Saatnya HATI NURANI bicara


Peduli Perempuan Pedulikah Akan TKW? by ratna ariani
July 28, 2008, 12:53 am
Filed under: artikel | Tags: , ,

Menjelang Pemilu 2009 mari kita perhatikan siapa di antara pada Calon Presiden (capres) berani bersuara dan beraksi membela hak TKW di Arab Saudi atau dimana saja. Kita tidak bisa membendung keinginan para TKI/TKW untuk mencari untung (yang kadang buntung) di negeri orang, kalau kesempatan untuk keluar dari kemiskinan tidak banyak pilihan di dalam kampung sendiri. Perhatikan juga para caleg  (perempuan dan laki-laki) terutama dari dapil yang  daerahnya  minus tapi plus karena  penduduknya menjadi penghasil devisa melalui TKI/TKW nya.  Mau sampai kapan cerita sedih para TKW ini berakhir ? Berikut kutipan tentang TKW dari Poskota (RA)

TKW Asal Banten Tewas di Malaysia – Minggu 27 Juli 2008n- SERANG (Pos Kota) â?” Cerita mengenaskan soal nasib TKI yang berkerja di luar negeri sepertinya tak pernah berhenti. Peristiwa kali ini menimpa Yamsurah, 40, Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia asal Komplek Cikande Grya Asri, Kecamatan Cikande, Serang, Banten. Wanita yang diketahui sudah bekerja selama 1 tahun ini dilaporkan tewas di rumah sakit di Malaysia. Keluarganya belum mengetahui berita ini karena kesulitan menemukan alamatnya; bahkan sebab kematiannya pun belum diketahui.

TKW Dipasung Di Arab Saudi –
Minggu 27 Juli 2008,
PURWAKARTA (Pos Kota) – Derita para pendulang rupiah yang kerap menjadi korban penyiksaan majikan di luar negeri kembali terjadi. Kali ini, Ny Ipon Fatimah, 30, TKW asal Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, disiksa dan dipasung selama tiga minggu oleh majikannya di Kota Hail, Arab Saudi. Selain itu, gaji selama sebelas bulan tidak dibayar oleh majikannya. Ditemui dirumahnya di Kampung Krajan Rt 08/03 Desa Cileunca, Kec Bojong, Purwakarta, Minggu (27/7), Ny Ipon tampak masih mengalami trauma atas perlakuan majikannya di Arab Saudi yang telah memasung dan menyiksanya.


2 Comments so far
Leave a comment

gembar gembor perihal tkw adalah pahlawan devisa ternyata cuman pemanis saja, biktinya banyak tkw yang merasa harga dirinya tidak di hargai dan terinjak2. namun biasanya yang jadi korban adalah para tkw yang ndak resmi, dan kalau begini salah siapa?

Comment by ick

Nah itulah mas, ada gula ada semut, gak peduli ada dibalik perangkap sekalipun. Selama ada demand, perlu ada supply. Tapi memang harus dibuat dalam satu kesatuan mata rantai.Filipina yang dikenal pengexport tenaga kerja paling banyak di dunia, juga menghadapi dilema. Ternyata TKW nya juga ada saja yang cari sampingan jadi PSK. Kalau pemda tempat asal TKW disini mampu memberikan pekerjaan dan mempersiapkan mental dan moral para TKI, cerita di atas bisa jadi happy ending kali ya. Lam kenal.

Comment by ratna ariani




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: