Saatnya HATI NURANI bicara


Nepotisme, Sejumlah Caleg Perempuan PDI-P Diminta Mundur by ratna ariani
July 28, 2008, 12:02 am
Filed under: artikel, politik | Tags: , , ,

Tidak mudah memenuhi ketentuan UU 10/2008 tentang keterwakilan perempuan, maka tidak heran kalau parpol mengijinkan istri, anak dan menantu ikut dipajang. Tentu dengan harapan agar DCS (Daftar Caleg Sementara) bisa lolos di verifikasi KPU dulu. Soal menang tidaknya nanti aja lah. Tapi disisi lain masyarakat pun bisa menilai bahwa parpol tersebut tidak berhasil menarik kaum perempuan (terutama yang berkualitas) untuk menjadi caleg disitu. Atau memang betul tidak ada perempuan berkualitas dari dapil tersebut? Tidak adakah perempuan yang peduli dengan perempuan di dapil tersebut? Jangan-jangan yang tidak mengijinkan justru para kaum laki-laki para pasangannya, yang khawatir menjadi dinomorduakan. Kemungkinan lain adalah adanya ‘daftar harga’ yang juga harus diikuti para caleg perempuan untuk mendapatkan nomor kecil. Ini sih walahualam… Silahkan cek sendiri. Berikut tindakan salah satu parpol yang menunjukkan komitmen terhadap keterwakilan perempuan; istri mundur sebagai caleg tapi apakah berarti anaknya boleh maju? Serius gak sih?(RA)
Denpasar (Bali Post) – Senin, 28 Juli 2008 | BP
Pernyataan keras Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan I Gusti Ayu Sukmadewi Jaksa agar tidak ada suami-istri yang muncul dalam tabulasi nama daftar caleg DPRD propinsi dan caleg DPR-RI akhirnya direspons positif utusan DPC dalam pemandangan umum pada Rapat Kerja Daerah Khusus seputar caleg, Minggu (27/7) kemarin di Hotel Nikki Denpasar.

Utusan Gianyar Pande Parwata spontan menyampaikan istrinya, Ratnaningsih, yang semula didaftarkan sebagai caleg sementara DPRD Gianyar menyatakan mundur. ‘Saya tawarkan AA Putra Ratnaningsih sebagai pengganti Ratnaningsih, SKH, istri saya,’ katanya. Hal serupa disampaikan utusan DPC PDI-P Klungkung. Salah seorang istri pengurus partai AA Mayoni yang juga didaftarkan sebagai caleg juga diminta mundur oleh utusan karena instruksi DPP itu.

Akibatnya mundurnya sejumlah caleg perempuan, daftar caleg PDI-P DPRD Bali dan DPR-RI terkesan kering perempuan. Bahkan caleg DPRD Bali dan DPR-RI dari Buleleng tak ada perempuan. Khawatir daftar caleg sementara dicoret oleh DPP, Sekretaris DPD PDI-P Bali Nyoman Parta sempat mengancam Ketua DPC PDI-P Buleleng Dewa Sukrawan. ‘Kalau sampai Senin (28/7) ini tak ada caleg perempuan yang disetor DPC, kami akan isi sendiri,’ katanya.

Ketua DPD PDI-P Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi, S.H. mengakui munculnya istri sejumlah pengurus menjadi caleg karena caleg perempuan memang benar-benar langka di PDI-P. Sementara UU mengamanatkan 30 persen caleg dari perempuan. Ratmadi dalam sambutannya menekankan kader tak perlu sampai gontok-gontokan terkait dalam penjaringan valeg. ‘Kami tak ingin gara-gara pencalegan suara partai melorot tajam,’ katanya.

Ratmadi menambahkan, pengurus partai dan para caleg tak mematikan telepon setiap saat jika ingin dihubungi oleh siapa pun. Dewi Jaksa mengatakan dalam penjaringan caleg tak boleh ada nepotisme, yakni suami istri masuk dalam daftar calon kecuali Megawati dan Taufiq Kiemas. ‘Hanya Mega dan suaminya yang boleh, yang lain tidak boleh,’ tegasnya.

Khusus perempuan, dia menekankan sesuai SK 210 ada sanksi bagi pimpinan partai di daerah dan cabang yang tak memasukkan caleg perempuan yakni calegnya tak diterima di DPP. Dia juga mengingatkan nama-nama yang sudah dijaring dalam pencalegan tak boleh dipangkas. (029/


3 Comments so far
Leave a comment

sebaiknya anak anak dari tokoh PDI Perjuangan harus intopeksi diri jika tidak di bilang nepotisme. Harus bisa tunjukan bahwa anggapan nepotisme itu tidak ada , dengan berjuang untuk kemajuan dan kebesaran partainya. akan tetapi jika anak anak tokoh tersebut ngedomleng nama besar orang tuanya ya maaf maaf saja. jauh jauh lah dari PDI Perjuangan. PDI Perjuangan butuh orang orang yang mampu membawa perubahan yang beramanat dari cita cita perjuangan PDI Perjuangan itu sendiri. Yang penting harus tahu diri.

Comment by aryasukarno

Hendaknya PDI Perjuangan lebih membuka pintunya lebar2 untuk kaum wanita sehingga kelak tidak kesulitan mencari kader perempuan. Sehingga tidak terkesan adanya nepotisme karena istri elite partai masuk daftar caleg! Merdeka..

Comment by I ketut golak. SH

dukung terus soalnya nyaleg ni aku,contreng ya

Comment by fransisca




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: