Saatnya HATI NURANI bicara


Kemiskinan Tak Dibentuk oleh Orang Miskin by ratna ariani
November 26, 2008, 4:31 am
Filed under: artikel | Tags: , ,

Tulisan ini sumbangan dari mbak Yansi Kuntag, merupakan sebagian dari pidato pengukuhan Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank, pada saat memenangkan hadiah Nobel Perdamaian di Swedia tahun 2006.
Kita Dapat Menaruh Kemiskinan Dalam Museum
Saya yakin kita dapat menciptakan dunia tanpa kemiskinan karena kemiskinan tak dibentuk oleh orang miskin. Kemiskinan dibentuk dan dilestarikan oleh sistem ekonomi dan sosial yang kita rancang sendiri; institusi dan konsep yang membuat sisterm itu; dan berbagai kebijakan yang kita terapkan.
Kemiskinan tercipta karena kita menyusun kerangka teoretis berdasarkan asumsi yang meremehkan kemampuan manusia, dengan merancang konsep yang sangat sempit (seperti konsep bisnis, kelayakan untuk mendapatkan pinjaman, kewirausahaan, dan konsep mengenai lapangan kerja) atau membentuk lembaga yang baru separo jadi (seperti lembaga finansial, tempat orang miskin diabaikan). Kemiskinan disebabkan oleh kegagalan tingkat konseptual, bukan ketidakmampuan pihak manusia.
Saya amat yakin kita dapat menciptakan dunia bebas kemiskinan jika kita secara kolektif meyakininya. Di dunia bebas kemiskinan, satu-satunya tempat Anda dapat melihat kemiskinan ialah museum kemiskinan. Ketika murid-murid sekolah melakukan karya wisata ke museum kemiskinan, mereka akan ngeri melihat kesengsaraan dan kehinaan yang harus dialami oleh sebagian manusia. Mereka akan menyalahkan nenek moyang karena membiarkan keadaaan tak manusiawi itu berlangsung begitu lama, melanda begitu banyak manusia.
Semua manusia punya kapasitas bukan hanya untuk menyayangi diri sendiri, tetapi juga membantu meningkatkkan kesejahteraan dunia secara keseluruhan. Ada sebagian yang mendapat kesempatan mencurahkan potensi mereka sejauh tertentu, tetapi banyak yang lainnya tidak pernah mendapat kesempatan, selama hidup mereka, untuk mencurahkan bakat luarbiasa yang merupakan bawaan sejak lahir. Mereka mati sia-sia dan dunia kehilangan kreativitas dan sumbangan mereka.
Grameen (nama banknya yang menjadi cikal bakal proyek kemanusiaannya) sudah menanamkan keyakinan kukuh dalam diri saya tentang kreativitas manusia. Ini telah membuat saya percaya bahwa manusia tidak dilahirkan untuk menanggung derita kelaparan dan kemiskinan.
Bagi saya, orang miskin ibarat pohon bonsai. Jika Anda tanam benih terbaik pohon tertinggi di dalam pot bunga, Anda mendapat replika pohon tertinggi, tingginya hanya beberapa inci. Tak ada yang salah dengan benih yang Anda tanam, hanya tanah tempat tumbuhnya tak mencukupi. Semata-mata karena masyarakat tak memberi mereka dasar untuk tumbuh. Yang diperlukan orang miskin agar dapat keluar dari kemiskinan ialah menyediakan lingkungan yang mendukung mereka. Begitu orang miskin sudah dapat mencurahkan energi dan kreativitas, kemiskinan akan segera lenyap.
Mari bergandengan tangan memberi kesempatan adil bagi setiap manusia untuk mengerahkan energi dan kreativitas mereka.

Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: