Mereka merasa sudah diterima dengan baik oleh lingkungannya daripada di rumah orang tuanya. Kebutuhan dasar mereka sebenarnya sangat sederhana dan setiap orang tua pasti bisa memberikannya kalau memang niat. Mereka cuma butuh CINTA.
Alangkah indahnya, seandainya semua orang tua bisa memberikan cinta seperti yang dilukiskan Khalil Gibran di bawah:
TANYA SANG ANAK

Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!

Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?
Sang ibu menjawab,”Karena ibu lebih kuat dari ayah!”
Sang anak terdiam dan berkata,”Kenapa jadi begitu?”

Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!
Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
Ayah pun menjawab,”Karena ibumu seorang wanita!!!
Sang anak kembali terdiam.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?
Dan sang ayah pun kembali menjawab,” Iya, kau adalah yang terkuat!”
Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.

Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?
Ayah kembali menjawab,”Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!”
“Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?” Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.

Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan. “Karena engkau adalah buah dari cintanya!
Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam. Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!

Dan kau adalah segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Apa itu Cinta, Ayah?
Apa itu cinta, Ibu?
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,”Kau, kau adalah cinta kami sayang..”

** Khalil Gibran **


1 Comment so far
Leave a comment

[…] diambil dari sini) […]

Pingback by Merdeka… « Idh@




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: