Saatnya HATI NURANI bicara


Menolong Si Miskin: Antara Bantuan dan Pemberdayaan by ratna ariani
August 10, 2008, 8:32 am
Filed under: sosial masyarakat | Tags: , , ,

Bicara tentang definisi orang miskin bisa tidak berujung. Ada yang menggunakan tolok ukur UMR (Upah Minimum Regional) untuk memasukkan ke golongan miskin. WHO punya standard lain lagi, dengan melihat kebutuhan kalori perharinya. Bila tidak dapat memenuhi 2000 kalori per hari, termasuk golongan miskin. Ada lagi standar UNDP dengan menghitung kebutuhan standard dalam pemenuhan pangan, sandang dan papan sebesar $ 1 dan $ 2 per hari. Belum lagi antar Departemen bisa berbeda kriteria.

Maka jangan heran saat jumlah orang miskin di konfirmasikan menjelang pembagian BLT, maka tiap instansi memiliki angka yang berbeda. Belum lagi mobilitas orang miskin juga tinggi karena mereka mencari peruntungan yang lebih baik. Maka ada yang tidak tercatat, tidak punya kartu tapi jelas miskin. Tapi ada juga yang sebenarnya tidak masukkategori miskin, memilih menjadi ‘miskin’ agar bisa mendapatkan fasilitas dan keistimewaan sebagai orang miskin. Bahkan ada yang sengaja berpenampilan ‘miskin’ serta dilatih secara profesional agar menimbulkan iba orang-orang sekitarnya untuk memberi sedekah.

Grameen Bank memiliki kriteria tertentu dalam menentukan siapa yang berhak mendapatkan fasilitas pinjaman, Mereka yang tidak masukkategori ‘miskin’nya Grameen Bank dipersilahkan menghubungi institusi keuangan lainnya seperti bank dsb. Grameen Bank memberikan fasilitas untuk memberdayakan orang miskin untuk berani bangkitdan keluar dari kemiskinannya. Keberhasilan mereka senantiasa diukur dari kemampuan nasabahnya dalam meningkatkan kualitas hidup. Sehingga yang sudah tidak masuk kategori ‘miskn’ tidak berhak mendapat pelayanan Grameen Bank.

Ada kriteria lain yang dapat digunakan untuk mengelompokkan orang miskin agar bantuan yang diberikan menjadi efektif. Pertama, mereka yang untuk makan saja tidak mampu memenuhinya. Kedua, mereka miskin dan hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan tapi tidakmampu membayar untuk pendidikan/sekolah anaknya. Ketiga, mereka mampu makan dan membiayai pendidikan tetapi tidak berdaya saat ada anggota keluarga yang sakit. Tidak ada mampu membayar biaya untuk berobat.

Bila kita berangkat dari cara pandang ini maka bisa dipastikan bahwa pemberian bantuan seperti donasi dan sedekah diberikan bagi mereka yang bergulat antara hidup dan mati. Bila kurang makan maka ia akan sakit dan mati. Kalau ibu/bapak sakit tidak akan bisa bekerja untuk mencari penghasilan. Biasanya ini terjadi pada saat bencana alam walaupun ada juga yang terjadi karena minimnya infrastruktur.

Untuk kategori kedua, diperlukan bantuan dalam bentuk dana sekolah melalui orang tua asuh. Tanggung-jawab orang tua tetap diminta untuk menjaga agar anak-anak bisa tetap sehat dengan gizi cukup. Pola pemberdayaan ekonomi perlu dimulai pada kelompok ini sehingga mereka dimampukan untuk memperbaiki kehidupan mereka. Dengan keadaan ekonomi lebih baik mereka bisa mendapatkan makanan bergizi serta tabungan untuk mendapatkan sekolah yang lebih tinggi. Pola pendampingan diperlukan agar mereka mengutamakan pendidikan anak di masa depan dan tidak tergoda pola konsumtif. Sehingga kalau ada uang lebih tidak untuk beli pulsa atau bahkan berani kawin lagi yang ujungnya malah menambah deretan kemiskinan.

Demikian pula dengan kelompok ketiga, perlunya pendampingan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan agar tetap bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan, Juga agar anak-anaktetap sehat dan bertumbuh dengan baik karena gizi cukup. Pada kelompok ini diperlukan pola pemberdayaan dengan perubahan pola pikir untuk mulai menabung untuk pendidikan lanjutan anak dan juga untuk menabung bagi kesehatan. Bila dimungkinkan mereka bisa mengelola iuran pendidikan/ kesehatan sendiri dalam bentuk koperasi sehingga saling mengutamakan dan memperhatikan kebutuhan angotanya. Kelompok yang telah diberdayakan akan mampu membantu mereka yang masih masuk kategori kedua untuk masuk ke kategori ketiga.

Dengan memahami kondisi para keluarga binaan, kita tidak berhenti pada perbuatan amal dengan sekedar memberi bantuan atau sumbangan. Tapi kita juga ingin memastikan bahwa dalam waktu 3-5 tahun kedepan para keluarga binaan yang tadinya sangat miskin dari kategori pertama, mampu meningkat menjadi kategori kedua dan akhirnya ketiga. Intinya setiap orang yang masuk kategori miskin perlu diingatkan bahwa selalu ada harapan untuk keluar dari kemiskinan. Berilah bantuan saat kritis antara hidup dan mati, sehingga mereka tidak memilih untuk mati. Kedua marilah kita senantiasa mendampingi mereka dan memberi kesempatan untuk meningkatkan kterampilan, belajar menabung dan akhirnya mengajak keluar meninggalkan kemiskinan. Beramal memang baik, semua agama mengajarkannya. Tapi lebih baik lagi kalau kita ikut menggandeng mereka keluar dari lembah kemiskinan.

Ada dua PR besar yang perlu dikerjakan pemerintah. Pertama, menyamakan persepsi definisi miskin yang sama antara instansi. Sehingga bisa dilakukan pendataan dengan tepat. Kedua perlunya program pemberdayaan yang terencana bagi setiap kelompok kategori miskin yang berbeda. Donasi yang diberikan terus menerus seperti BLT tanpa program pemberdayaan, hanya membuat golongan ‘miskin’ tadi menjadi malas dan memilih menadahkan tangan daripada menggunakan tangannya untuk bekerja. Walhasil, yang tidak termasuk miskin juga ikut antri sajalah, kan gratis. Sambil nunggu pekerjaan pemerintah yang belumjelas kapan selesainya, mulailah kita kerjakan semampu kita membantu memberdayakan orang-orang miskin di sekeliling kita agar mereka terdorong untuk memperbaiki kehidupan keluarganya.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: