Saatnya HATI NURANI bicara


Nasib Mbok Giyem dan UU Pornografi (Source Unknown) by ratna ariani
September 27, 2008, 11:19 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: , ,

Mbok Giyem, bakul jamu gendong, njenggirat saat dihentikan oleh petugas pengawas moralitas, yang sok suci mulia penegak UU Pornografi. Dan mukanya berubah pucat ketika menyadari bahwa dia telah dituduh berpenampilan seronok, yang bisa menggugah syahwat lawan jenisnya.
“La dosa saya ini apa to ya?,” jerit Mbok Giyem.
“Mbok ini sudah tua kok tidak merasa tua. Jualan jamu kok pake jarit-nya mepet, hingga goyang pinggulnya keliatan kalau pas jalan,” kata pak petugas.
“Lah Pak, kalau make jaritnya ndak rapat, nanti malah kedodoran, salah2 bisa mlotrok [red:melorot] saya kan jalannya jauh,” sahutnya.
“Alasan saja… itu juga, dada simbok ini keliatan menonjol dan merangsang..bikin ngiler laki-laki saja… kenapa stagen penggendong bakul-nya dililitkan ke dada seketat itu?” tanya pak petugas lagi.
“Sesuai Pasal 4 dan Pasal 38, UU Pornografi, maka sampeyan diancam dengan hukuman minimal 3 Tahun maksimal 7 Tahun penjara dan denda minimal 75.000.000 (75 juta) rupiah.” lanjut pak petugas lagi.
“Oalah pak pak.. apa ya mesti saya seret bakulnya. Wong saya ini ndak punya dudut [red: uang].. dari jaman mbah-mbah buyut ya gini caranya.. dulu malah duwitnya pada disimpan di kutang… ,” tiba-tiba Mbok Giyem menghentikan bicaranya dan menatap salah seorang petugas. Lalu tiba-tiba dia lari dan nggabloki [red: memukul punggung] pak petugas satu ini.

“Woalah ini Ngabdul kan… dulu kan kamu to sing malah suka nginjeni [red: ngintip] orang-orang yang lagi nyuci di kali kalo pas air sumur kampung pada kering !!?”


5 Comments so far
Leave a comment

Bu Ratna,

Sewaktu UU Pornografi ini saya posting di sebuah Forum Diskusi, ada rekan perempuan yang mempertanyakan, “kalau orang bilang mata saya sensual, apakah ya mata saya harus ditutup ?” … hehehe ya kalau jalan nabrak-nabrak atau pakai kaca mata kuda … bagaimana ?

Salam

Comment by mbahjustinus

beginilah yang terjadi kalau “manusia untuk hari sabath”

Comment by skywalker

Tidak ada lagi tukang jamu gendong, tidak ada artis iklan (banyakan artis iklan saat ini), tidak ada lagi artis lagu dangdut, tidak ada artis band, film..
Dan tidak ada perempuan yang cantik, pria ganteng, yang bekerja atau berkarier karena mereka bisa dituduh oleh seseorang menimbulkan hasrat seksual atau birahinya, meski mungkin tak benar.
Tidak ada lagi pesta adat daerah tertentu!!!
Apa tidak ada yang lebih prioritas untuk negara ini, untuk diperbaiki dan dibicarakan?!, misalnya pendidikan, sarana angkutan, jalan, pasar dan lain-lain.
Apakah ini awal perepecahan?!, semoga tidak.

Comment by Singal

Kita semua tahu bahwa semua kegiatan “Mo Limo” (Madat, Madon, Main, Maling, M?? (aku lupa satu lagi) kalau menuruti UU & Aturan, pasti tidak ada. Kenyataan karena “corruption” diberbagai tingkat maka tetap saja ada.
Karena adanya UU & Aturan; semakin banyak aturan, maka “Nilai & Ongkos” proteksinya akan semakin mahal, dan tetap saja akan terjadi.
Sedang kalau aturan dan UU tidak terlalu keras, tapi masyarakat menyadari bahwa Mo Limo itu tidak baik, maka dengan sendirinya akan berkurang.
Percaya apa tidak? Kata orang dinegeri Denmark (benarkah ?) hal-hal tentang pronography tidak dipersoalkan dan disana malah jauh lebih sedikit insiden dan kasus atau “fasilitas” dibanding dengan negara tetangga seperti Jerman dan Belanda ?
Semakin kuat UU kerasnya aturan thd “Mo Limo”, malah marak bisnis nya…
I wonder who has staretd and wrote the RUU ? Apa yang sebenarnya ada dalam benak dan pikiran sang penulis? RUU khan tidak muncul begitu saja, pasti ada yang ditugasi nulis ?

Comment by Hidayat Tjokrodjojo

Mo Limo : Madat (candu atau ganja/narkotika), Madon (main perempuan), Main (main judi), Maling (mencuri – korupsi masuk dikategori ini), Mabok (kecanduan minuman keras). Lima hal ini yang diajarkan untuk dihindari dalam budaya Jawa agar kehidupan manusia bisa aman dan tenteram.

Terima kasih untuk semua yang telah memberikan pendapat, baik pro dan kontra terhadap RUU ini, yang jelas kita usahakan bahwa tujuan untuk hidup berbangsa yang aman dan tenteram bisa menjadi lebih baik dikemudian hari.

Comment by ratna ariani




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: