Saatnya HATI NURANI bicara


DCS (Daftar Cerita Suka-duka) dari DCS (1) – PT by ratna ariani
October 10, 2008, 10:38 am
Filed under: politik | Tags: , ,

DCS (Daftar CalonTetap) sudah diterbitkan oleh KPU banyak kisah dibaliknya, bahkan justru timbul cerita, kisah, kejadian yang menunjukkan banyak hal yang perlu disikapi mengingat PEMILU yang tinggal 6 bulan ini. Akankah DCS yang ditayangkan ini  tidak akan berubah banyak dalam waktu 20 hari lagi menjelang ditetapkannya DCT (Daftar Calon Tetap) ? Sekeras apapun kritik yang dibuat, akhirnya mekanisme parpol lah yang menentukan kualitas aleg hasil PEMILU 2009. Mari kita juga belajar dari sejarah PEMILU yang lalu agar tidak membuat kesalahan yang sama.

1)  PT (Parlementary Threshold) 2,5 % : Lonceng Kematian PARPOL

Pendidikan politik  bagi masyarakat tidak hanya diperlukan untuk menghimbau penggunaan hak pilih, tapi juga memilih dengan bijaksana ;selain memperhatikan kualitas caleg yang dipilih  juga perlu diperhatikan  kendaraannya. Dalam UU Pemilu no 10/2008 diatur bahwa parpol yang mendapatkan kursi di DPR hanyalah yang telah mendapatkan 2,5 % perolehan lursi dari total kursi di DPR. Apakah parpol tersebut bisa tembus PT apa tidak? Kalau tidak lolos PT 2,5 %  maka perolehan suara parpol akan hangus dan dibagi rata ke parpol2 yang berada di atas 2,5 %  (14 KURSI NASIONAL); akhirnya parpol besar memang diuntungkan dengan UU Pemilu ini.

PEMILU 2004 menggunakan ET Electoral Threshold 3 %,artinya parpolyang memiliki kursi kurang dari 3% dari jumlah kursi di DPR, tidak dapat membentuk komisi. Konsekwensinya, caleg ini masih bisa dilantik tapi harus bergabung dengan parpol lain untuk membentuk komisi yang mencapai 3 %. Yang masuk disini antara lain PBR, PDS, PBB, PKPB, PKPI, PPDI PNIM, Pelopor.

Pertanyaan besar adalah apakah setiap parpol sudah menggunakan strategi terbaiknya dalam penentuan caleg dan penempatan DAPIL nya. Demokrat, PAN dan PPP mendapatkan perolehan kursi significant karena mendapatkan susa suara terbanyak dari perhitungan suara tahap I. Cukup dengan mendapatkan 60-80 % BPP mereka mampu mendapatkan 1 kursi sisa. Disatu sisi ada parpol yang fokus di Pulau Jawa yang praktis nilai 1 kursi nya mahal sekali, sehingga mereka kehilangan kesempatan cukup banyak. PDS mendapatkan kursi 6 x lebih banyak dari PKPB padahal perolehan suaranya hampir sama sekitar 2,2-2,4 juta (2,2 %). Hal ini terjadi karena PDS mempertimbangkan dapil diluar pulau jawa dimana nilai kursi lebih rendah dan banyak mendapatkan sisa perolehan suara.

Maka PEMILU 2009 nanti juga praktis tidak akan menghasilkan jumlah parpol lebih dari 10 dengan aturan Parlementary Threshold. Kejamnya adalah sisa suara dari parpol yang tidak lolos akan dibagi habis oleh parpol diatasnya berdasarkan suara terbanyak di Dapil tersebut. Maka yang besar semakin besar lah.Betul kah?

Ada hal menarik bahwa ternyata ada korelasi posisit dari perolehan kursi dan jumlah nama dalam DCS. Sebagian parpol yang lolos ET memang memberikan jumlah nama dalam DCS banyak sekali. Untuk PEMILU kedepan bisa diprediksi juga dari jumlah nama dalam DCS dari 38 parpol. Rasanya bisa diperhitungkan parpol yang jumlah caleg nya di atas 500 nama karena mereka mendapatkan kemungkinan perolehan suara dari setiap nama dalam parpol tersebut. Semakin sedikit caleg dalam satu dapil semakin sedikit suara yang dihasilkan parpol tersebut.

[Bersambung]


1 Comment so far
Leave a comment

Itulah politik di Ind.Membuat peraturan tuk kelompokny saja,Partai besr makin besar, partai kecil akn hilang dari peredaran catur politik…Siapa yg akn mewakili suara2 minoritas, yg tertindas dn marginal?????Begitu jg dng pertauran partai internal yg dpt kursi suara terbanyak ha ha…Apa gunany dong perjuangan kita perempuan selama ini, 30% kuota perempuan di Parlemen yg disetujui KPU, mentah lagi…..dng suara terbanyak.Yg melempar ide ini pertamakali adalh Golkar ha ha dng alasan persamaan hak dn demokrasi lg ha ha….Yg sedihny bnyk perempuan2 yg tdk mengerti terjerumus kedlm argumentasi ini dn sdh menandatangani srt perjanjian tuk mundur walau dia no 1, tp rekannya laki2 no 7 misalny dpt suara 1 sj lbh bnyk dari dia….Kalau symbak ratna, sdh protes jauh hari kepd Ketum sy,hrs pakai aturan KPU,no urut, kalau tdk sy tdk akn maju jd caleg…, ngapain cuma dijadkn pajangan dn menarik simpati masyarakat…Wahai perempuan Ind. bangkitlah, perjuangan msh panjang, penjegalan dimn-mn…Pakailh kecerdasanmu tuk membaca apa yg tersirat, bkn yg tersurat….ha ha..Slm

Comment by Dharmayuwati Pane




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: