Saatnya HATI NURANI bicara


Jeritan Ibu Butuh Buku Gratis by ratna ariani
July 30, 2008, 5:31 pm
Filed under: pendidikan, politik | Tags: , , , ,

Politik tabu bagi perempuan? Ibu-ibu di gambar ini bukan praktisi di bidang politik, tetapi tanpa disadari sudah masuk dalam kancah dunia politik. Politik bukan hanya seputar gedung DPR dan parpol serta pemerintahan. Tapi juga menyangkut dalam hal keseharian perempuan seperti urusan dapur, sekolah, pekerjaaan dan usaha. Peraturan dibuat demi terselenggaranya tatanan kehidupan masyarakat adil dan sejahtera. Manakala kita mulai peka akan terjadinya suatu ketidak adilan, adanya ketidakwajaran bahkan pengalihan tanggungjawab yang tidak semestinya; maka kita tidak bisa tinggal diam. Perlu ada yang bersuara untuk menyatakan mana yang baik dan benar. Kalau aspirasi jeritan para orang tua murid ini kurang didengar oleh para pejabat dan wakil rakyat, maka berbagai sarana bisa digunakan. Segelintir ibu-ibu ini berani bersuara di jalanan, bukan hanya demi kepentingan anak-anaknya tapi juga demi kepentingan para ibu lainnya. Alangkah baiknya jika aturan keterwakilan perempuan juga diikuti di jajaran birokrat, sehingga peraturan yang dibuat pun bisa memperhatikan keprihatinan kaum perempuan. Siapa berani bersuara? (RA)

JakartaDETIKCOM Download buku pelajaran secara gratis ternyata malah membuat sekitar 50 ibu-ibu berdemo di Bundaran HI. Mereka meminta pembagian buku pelajaran gratis! Ibu-ibu ini membentangkan poster-poster berisi protes mereka terhadap pemerintah. Poster itu bertuliskan, ‘Hari gini buku mahal, capek deh’ dan ‘Buku gratis kita senyum manis.’
Mereka juga membentangkan 2 spanduk putih sepanjang 10-20 meter, berisi ratusan tanda tangan dukungan dan tulisan ‘Cabut Permendiknas No 2 tahun 2008 tentang buku yang melegalkan privatisasi perbukuan.’

Download gratis buku pelajaran di internet dinilai tidak mampu menjangkau seluruh kalangan dan tidak efektif. Mereka meminta penjualan buku khususnya buku pelajaran digratiskan.
“Hanya 7 persen yang bisa mengakses ke internet. Yakni siswa-siswa di perkotaan. Ini tidak menyentuh hingga ke pelosok desa,” kata salah satu koordinator aksi asal Indonesian Coruption Watch (ICW) Ade Irawan, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2008).
Selain itu, mereka juga menilai peraturan Mendiknas No 2 tahun 2008 tentang buku ditinjau ulang. Sebab, peraturan itu menyebut privatisasi buku yang menyebabkan monopoli pada penerbit-penerbit raksasa terjadi. Menurut Ade, privatisasi itu hanya akan mematikan penerbit-penerbit kecil. Dunia pendidikan pun menjadi tidak variatif, sebab penerbit kecil sudah di monopoli penerbit besar.
“Ini bertentangan dengan semangat otonomi sekolah,” imbuh Ade. Rencananya, setelah berunjuk rasa di Bundaran HI mereka akan berorasi ke gedung Depdiknas, Senayan.


1 Comment so far
Leave a comment

kalau dibuat murah saja untuk harga buku bagaimana?
ilmu menurut orang pintar adalah sangat mahal
yang terpenting bagaimana caranya anak” dapat diperhatikan saja dalam belajarnya…………..

Comment by uchonrara




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: