Saatnya HATI NURANI bicara


Golput Juga Keputusan Politik Asal… by ratna ariani
July 24, 2008, 10:11 am
Filed under: politik | Tags: , , ,

Coba kita sama-sama perhatikan suhu dan suasana politik saat ini. Didepan kita ada 8 bulan kampanye yang akan membombardir rakyat dengan berbagai sarana dan materi kampanye. Tapi benarkah demikian? Sebenarnya bola nya ada disiapa ya? Di parpol atau di rakyat?

Dengan semakin tingginya persentase golput di berbagai PILKADA, sebenarnya menjunjukkan pelan tapi pasti kesadaran politik rakyat sudah mulai berubah. Sekarang mereka tidak mau asal kasih bila ada rekan atau relasi yang minta foto copy KTP. Ada yang malah minta uang foto copy, karena curiga jangan2 para rekruiter KTA (Kartu Tanda Anggota) ini juga ‘disangoni’ uang Fotokopi. Maka yang ditemukan banyak KTA ganda, dengan kesulitan ekonomi sekarang, maka tidak salah untuk rakyat membagikan fotocopy KTP nya demi Rp 50.000. Lumayan 3 KTA kan dapat Rp 150.000. Kalau ada yang menawarkan Rp 100 ribu, boleh juga lah, kenapa gak? naah… gara-gara uang yang bicara, sistem sebaik apapun jadi rusak. Parpol yang ketahuan punya KTA ganda jadi runyam deh. Tapi buat rakyat yang mendapat ‘uang fotocopy’ masa bodohlah dengan parpol… EGP, yang penting uangnya sudah ditangan.

Sebenarnya tidak banyak rakyat yang loyal dengan satu parpol, sehingga jumlah KTA sulit digunakan sebagai gambaran kekuatan parpol. Yang ada adalah orang-orang yang rela mau menyerahkan KTP nya untuk jadi KTA karena mereka lihat figur orang-orang yang bergerak dalam parpol tersebut. Kalau panutan ini pindah parpol, ya mereka ikut pindah juga. Kalau menjadi pengurus, mau tidak mau pasti loyal dengan parpol, maka bentuklah kepengurusan sebesar mungkin. Anda bisa perhatikan parpol yang organisasi sayapnya banyak, lebih stabil sebagai mesin politik.

Dari hasil PILKADA kita bisa menilai parpol mana yang ‘peka’ dengan aspirasi rakyat, yang calonnya paling banyak dapat suara. Dalam PILKADA rakyat memilih kepala daerah, bukan parpolnya. Kalau ‘incumbent’ apakah betul dia melayani masyarakat saat masih menjabat. Maka tidak mudah bagi para ‘incumbent’ untuk mempertahankan jabatannya untuk kedua kali bila prestasinya tidak pro rakyat.

Maka menghadapi PEMILU nanti sebaiknya kenali betul-betul para caleg yang maju di daerah pemilihan (dapil) anda. Kalau anda dulu memilihnya, bagaimana kinerja nya selama ini? Adakah opsi lainnya? Bagaimana parpol tersebut menempatkan ‘wajah’ lama, orang muda dan perempuan? kalau perempuan seperti apa prestrasi mereka? Tidak mudah memang, karena untuk DPR saja anda harus mempelajari minimal 100 sampai 300 orang profil caleg dari 34 parpol. Untuk DPRD I dan II bisa lebih banyak lagi.

Bisa dibayangkan rakyat yang hidup kesehariannya susah dan dibombardir dengan berbagai sarana ‘jual diri’, mungkin memilih untuk golput dari pada pusing mempelajari satu persatu caleg yang berkualitas. Maka kalau PILKADA saja GOLPUT bisa mendekati 40 %, sah kah PEMILU bila golputnya lebih dari 50 %? Kalau kita bijaksana, dan setelah tengok sana sini gak ada yang ‘sreg’ , membuat keputusan politik GOLPUT pun menjadi sah.

Tapi tunggu dulu, kalau anda GOLPUT yang bertanggung jawab, maka anda harus tetap datang di hari pemilihan. Absen dan tetap ambil surat suara anda, dan lakukan lah sesuatu yang membuat surat suara tersebut TIDAK SAH. Mengapa? Banyak serigala haus yang akan memangsa surat suara yang tidak diambil. Mereka ini juga tidak rela kalau PEMILU menjadi tidakk sah, maka lebih baik dibuat ‘sah-sah’ saja kan? Terjadinya kecurangan surat suara adalah akibat mereka yang punya hak suara, tapi tidak bertanggungjawab.


2 Comments so far
Leave a comment

Sejak tahun 1977 s/d 2004 saya Golput, tetap datang ke TPS ambil kartu suara coblos semuanya / sebanyak-banyaknya. Tapi untuk Pilgub dan Pilkada tahun 2008, datang ke TPS saja malas, soalnya sudah muak lihat kelakuan orang2 pemerintah.

Comment by golput

Saya setuju dengan pernyataan mbak,dengan banyaknya partai yang ada sekarang (38 partai politik)masyarakat akan semakin bingung tidak saja dengan banyaknya gambar caleg yang ada,juga dengan kinerja aparat pemerintah yang selama ini di anggap tidak berpihak pada rakyat akan mendorong masyarakat untuk ber tindak golput dalam pemilu mendatang………
Tetapi karena sebagai warga negara yang baik dan ber tanggung jawab sudah sepantasnya menurut pemahaman saya untuk ikut terlibat dalam pesta demokrasi ini,karena saat ini lah kita bisa ikut menentukan keberlangsungan bangsa ini…..meskipun menurut pengalaman yang ada pejabat (seperti DPR,Bupati dan yang lain) kalau sudah “duduk” lupa dengan “janji gombalnya”.
Jadi di samping ikut dalam pesta demokrasi tetapi kita tetep harus kritis dengan “mereka – mereka” ini,jangan sampai kita “di apusi” (di bohongi habis2an)

Comment by wisnu krisno aji




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: