Saatnya HATI NURANI bicara


Sekolah Gratis: Yang Lain Bisa, Kalau (kita) Mau Pasti Bisa by ratna ariani
September 11, 2008, 5:57 am
Filed under: pendidikan | Tags: , , , ,

Di banyak negara maju sebagian besar memberikan pendidikan gratis bagi warga negaranya, bahkan yang memiliki PR (Permanent Resident) pun dapat mengirimkan anaknya ke berbagai sekolah negeri milik pemerintah. Gratis termasuk sampai buku-buku bahkan ada bis sekolahnya segala. Di Jerman, beberapa universitas negeri bahkan memberi kesempatan pada orang asing ikut kuliah disana, gratis tanpa ikatan apa-apa. Tinggal menanggung biaya hidup dan asuransi selama bersekolah disana. Tentunya semua ada biayanya selain infrastruktur juga untuk operasional sekolahnya. Bagaimana mereka bisa melakukannya? Semua bisa dilakukan karena para warga negara melakukan kewajibannya dalam membayar pajak. Pajak penghasilan diluar negeri memang tinggi, apa saja  bisa kena pajak. Tapi akhirnya manfaatnya kembali kepada warganegara. Jaminan sosial (Social Security) sangat tinggi disana, selain pendidikan bagi anak-anak, juga ada santunan bagi mereka yang tidak punya pekerjaan, baik karena PHK atau karena sakit. Fasilitas untuk para lansia dan orang cacad juga maksimal karena menjadi tanggungan negara. Kembali ke masalah pendidikan di Indonesia, seharusnya dengan anggaran 20% dari APBN (224 T), begitu banyak hal bisa dilakukan oleh pemerintah.Apalagi kalau setiap warga negara Indonesia melakukan kewajibannya membayar pajak, wah lebih heboh. Tantangannya: bagaimana dengan realisasi pelaksanaannya?

Menanggapi pertanyaan mbak Ayuliana mengenai kemungkinan sekolah gratis, sebenarnya ya tidak gratis dalam arti tidak butuh uang dalam penyelenggaraannya. Tapi mungkin yang dimaksud adalah orang tua murid (rakyat) tidak dibebani lagi dengan berbagai uang dan pungutan untuk kebutuhan sekolah anak. Paling tidak sekolah-sekolah negeri yang dikelola pemerintah bisa memberikan jasa pendidikan terbaik bagi rakyatnya. Hal ini telah dibuktikan oleh Pemda Kabupaten Jembrana seperti yang disampaikan Prof Dr drg I Gede Winasa dalam wawancara yang dilakukan mas Dimas Nugroho. Jembrana ini termasuk kabupaten miskin di provinsi Bali, APBD nya terendah karena  tidak memiliki obyek pariwisata. Tapi dengan APBD terendah, mereka mampu memberikan yang terbaik bagi penduduknya. Gak cuma biaya pendidikan, buku paket, makan minum anak dan bis sekolah juga internet gratis di sekolah .. halaaah… ngiri deeeh… Ngomong-ngomong kalau mau bikin KTP baru di Jembrana nantinya bayar sekitar 1-2 juta an, kenapa? soalnya selain pendidikan, fasilitas kesehatan juga menjadi hak rakyat Jembrana… hiks… ngiri gak?

Sekarang ini kunjungan paling banyak di kabupaten Jembrana bukan kunjungan wisata, tapi studi banding yang dilakukan banyak pemda dari berbagai pelosok Indonesia. Semoga kesuksesan Jembrana menular ke wilayah lainnya di Indonesia.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: