Saatnya HATI NURANI bicara


Merdeka! Yakin? by ratna ariani
August 18, 2008, 3:07 pm
Filed under: keluarga | Tags: , , ,

Pagi2 aku sudah mendapat sms dari sobat anehku, Kwinta Masalit. Sebagai seorang nasionalis dan staf sekretariat Wapres tentu dia harus upacara pagi2 di sana (entah tepatnya, Istana Wapres ato Istana mana?). Padahal, sebagai bapak yang baik dia juga harus menemani Ray putra sulungnya beli sepeda yang juga berulang tahun hari ini. Sms itu pasti dikirim sesaat setelah upacara selesai.
Sejak dikirimi sebundel lagu dari Simfoni Negeriku-nya Twilite Orchestra, keluargaku mendadak nasionalis dan gegap gempita menyambut hari kemerdekaan ini.

Pagi itu, anak-anakku ingin melihat berbagai lomba di depan pos hansip. Tahun lalu, si Sulung menangis ketika lomba makan kerupuk. Makanya, tahun ini aku tidak menawarkan untuk ikut lomba. Dengan kemauannya sendiri, akhirnya si Sulung kembali ikut lomba. Sambil menunggu giliran ketika kelompok TK A sedang berlomba, aku ajak si Sulung mencermati cara berlomba. Banyak kecurangan di sana-sini, mulai dari dibantu sampai yang kerupuknya dicuili keluarganya. Aku hanya mengatakan, yang penting main jujur, tidak boleh curang. Untuk lucu2an memang terlihat menyenangkan, dibantu orang lalu menang. Malah ada yang anaknya diam saja dan kerupuknya habis karna diremas keluarganya. Tapi begitu selesai lalu keluarganya mengklaim kemenangan? Waduh…Tiba giliran si Sulung, kelompok TK B. Dengan grogi si Sulung bersiap di posisinya. Kembali aku menekankan sportifitas dan kejujuran. Priit… Si Sulung mulai beraksi. Sedikit demi sedikit mulutnya berusaha meraih si kerupuk. Susah sekali. Entah mengapa si kerupuk enggan masuk ke mulutnya. Beberapa menit berlalu. Drama kejar2an antara mulutnya dengan si kerupuk menjadi atraksi tersendiri bagi bapak2 n ibu2 lain.Karna hanya berhasil menggigit secuil dari sekian besar kerupuknya dan lelah mengejar si kerupuk yang tak kunjung berhasil digigitnya, si Sulung menyerah dan hampir menangis. Aku memberinya semangat. Kuingatkan tokoh Po si Kungfu Panda yang pantang menyerah. Kulihat peserta lainnya sudah hampir setengah jalan. Setelah kubujuk, si Sulung mau melanjutkan perjuangannya sampai peluit usai berbunyi. Seketika langsung kupeluk dan kukatakan, “Ibu bangga sama kamu. Jujur dan pantang menyerah.Seperti pahlawan kita yang diceritain ibu guru. Tidak penting jadi juara. Yang penting pantang menyerah dan jujur.”

Aku bukan nasionalis, itu yang aku tahu. Kwinta berpendapat aku justru nasionalis dengan mendidik si Sulung tetap jujur meskipun lomba makan kerupuk dianggap ajang lucu2an. Ajang yang hanya digelar pada 17 agustus itu sayang sekali jika diwarnai dengan kemenangan curang. Apa seperti ini memaknai hari kemerdekaan Indonesia? Aku tidak tahu. Tidak untuk aku. Aku tidak tega mengajarkan kecurangan sejak dini. Mau jadi apa mereka besar nanti kalau sejak kecil diperkenalkan pada kecurangan apalagi di hari kemerdekaan ini?

Yakin kita sudah merdeka? Tidak dijajah keluarga, tetangga, atasan, teman, atau siapa saja? Dalam cerita lomba makan kerupuk itu, aku tidak merasa si anak merdeka atas perjuangannya mengikuti lomba. Untuk menjadi juara, apa saja dihalalkan, bahkan cenderung bukan atas keinginannya sendiri.

Buatku, merdeka bukan hal muluk dan ngawang2 seperti para pahlawan. Buatku, merdeka adalah kita berhak atas diri dan pikiran kita sendiri. Merdeka menentukan sikap dan pilihan. Merdeka dalam bercita-cita. Merdeka dalam mengekspresikan rasa. Aku memerdekakan si Sulung untuk tidak harus menjadi juara.
Itu saja.

“Apapun pendapat miringmu tentang negara ini, simpan saja untukmu hari ini. Dirgahayu Negeriku Tercinta! Semoga Lekas Sembuh!” (Kwinta Masalit, 17.08.08 07.16am)
“Mari Bung, rebut kembali!” (Lini, 17.08.08 07.20am) –G. Lini www.via-lattea. org


2 Comments so far
Leave a comment

mbak Ratna
wah, seneng banget tulisanku dimasukin di blog sini
makasi yaa…

Comment by G. Lini Hanafiah

Sesama perempuan tidak boleh saling mendahului dong. Memang bagus kok tulisan lu. Nggreget gitu.Hehehe… maju terus Lini, keep on writing. Majulah perempuan Indonesia !

Comment by ratna ariani




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: