Saatnya HATI NURANI bicara


Amir Membolos, DPR juga by ratna ariani
December 21, 2008, 12:36 am
Filed under: politik | Tags: , ,

Minggu ini banyak ibu repot mengatur jadual pengambilan raport, terutama para ibu bekerja yang kantornya jauh dari sekolah anak. Lebih repot lagi kalau anaknya lebih dari satu dan bersekolah dilain tempat. Wah Jakarta tambah macet deh ! Ampyuuun… Saya tidak pernah menargetkan anak untuk masuk ranking, mengingat beban pelajaran mereka sudah cukup membuat stress. Walau akhirnya senang juga melihat hasil karya anak tercinta yang memenuhi SKBM. Jauh lebih baik dari periode sebelumnya. Tapi bukan ibunya saja yang senang, sang anak juga bangga lho dengan raportnya sehingga dia pamer ke teman-temannya yang lain.

Nah, sekarang kalau kita lakukan hal yang sama pada para Anggota Legislatif yang dibayar dengan pajak rakyat, gimana? Saya yakin kalau raport kinerja mereka ditayangkan di Daerah Pemilihannya setiap 6 bulan (hitung-hitung semesteran deh!), pasti mereka berbondong-bondong merubah perilakunya agar kelihatan “biru”. Jangan sampai ada yang merah, banyak bolos dan mangkirnya, PR nya membuat UU juga gak selesai2, pengawasan kedodoran apalagi anggaran jebol. Uang dana konstituen tidak pernah turun ke daerah pemilihan. Wah banyak deh yang mesti di monitor. Apa BK atau bagian apapun namanya di dalam DPR mampu melakukannya?

Semua kembali kepada keinginan untuk memperbaiki kinerja, terutama dari pihak yang memiliki otoritas. Kalau BK bisa bergerak dalam batas kewenangannya, kenapa tidak? Repotnya adalah bila job des BK yangmembuat juga anggota DPR, mana pernah disetujui? Pertanyaan kedua, frekwensi pembagian ‘raport’  juga perlu ditentukan untuk memberi kesempatan memperbaiki prestasi para Aleg DPR/D. Tapi kalau baru ditayangkan di akhir masa jabatan menjelang PEMILU, sudah jelaslah maunya apa: Jangan pilih temannya Amir ! Karena kata bu guru Amir suka membolos.

Amir membolos,  kata bu guru : Jangan membolos , menyusahkan ibu….. Pantesan ibu-ibu di kampung banyak yang susah dengan urusan minyak tanah, tidak bisa menanam karena harga benih mahal, pupuk apalagi, belum soal sekolah dan harga obat. Banyak yang bolos sih di DPR ! (RA)

DPR Diminta Umumkan Anggota Sering Bolos

Kamis 18 Desember 2008, Jam: 20:42:00
JAKARTA ( Pos Kota) – Bazar berbagai kebutuhan hidup 16 – 19 Desember yang digelar Kaukus Perempuan Parlemen di Plasa Gedung DPR, terasa bisa munutupi sepinya gedung dewan dari hiruk pikuk aktivitas anggota DPR.

Sejak masa persidangan dibuka sebulan lalu, gairah kerja anggota DPR mulai drop. Rapat kerja dengan mitra komisi selalu saja diawali dengan tertundanya jadwal karena saat dibuka selalu tidak kuorum.

Menurut Tata Tertib DPR, untuk kuorumnya sebuah rapat kerja komisi maupun rapat paripurna DPR selama ini memang tidak menghitung jumlah fisik anggota, tetapi berdasarkan jumlah absen anggota.

Untuk kuorum tanda tangan pun sangat jarang rapat-rapat di DPR dilaksanakan tepat waktu, apalagi kuorum berdasarkan kehadiran fisik. Tak sedikit pula anggota DPR yang memang seperti lupa ruang kerjanya, mereka hanya sekali-kali datang ke DPR, itupun di rapat paripurna atau pidato kenegaraan yang dihadiri presiden.

Ketua Pansus Susunan dan Kedudukan DPR, MPR, DPD dan DPRD Gandjar Pranowo mengatakan pembahasan Susduk tersendat-sendat karena sulitnya mengumpulkan anggotanya.

Semakin senyapnya anggota DPR akhir-akhir ini sejumlah fraksi menginginkan adanya aturan baku yang bersifat sanksi moral.

Seperti yang dikemukakan Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Syarif Hasan untuk membuat aturan baku yang memberi hukuman moral kepada anggota malas. Anggota yang malas itu perlu diumumkan ke publik.

IDE BAGUS
Ketua Fraksi FPPP Lukman Hakim Saefudin juga setuju rencana itu. Dengan pengumuman ini akan memberikan dampak, berupa sanksi sosial dari masyarakat terhadap anggota dewan yang kerap mangkir. FPPP sendiri akan melakukan evaluasi terhadap kinerja anggota fraksinya pada akhir 2008 ini.

“Ide ini bagus, kami mendukung agar anggota-anggota instropeksi. Saya kira cara ini efektif untuk memberikan sanksi sosial dan moral kepada anggota yang kerap mangkir dari tugasnya. Masak sudah diumumkan, nggak malu-malu juga,”ujar Lukman

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), Effendi Choirie juga setuju ide itu sekaligus merekapitulasi nama-nama anggota yang sering bolos agar diumumkan ke masyarakat.

“Kita usul Sekretariat Jenderal DPR menjumlah keaktifan anggota dalam setahun ke belakang terutama dalam rapat-rapat pembahasan RUU,” katanya.

“Setelah dihitung pimpinan DPR mengumumkan, semua itu diharapkan dapat memberikan sanksi moral terhadap anggota DPR tersebut,” ujarnya.

Sejauh ini semua kalangan di DPR telah mengetahui bahwa FPDIP dalam hal ini memikul beban berat. Suami Ketua Umum PDIP, Taufik Kiemas dan adik Ketua Umum PDIP Guruh Soekarnoputra merupakan anggota DPR yang paling sering mbolos.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: