Saatnya HATI NURANI bicara


Demi Rp 30,000,- Meregang Nyawa by ratna ariani
September 17, 2008, 7:33 am
Filed under: Uncategorized | Tags: , , , ,

Untuk sebagian kita uang Rp 30,000 tidak seberapa artinya. Bisa jadi sebesar uang parkir di mall tiap minggu selama sebulan, bisa sebesar sekali uang makan siang, bahkan bisa pulsa untuk seminggu. Rasanya juga untuk dibagikan sebagai zakat pun tidakseberapa nilainya untukkita. Tapi bagi sebagian besar kelompok rakyat prasejahtera nilai Rp 30,000 amat sangat berarti, bahkan bisa berarti menyambung hidup satu hari bagi seluruh keluarga. Ditengah pro kontra RUU APP yang akan disahkan minggu depan di gedung bundar Jakarta, puluhan rakyat miskin (lagi-lagi sebagian besar perempuan) menjadi korban demi kelangsungan hidup keluarganya.

Apa yang terjadi di Pasuruan,insiden pembagian zakat beberapa hari lalu menunjukkan betapa uang sekecil apapun menjadi hal yang sangat sensitif dan membahayakan bahkan berujung maut karenanya. Fenomena ini hanyalah ujung gunung permasalahan yang kompleks. Bila penyelenggara pemberi zakat dihukum, maka hal ini dirasa melanggar kebebasan orang manjalankan amal ibadahnya, demikian jelas seorang pejabat polisi di DETIKCOM. Hal ini bukan baru terjadi sekali saja, tapi sudah berulang kali dilakukan pada saat pembagian zakat yang dilakukan oleh perorangan. Selayaknya setiap kegiatan yang melibatkan massa,memangharus dilaporkan kepada polisi untuk dapat ditentukan tindakan pengamanan lebih lanjut.

Disisi lain kegiatan amal ibadah ini sungguh menyejukkan di bulan puasa, bulan penuh amal, dimana setiap orang yang berpuasa juga membuka pintu berkahnya bagi orang lain. Maka tindakan pemberian zakat ini memang perlu untuk diperhatikan lebih lanjut oleh kaum ulama serta masyarakat dan pemerintah setempat, agar sungguh zakat ini bisa disalurkan ke orang yang tepat. Banyak sekali badan amil zakat berdiri dimana-mana, tentu perlu sosialisasi kepada masyarakat luas tentang mekanisme pengiriman dan penyaluran zakat secara transparan. Dengan demikian kepercayaan pun bisa dibina karenanya.

Sayangnya niat mulia berzakat ini bisa ternoda bila para penderma ini memang ingin dikenal dan dilihat sebagai berhati mulia. Tidak lagi berlaku : bila tangan kanan memberi maka tangan kiri tidak perlu tahu. Justru kalau tangan kanan memberi,semua orang harus melihat. Jadi sebenarnya yang penting ‘memberi sedekah’nya, atau  keinginan untuk dikenal sebagai pribadi yang ‘murah hati’? Kalau ini yang terjadi, alangkah mahalnya kesombongan yang harus dibayar dengan puluhan nyawa. Alangkah sedihnya bulan puasa yang disucikan, ternoda oleh keangkuhan sementara orang.

Hal yang membuat lebih pilu di hati ditengah kemalangan yang menimpa ini, adanya usaha menggoreng kasus ini menjadi sasaran empuk para elit politik. Apapun bisa menjadi sasaran dan alat politik karena memang waktu yang panjang untuk berkampanye memungkinkan hal tersebut. Semoga kejadian ini membuat kita semakin awas dan waspada dalam memilih para wakil rakyat yang bisa memegang teguh komitmennya. Bisa saja kita juga semakin ‘cuek’ dan memilih golput, tetapi dengan demikian maka kita menyerahkan kepemimpinan pada orang-orang yang mungkin kurang bertanggungjawab yang dipilih oleh orang lain, menjadi bagian dalam pengambilan keputusan yang menyentuh kehidupan rakyat pra sejahtera.

Mari kita tundukkan kepala bagi mereka yang telah berpulang, yang merelakan dirinya terjepit dan terinjak demi kelangsungan hidup keluarganya. Semoga Allah SWT menerima perjuangan iman mereka, melepaskan mereka dari penderitaan di bumi dan memberikan tempat terbaik sesuai dengan kerahimanNya. Demikian juga bagi keluarga yang ditinggalkan, anak-anak dan pasangan serta mereka yang bergantung dari sang pahlawan keluarga ini, semoga diberikan penghiburan ditengah nestapa getir kehidupan. Juga semoga semangat untuk tetap berjuang demi kehidupan yang lebih baik tetap menyalakan harapan yang ada dalam hati anak-anak ini. Bagi yang menjalankan ibadah puasa, marilah memohon hikmat Allah SWT agar diberikan hati yang rela memberi sedekah dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: