Saatnya HATI NURANI bicara


Suara Terbanyak, Caleg Perempuan Terancam Berkurang by ratna ariani
September 3, 2008, 10:53 am
Filed under: artikel | Tags: , , ,

Selasa, 02-09-2008 [Tribun Timur]
PENERAPAN suara terbanyak bagi sejumlah partai politik oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Ziaurrahman Mustari, dikhawatirkan akan memangkas jumlah perempuan di parlemen. Sebab, dalam kenyataannya, kebanyakan perempuan yang duduk di legislator, entah kabupaten/kota, provinsi, atau pusat, karena diuntungkan oleh nomor urut.

“Coba kita perhatikan anggota DPR atau DPRD dari kalangan perempuan yang ada sekarang, rata-rata suara mereka di bawah suara legislator laki-laki. Kebanyakan mereka terpilih karena diuntungkan oleh nomor urut,” jelas Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPU Sulsel, Ziaurrachman Mustari.

Sejumlah partai besar, seperti Golkar, PPP, Partai Demokrat, PAN, PKB, dan sebagian beasar partai baru menerapkan sistem proporsional terbuka murni dalam penentuan caleg terpilih. Politisi yang meraih suara terbanyak di daerah pemilihannya, akan langsung ditetapkan masuk ke parlemen.
Namun, sejauh ini KPU tetap bersikukuh hanya akan mengakomodir sistem proporsional terbuka terbatas, atau caleg terpilih adalah mereka yang memenuhi 30 persen dari bilangan pembagi pemilih (BPP) dan yang tidak mencapai, selanjutnya ditetapkan sesuai nomor urut.

“Kita menegakkan UU bukan aturan atau kesepakatan setiap partai,” kata Ketua KPU Prof Hafiz Anzari, menegaskan penolakannya atas kebijakan parpol menggunakan sistem suara terbanyak.
Dia mengaku khawatir keterwakilan perempuan di DPR atau DPRD akan berkurang jika akibat kebijakan sejumlah partai besar menerapkan suara terbanyak.
Pasalnya, lanjut Ziaurrachman, politisi perempuan kebanyakan kalah mobilisasi dari kaum laki-laki. Selain itu, perempuan juga masih kurang solid memilih sesamanya.
Caleg Partai Kedaulatan untuk DPRD Sulsel nomor urut I di daerah pemilihan (DP) I, Ramzah Thabraman, mengatakan, partainya sepakat tidak ikut-ikutan menerapkan suara terbanyak.
“Kami taat hukum. Kalau ada pimpinan partai yang juga pejabat negara menerapkan suara terbanyak, berarti ia tidak menghormati undang-undang, ” katanya.
Pengusaha tersebut mempertanyakan kebijakan Partai Golkar yang tiba-tiba beralih ke suara terbanyak.
“Semua orang tahu, bahwa undang-undang pemilu gagal menerapkan suara terbanyak akibat penolakan Golkar saat rapat pengesahan undang-undang tersebut. Lha, kenapa sekarang tiba-tiba ikut-ikut menerapkannya, ” ujar Ramzah.


1 Comment so far
Leave a comment

Bila saja Ibu Kartini masih hidup dijaman sekarang, maka tentunya Ibu Kartini akan menyesali kaumnya yang salah tafsir dari Emansipasi itu sendiri.

Perempuan meminta quota 30 % diparlemen, itu sama saja minta dikasihani oleh kaum lelaki.

Dimana letak emansipasi wanita ?

Kaum Pria tentunya akan sangat senang jika kaum Perempuan menempati kursi legislatif lebih dari 30%, namun bukan dengan cara meminta. Nah dengan adanya sistem suara Terbanyak di beberapa Partai Besar, bukan berarti mengebiri kaum perempuan itu sendiri, melainkan justru agar kaum hawa lebih mandiri dan kreatif dalam menggalang kekuatan dibanding pria.

Adapun tentang komentar ketua KPU yang mengatakan partai yang menerapkan sistem suara terbanyak tidak menghargai undang2 adalah salah besar. Dalam UUD 45 disebutkan, tiap2 warga negara bersamaan kedudukan didalam hukum dan pemerintahan, lalu Pancasila juga telah mengamanatkan tentang Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Jadi Setiap perempuan maupun laki2 mempunyai hak yang sama, tanpa membeda2kan gender. Nah, dengan adanya sistem suara terbanyak, berarti telah sesuai dengan UUD 45 dan Pancasila yang jauh lebih kuat di banding UU no 10/2008 yang mengebiri suara aspirasi rakyat dalam menentukan kepada siapa dia menyalurkan aspirasinya.

Salam Reformasi ..!!

Comment by komunitasbiru98




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: