Saatnya HATI NURANI bicara


Kapan Merdeka dari Kemiskinan? by ratna ariani
August 17, 2008, 5:49 am
Filed under: sosial masyarakat | Tags: , , ,

Berbagai macam lomba dipersiapkan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan RI di berbagai belahan bumi Indonesia, bahkan dimanapun ada orang Indonesia ngumpul seperti para tentara di Libanon. Dari anak-anak sampai orang dewasa ikut berbagai lomba. Ada lomba kelereng dengan sendok, karnaval dengan sepeda hias, lomba panjat pinang, gebuk bantal sampai lomba bakiak.

Untuk warga sekampung disekitar saya yang padat orang betawi, selain lomba yang biasanya diadakan juga lomba mancing. Sengaja kolam renang dikorbankan untuk diisi dengan 20an kg ikan yang dibeli dari pasar. Hadiah nya ada  HP yang diperebutkan, biar rame lah. Jangan salah, gak mahal kok. Sekarang kan ada beli telur dapat ayam eh salah, beli SIM card dapat HP. Gak seberapa harganya dibandingkan kebersamaan warga.

Sejenak kita bersama-sama melupakan kesulitan dan kepenatan hidup di hari ini. Tapi kalau dipikir apa artinya keceriaan sehari ini dibandingkan pergulatan sebagian besar rakyat Indonesia selama menghadapi sisa hari dalam setahun. Satu hari keceriaan dibandingkan 364 hari lainnya? Bolehkah mereka berharap semoga di perayaan Kemerdekaan tahun depan, mereka tidak terlalu miskin dibandingkan hari ini? Semoga perayaan proklamasi kemerdekaan di tahun mendatang benar-benar layak dirayakan manakala hak warganegara yang paling dasar untuk hidup layak bisa terpenuhi.

Berbicara soal jumlah rakyat miskin di Indonesia, ada perbedaan yang mencolok antara Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Bank Dunia mempublikasikan bahwa terdapat sebanyak 110 juta jumlah rakyat miskin di Indonesia, atau 48,8 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang sekarang ini terhitung 225 juta penduduk. Akan tetapi, data dari BPS yang disampaikan oleh Deputi Statistik Sosial Dr. Rusman Heriawan menyatakan, diperkirakan jumlah orang miskin akan berkurang 2 persen dari angka saat ini, yakni 36 juta orang (Koran Tempo, 19 Agustus 2005). Artinya, jumlah orang miskin di Indonesia hanya 16 persen dari jumlah penduduk.[Sinar Harapan]

Terlepas dari argumentasi tiadahabisnya tentang besaran angka kemiskinan, belum lagi angka pengangguran, masalah ini adalah masalah bersama yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh semua pihak. Baik dari pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif termasuk juga rakyat didalamnya.

Mari kita renungkan bersama di hari bahagia ini dengan keprihatinan. Kita upayakan bentuk terbaik sebagai tanda cinta kita pada negeri yang Tuhan berikan ini. Tidak ada manusia yang bercita-cita menjadi miskin. Paling tidak kita mau membangkitkan semangat untuk berjuang agar menjadi tidak lebih miskin lagi. Stop complaining and start thinking and working to make this country to be a better place to live.

semoga kita tidak selalu berpikiran bagaimana membuat diri semakin kaya di tahun mendatang, tapi bagaimana kita membantu satu-dua orang keluar dari kemiskinannya sehingga kembali memiliki harga diri sebagai manusia seutuhnya. Kita lakukan yang terbaik sebagai warga negara Indonesia dan saat yang sama juga kita berikan yang terbaik sebagai umatNya.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: