Saatnya HATI NURANI bicara


Makna Kemerdekaan RI di Desa by ratna ariani
August 18, 2008, 2:31 pm
Filed under: pendidikan | Tags: , , , ,

Di sekolah dekat Bruderan Karitas tempat saya tinggal, pada hari Jumat dan Sabtu ini diadakan acara kerja bakti dan juga lomba-lomba untuk anak-anak SD dan SMP. Ada lomba membawa kelereng dalam sendok, ada lomba sepakbola lapangan kecil, ada lomba ….

Indonesia telah merdeka selama ini, mulai tahun 1945 – 2008, tetapi ironisnya, saya masih menemukan (ini yang saya saksikan dan alami sendiri) ada anak-anak yang masih kesulitan dan tidak bisa masuk bersekolah, keluarga mereka miskin dan tak mampu membayar biaya sekolah. Lebih ironis lagi, masih ada anak-anak yang masih kekurangan makanan, bahkan lebih parah lagi kekurangan minum air yang layak minum karena kondisi kemiskinannya. Pada hari Jumat kemarin, saya didatangi seorang anak SMP yang menangis gara-gara kehausan, tidak ada air minum layak minum yang bisa diminumnya dan sudah sejak kemarin ia puasa makan dan minum. Anak itu badannya panas karena memang udara panas dan juga kekurangan air menimbulkan badan panas. Ini sungguh menyedihkan. Hal itu hanya ujung kecil dari gunung es pengalaman kemiskinan anak itu. Dan boleh jadi ujung kecil dari gunung es derita kemiskinan di Indonesia.

Semoga makna perayaan hari kemerdekaan RI tahun 2008 menggetarkan jala nurani hati kita semua untuk sesuai dengan menumbuhkan semangat berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Didalam arus orang semakin serakah memperkaya diri dengan korupsi dan bermain curang, masih adakah semangat dan nasionalisme untuk mengisi kemerdekaan Indonesia ?
Salam : Br. Yoanes FC


1 Comment so far
Leave a comment

Dalam suasana yang masih hangat merayakan hari kemerdekaan Indonesia, mungkin kita perlu bertanya dan menjawab bagaimana cara mengubah krisis menjadi katarsis, bagaimana membuat yang lemah menjadi kuat, yang tidak berdaya menjadi berdaya, yang sakit menjadi sembuh, terbelenggu menjadi merdeka; pendekatan apakah yang perlu kita adopsi untuk mencapai kondisi ideal “kuat,” “berdaya,” “sembuh,” “merdeka”? Apakah cukup dengan pendekatan mengarahkan (“telling” atau “directing”) ataukah ada cara lain sehingga membuat yang kita bantu menjadi mandiri independen? Salam: Avanti

Comment by Avanti Fontana




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: