Saatnya HATI NURANI bicara


Fenomena Obama bagi Indonesia by ratna ariani
October 23, 2008, 6:38 am
Filed under: Uncategorized | Tags: , , , ,

Melihat perdebatan antara dua capres Obama dan Mc Cain, membuat mata kita terbuka akan hasil demokrasi yang terasah ratusan tahun di Amrik yang multikultural, mirip2 dengan Indonesia. Tentang sekolah gratis di amrik sebagai usulan Obama, baru bisa di capai setelah sekian lama Amerika menegakkan aturan sistem perpajakan yang ketat dan disertai kesadaran warganya untuk taat membayar pajak. Demikian juga dengan kesehatan gratis bagi orang yang tidak mampu masih jadi issue disana.

Coba kita bandingkan dengan Indonesia , katanya semua (pendidikan dan kesehatan) mau digratiskan padahal pembayar pajak saja masih banyak yang ngemplang. Pengangguran masih tinggi pula, lalu uang dari mana yang mau dipakai mendanai pendidikan dan kesehatan gratis sementara cadangan devisa menurun dan menggunakan anggaran defisit terus-terusan ??? Lihat saja nanti semua orang kampanye pasti ‘lagu’nya sama.

Kampanye di amrik pun butuh uang, tapi semua transparan sehingga rakyatpun berhak tahu. Ini yang penting digaris bawahi karena di indonesia masih TST tentang dana kampanye parpol.
Pendidikan politik sungguh sangat diperhatikan sehingga setiap orang paham akan hak dan opsi yang ada. Walhasil semua warga bisa ambil bagian berperan aktif walau cuma jadi relawan pendidikan politik atau rela menyetor $ US 10 untuk dana kampanye.

Saya percaya apa yang terjadi di amrik, membawa virus penyegaran bagi demokrasi di Indonesia juga. Walau demokrasi di Indonesia praktis baru 10 tahun berjalan sejak reformasi, tapi dengan perkembangan pilpres dan demokrasi di berbagai negara dan dengan kemajuan teknologi, kita pun ikut terbawa mengalami percepatan dalam alam demokrasi. Ini bisa terjadi kalau kita mau terbuka pada pluralisme karena itulah kenyataan  bangsa ini yang beragam suku bahasa nya. Tapi kalau hare gene masih mempermasalahkan SARA,mungkin kita perlu menunggu ratusan tahun lagi untuk punya pemimpin sederajat Obama-Mc Cain.  Berikut saya bagikan tulisan mbak Gadis terhadap debat tingkat tinggi antara kedua capres ini. (RA)

Benar bahwa Obama bagi kebanyakan rakyat Amerika merupakan pilihan yang memberikan harapan baru karena kegagalan Partai Republik selama 8 tahun ini. Beberapa perbedaan mendasar dari program-program Partai Demokrat (Obama) dan Partai Republik (McCain) adalah sebagai berikut:

BIDANG EKONOMI
Pada bidang ini, krisis finansial yang baru2 ini terjadi di AS dan merambat ke seluruh dunia, Obama dan McCain megambil jalan keluar yang sama. Menyetujui rancangan Bush untuk memberikan stimulus paket US$ 700 juta untuk membantu bank dan dunia usaha. Dalam hal ini kebanyakan orang Amerika terutama Partai Republik menentang rancangan ini karena bukan merupakan praktek kapitalis murni yang tidak menghendaki intervensi pemerintah. Pajak rakyat oleh kebanyakan rakyat AS tidak mau dipakai untuk menyelamatkan korporasi besar yang jelas-jelas telah melakukan kesalahan sehingga menyebabkan resesi internasional. Namun, Obama dan McCain merasa bahwa ini satu-satunya jalan untuk menyelamatkan pasar.

Dalam soal pajak, Obama menghendaki menaikkan pajak untuk mereka yang berpendapatan US250.000,- pertahun (kalangan menengah atas dan atas). McCain menolak rancangan ini karena dalam situasi krisis menaikkan pajak untuk menengah atas dan atas akan berakibat pada kelambanan pemulihan ekonomi. Para pebisnis menengah dan atas akan kewalahan dengan pajak baru dan akibatnya nanti akan berpengaruh pada pilihan megurangi tenaga kerja.

Diskusi soal pajak selama dua minggu ini menghangat dengan pertanyaan dari orang biasa bernama Joe yang berprofesi sebagai tukang ledeng. “Joe the plumber” menganggap di bawah rencana ekonomi Obama ia akan kehilangan bisnisnya karena memberatkan dia membayar pajak dua kali lipat. Pertanyaan Joe ini dijawab oleh Obama bahwa ia menghendaki sistim redistribusi kekayaan “spread the wealth around”. Pernyataan Obama ini oleh kaum kapitalis tulen mengkhawatirkan karena kaum kapitalis tidak percaya dengan “distribusi kekayaan” tapi “distribusi kesempatan (opporutnity) “.

Diskusi tersebut merupakan diskusi ekonomi penting bagi rakyat Amerika. Karena masyarakat kapitalis tidak percaya pada pemerintah untuk melakukan “distribusi kekayaan” yang bukan tugas pemerintah. Pemerintah bertugas untuk menciptakan kesempatan agar bisnis bisa tumbuh. Ini adalah sikap McCain. McCain berpendapat LSM dan organisasi2 agama dan sejenisnya yang bertanggung jawab untuk melakukan distribusi kekayaan lewat program2 pemberdayaan yang digalang oleh masyarakat. Memang di AS mereka yang menyumbang kepada LSM mendapatkan pemotongan pajak jadi gerakan civil society sangat kuat.

Kedua kandidat sebenarnya sama-sama ingin meguatkan kelas menengah. Obama ingin menguatkan kelas menengah dengan intervensi pemerintah dan McCain ingin menguatkan kelas menengah dengan pembebasan pasar.

Jadi, menurut saya, AS sedang menghadapi diskusi menarik tetang bentuk ekonomi kapitalis mereka. Apakah mereka akan menerapkan ekonomi kapitalis yang memakai “rem” (intervensi pemeritah) atau tetap mempercayakan sistim pasar seluas-luasnya.

BIDANG KESEHATAN

Obama menghendaki “Universal heath care”, yaitu program kesehatan cuma-cuma untuk semua rakyat Amerika. Pendekatan ini akan memastikan pelayanan kesehatan gratis untuk rakyat miskin. Sedangkan McCain merasa sistim Obama akan membangkrutkan negara karena ini berarti akan memakan pajak rakyat
(sistim welfare). McCain mengusulkan memberikan insentif US 5000 dollar bagi keluarga yang membutuhkan tapi tidak mewajibkan pelayanan kesehatan cuma-cuma.

BIDANG PENDIDIKAN

Kedua kandidat menghendaki pendidikan rakyat yang kuat (sekolah publik). AS menggratiskan sekolah SD smpai SMA dengan kualitas dunia dengan pertimbagan pendidikan adalah kunci sukses negara AS. Sekolah swasta hanya diperuntukkan bagi mereka yang benar2 mengiginkan kekhususan seperti dengan adanya pendidikan agama, pemakaian bahasa tertentu atau tambahan program2 khusus lainya dengan fasilitas2 tertentu.

Perbedaan kedua kandidat, Obama menghendaki sekolah-sekolah yang tidak memenuhi standard untuk dibantu dengan program pemerintah yaitu “chartered schools” yang khusus membantu anak-anak yang perlu dibantu dalam bidang akademis. McCain tetap ingin mempertahankan sistim “voucher” yang
membebaskan orang untuk memilih sekolah dan sekolah yang lemah kalau perlu ditutup ya ditutup saja sebagai akibat dari ketidakbecusan mengelola sekolah, jadi, pasar sekali lagi menentukan. Obama menganggap jalan keluar McCain tidak memperbaiki sistim pendidikan.

BIDANG SOSIAL

Bidang ini yang paling besar perbedaannya antara kedua kandidat. Obama setuju dengan sikap “pro-choice” (aborsi) dan McCain menentang. Keduanya setuju dengan hak-hak kaum gay dan lesbian tapi tidak setuju dengan ikatan institusi pernikahan untuk kaum gay dan lesbian. Keduanya setuju setiap negara bagian bisa menentukan apakah pernikahan kaum gay dan lesbian diterima atau ditolak.

BIDANG HUB LUAR NEGERI

Bidang ini terutama diwarnai oleh sikap tajam dalam soal perang Irak. Obama mengiginkan serdadu AS segera ditarik dari Irak sedangkan McCain menganggap penarikan serdadu AS tidak bertanggung jawab sebab AS harus memastikan dulu negara orang yang ditinggalkan sudah stabil secara politik dan semua
infrastruktur yang dihancurkan sudah dibangun kembali. Obama menuntut pengakhiran perang Irak sedangkan McCain menuntut tanggung jawab di Irak.

Dalam soal Iran, Obama mengusulkan adanya perundingan atara pemimpin negara. McCain menolak perundingan dengan negara2 yang telah menyalahi aturan UN, diplomasi merupakan jalan keluar untuk McCain bukan perundingan antar pemimpin.

BIDANG ENERGI

McCain mengiginkan AS memikirkan dengan serius pengeboran minyak lebih banyak lagi agar bisa mandiri dalam mesuplai minyak selain melihat opsi mengembangkan tenaga solar, angin dan lainnya yang orientasi environmental.
Obama tidak sependapat dengan perluasan pengeboran minyak karena akan mengakibatkan kerusakan ligkungan, dia lebih mau menginvestasi pada pengembangan tenaga solar, angin, dsb.

Pada dasarnya, Obama dari Partai Demokrat memiliki kebijakan-kebijakan yang liberal sesuai dengan agenda Partai Demokrat. Sedangkan McCain lebih pada kebijakan-kebijakan yang konservatif sesuai dengan garis Partai Republik. Meskipun keduanya terlihat telah beranjak ke tengah, jadi McCain ke pendulum
tengah Partai Republik dan Obama ke tengah pendulum Partai Demokrat.

Meurut saya, sangat menarik melihat perdebatan-perdebat an publik Obama dan McCain terutama perdebatan2 yang diselenggarakan di TV karena di dalam perdebatan itu kedetailan program dan visi dan misi setiap kandidat jelas.
Moderator2nya pun orang2 pakar politik, ekonomi dan sosial yang menjaga pertanyaan2 yang berkualitas. Setiap perdebatan hanya satu moderator. Dan setiap setting perdebatan diadakan di universitas- universitas sehingga suasana ilmiah terasa.

Banyak yang perlu kita pelajari dari pemilu di AS. Terutama yang membuat saya kagum adalah sikap voluntir dari berbagai kalangan masyarakat. Para voluntir ini bukan megadakan pawai ngebut-nebutan di jalanan (ini dilarang) tapi voluntir di markas yang diatur rapih untuk menelepon orang2 yang belum menentukan pilihan menjelaskan program2 kandidat mereka atau mengetok dari satu pintu ke pintu untuk menjelaskan program2. Tujuannya agar masyarakat benar2 mengerti program2 kandidat mereka sebelum menentukan pilihan. Kalau ada literatur yang dibutuhkan pemilih, para voluntir ini memastikan literatur yang diperlukan sampai ke tangan calon pemilih. Di daerah saya, kaum perempuan mengadakan pertemuan2 untuk mendiskusikan program2 kandidat mereka yang mana yang akan menguntungkan kesejahteraan perempuan demikian kelompok2 minoritas lainnya. Intinya mereka ingin memahami program2 yang ditawarkan oleh para kandidat agar pilihan mereka tepat.

Satu lagi yang menarik adalah penggalangan dana rakyat. Sistim internet memudahkan untuk setiap orang yang benar-benar percaya akan program dan kepemimpinan kandidatnya menyumbang dari uang sendiri, jadi partisipasi rakyat sangat besar bukan korporasi yang bermain. Transparansi pun harus dijamin dan ini tugas media meg-ekspose penyalah gunaan baik uang maupun kekuasaan. [ Gadis Arivia ]


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: