Saatnya HATI NURANI bicara


PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) TERHADAP RENCANA PENGESAHAN RUU PORNOGRAFI OLEH DPR RI by ratna ariani
September 18, 2008, 10:29 pm
Filed under: politik | Tags: , , , , ,

Mencermati perkembangan diskursus tentang Rancangan Undang-undang Pornografi yang dari waktu ke waktu kami pandang kian mengarah kepada KONTROVERSI IDEOLOGIS DAN POLITIS semata, semakin menjauh dari semangat bermusyawarah dalam bingkai negara hukum yang mendasarkan seluruh produk hukumnya pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta melahirkan polarisasi yang tidak sehat dalam masyarakat sehingga sangat berpotensi melahirkan benturan atau bahkan konflik antarwarga masyarakat yang pro dan yang kontra, maka kami menyatakan sikap berikut ini:

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (DPR RI)

SEBAIKNYA TIDAK MENGESAHKAN RUU TERSEBUT MENJADI UU.

Dasar pertimbangan kami: pertama, sesuatu rancangan aturan publik yang akan diberlakukan dan mengikat seluruh warga negara dengan sanksi hukum dan masih dijadikan bahan kontroversi (bersifat kontroversial), apabila diputus atau disahkan, itu hanya akan melukai pihak yang DIKALAHKAN. Kedua, kami mendesak agar DPR kembali membuka ruang bersama bagi seluruh komponen masyarakat untuk berproses melalui diskusi-diskusi dan debat publik yang sehat serta dijauhkan dari kepentingan-kepentingan politik sesaat. Penegasan bersama (communal discernment) seluruh lapisan masyarakat adalah sangat penting. Ketiga, sudah banyak aturan hukum mengenai kejahatan pornografi seperti tertuang dalam KUHP, UU Penyiaran, dan produk Undang-undang lainnya yang tidak dilaksanakan secara konsekuen oleh negara; maka lahirnya UU baru tidak serta merta menjamin terlaksananya sebuah penegakkan hukum.

Ada banyak hal yang jauh lebih penting dan mendesak untuk diperhatikan oleh para Wakil Rakyat daripada terus menerus berkutat pada agenda pengesahan RUU Pornografi yang jelas-jelas masih mendapatkan kritik tajam serta penolakan dari banyak lembaga dan unsur-unsur masyarakat dengan argumentasi-argumentasi yang cerdas.

Demikianlah pernyataan sikap kami, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) terhadap rencana pengesahan RUU Pornografi tersebut.

Jakarta, 17 September 2008

YR. Edy Purwanto Pr S.         Dany Sanusi OSC
Sekretaris Eksekutif               Sekretaris Eksekutif
Komisi Kerawam KWI           Komisi Keadilan dan Perdamaian KWI

Sumber : Mgr J. Pujasumarta Pr – Uskup Bandung


10 Comments so far
Leave a comment

Saya tidak setuju dengan UU Pornografi, yang sangat berpotensi menjadi ancaman utuhnya NKRI yang sudah di cetuskan dan di syahkan menjadi UUD 45 dengan Pancasila sebagai ideologi Negara RI oleh Bapak Bangsa kita.

Sugondo

Comment by YF Sugondo Sudradjat

Aku kira ini tidak tepat untuk diterapkan di saat negara dalam carut marut. Bayangkan, banyak yang kehilangan lapangan pekerjaan, di mana kamu DPR? Banyak yang kelaparan, di mana kamu DPR?, banyak yang putus asa, di mana kamu DPR?, banyak yang tertindas, di mana kamu DPR?, banyak yang korupsi bahkan di dalam kamu sendiri, di mana kamu DPR?, banyak yang ‘main’ wanita atau mungkin juga sebaliknya di dalam tubuh kamu, di mana kamu DPR? oh ternyata kamu lagi ngobrolin omongan porno dengan sesama rekan sambil cengengesan “ketangkep” wartawan yrus dalihnya dibungkus dalam kemasan rapi, sedang membahas dan membuat UU Pornografi….????? MEMALUKAN…!

Comment by Erwan

Ya itu dia ? Yang walkout PDIP. Yg banyak korupsi PDIP (kasus cek)…eehh…yg nolak PDIP.
lHo ? Yang porno (Max Moein) itu partai apa ya ? Ya pantas partainya menentang RUU PORNOGRAFI.
Takut ni yeeee…

Comment by joe

Sinetron indonesia ad/ contoh jika gak ada aturan. Semua jadi serba permissive. Efek terburuknya hehe..siapa lagi kalo bukan anak bangsa yg ketiban sialnya. UU-nya tetep perlu jeung, cuma butuh diperjelas ajah sesuai kebutuhannya.

Comment by ayahnya melani

Dialogue Today, Metro TV, 23Sept 08 debat dan opini dengan terang2an mengatakan jika dipaksakan menjadi UU maka akan terjadi disintegrasi bangsa yakni Bali, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Papua dan lainnya pasti siap pisah…apa untungnya sih, memaksakan kemauan sepihak.

Comment by Ulin K

Dukung terus RUU APP,,coz dah banyak contoh anak bangsa yg jadi korban..Dan inget yg paling sering dirugikan adalah kaum perempuan!! Mo dikemanakan harkat dan martabat kaum perempuan Indonesia klo masih suka berbugil ria..? Membingungkan klo ngaku perempuan tapi malah nolak RUU ini. Ayo,,kita selamatkan anak bangsa ini..

Comment by thomasz

Apa yang dikatakan oleh beberapa orang bijaksana, yang terpenting adalah “mind set”. Memandang wanita berjilbab lalu gairah birahi timbul, ada gak?
Memandang biarawati, birahi timbul, ada gak..?
Memandang pantai Bali dengan begitu banyak yang ‘berbugil ria’ berjemur di matahari pagi/sore, gairah birahi lenyap, ada gak?
Batasannya darimana yah…??
Yang berpuasa, silahkan berpuasa…yang tidak berpuasa, berjualan nasi tidak boleh…bahkan ada yang diobrak-obrik oleh oknum atas bendera keagamaan tertentu…
Korelasinya adalah, mengapa semut di ujung sana diperhatikan sementara gajah di depan mata kita tidak di’indah’kan???
Koreksi diri dari dalam, bijaksana dalam bertutur dan bersikap mungkin itu baik untuk di’promosi’kan oleh DPR yah?

Comment by Erwan

Ya, sudahlah. Kalau DPR dan pemerintah ngotot mensahkan RUU tersebut, kalian-kalian, kami-kami. Kalian ingin menjadi seperti orang Arab, silahkan. Kami mau menjadi bangsa kami sendiri. Kita jalan masing-masing saja, ya! Peace.

PS. Perlu ditekankan bahwa menolak RUU ini bukan berarti mendukung pornografi, ya!

Comment by jamb

Dukung terus RUU APP,,coz dah banyak contoh anak bangsa yg jadi korban..(lha banyak yang maunya sendiri) Dan inget yg paling sering dirugikan adalah kaum perempuan!! Mo dikemanakan harkat dan martabat kaum perempuan Indonesia klo masih suka berbugil ria..?
Kita memang sedih juga jika berbicara harkat dan martabat, bagaimana tidak, TKW ke luar negeri dijadikan asset…Tidak banyakkah yang menjual diri dengan berbaju sebagai TKW???
Lalu harkat dan martabat yang bagaimana yah…, mbok miskin kok bangga…???? Berdemo di depan istana negara, menyebut kaum “masyarakat miskin” disorot media nasional dan internasional serta (ada) yang melambaikan tangannya (senang masuk tv krn miskin atau..?)
Yang lebih mengenaskan, kaum lakinya, adalah pengawalan kematian dari sekelompok anak muda yang nota bene juga anak bangsa ini, berbendera kuning dan kerap kali menyalib kanan-kiri jalan…celakalah bagi yang mencoba melintasi mereka, umpatan kotor, cacian serta tindakan ekstrim bisa saja dilakukan oleh mereka…ada anggapan mereka lebih ‘galak’ dari polisi dan lebih ‘tidak beradab’.
Harkat dan martabat yang bagaimana yang harus dibela…??? Menyedihkan…

Comment by Erwan

hmmm
well… kalo orang otaknya dah jorok, liat nenek2 lagi mandi di kali juga napsu…
kalo orang yang bisa tahan diri… liat julia perez telanjang …hmmm biasa aja…
mendink kita bikin seragam buat smua rakyat indonesia,, so kita smua tau mana yang porno dan gak!
kalo misal indonesia cuman 2 hektar, gak masalah… tapi ini indonesia bung!!! orang tu beda! itu yang indah!!!
makanya otak tu jangan diisi kotoran mulu bung!

Comment by uuth




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: