Saatnya HATI NURANI bicara


Putusan MK: Suara Terbanyak – Wajah Demokrasi Indonesia by ratna ariani
December 27, 2008, 11:26 pm
Filed under: politik | Tags: , , , , ,

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi UU No 10 Tahun 2008 tentang pemilu. Dengan demikian penetapan anggota legislatif untuk Pemilu 2009 akan ditentukan dengan sistem suara terbanyak. [DETIKCOM]

Keputusan ini merupakan kado Natal terindah bagi para peserta Pemilu, khususnya para caleg ber nomor 2 dst. Hal ini langsung mematahkan pemeo tentang “Nomor jadi” yaitu nomor urut “1”. Disinyalir tidak terhitung kucuran dana dikeluarkan para caleg untuk mendapatkan no 1, yang tentunya tergantung dari mekanisme parpol setempat. Makin besar parpolnya wajar kalau setorannya juga besar.

Maka dengan keputusan MK ini, para caleg no 1 dalam DCT saat ini merupakan korban pertama yang paling keras menangis dan hanya bisa pasrah. Dengan demikian parpol yang terlanjur pasang harga untuk nomor ‘jadi’ pasti menuai protes para caleg ini. Ditambah lagi KPU pun langsung berjanji menjalankan keputusan MK ini. Sehingga tidak ada pilihan lain untuk para caleg no 1 tetap harus berjuang sama kerasnya dengan caleg lain untuk mendapatkan suara terbanyak.

Inilah wajah demokrasi Indonesia sesungguhnya, di tahun 2009 nanti rakyat mendapatkan wakilnya berdasarkan pilihan mereka, apakah mau pilih ‘kucing’ betina atau jantan, karungnya sudah pakai karung plastik tembus pandang. Bandingkan dengan Pemilu 2004, mereka yang duduk di parlemen adalah semua yang mendapatkan ‘blessing’ dengan mendapat no. urut ‘1’.  Dari sekitar 560 orang hanya 2 orang bisa tembus angka BPP. Bahkan kalau KPU tetap bertahan dengan angka 30 % BPP sesuai dengan UU Pemilu no 10 tahun 2008, dengan simulasi data Pemilu 2004, hanya ada 13 orang anggota DPR lolos ! Artinya rakyat tetap dapat kucing yang lain walau sudah memilih kucingnya sendiri dari karung yang sama.

Komnas Perempuan dan LSM lainnya protes dengan keputusan MK yang dirasa merugikan kaum perempuan. Ya memang dirugikan kalau caleg perempuan tsb sudah mendapatkan nomor urut 1. Juga mereka yang artis bisa jadi punya kans lebih besar mendapatkan suara mengalahkan caleg non artis.  Tapi ini berlaku bagi caleg perempuan dan laki-laki, artinya semua harus mengikuti tata cara pertandingan secara wajar.

Hal yang ditakutkan terjadi adalah adanya money politics dalam bentuk jual beli suara, baik antar caleg maupun antar parpol. Belum lagi kemungkinan transaksi kartu suara mereka yang GOLPUT.  Maka yang telah dengan sadar memilih untuk GOLPUT, tetaplah anda datang ke TPS dan menggunakan hak suara anda dengan membuat surat suara menjadi tidak sah daripada membuka peluang oknum lain memperjualbelikan surat suara tersebut.

Untuk mengantisipasi hal ini maka dibutuhkan peran serta warga masyarakat, baik kelompok mahasiswa dan non partisan lainnya untuk bersedia menjadi saksi disaat perhitungan suara. Data KPPS akan langsung disalin dan dibagikan kesemua saksi sebelum dibawa ke kelurahan dan kecamatan. Maka kehadiran para saksi yang jumlahnya bisa lebih dari 50 orang (parpol dan DPD) untuk mendapatkan Berita Acara perhitungan suara sangatlah penting.

Hanya ada dua ancaman terbesar di hari H yaitu : listrik dan SDM petugas KPPS. Listrik padam menghentikan seluruh proses perhitungan suara, apalagi dalam gelap bisa-bisa surat suara lenyap. Kualitas SDM KPPS perlu dipertimbangkan karena mereka harus menyalin ratusan data dalam kolom yang sangat banyak dan harus selesai dalam hari itu juga. Hal ini bisa menimbulkan adanya human error penulisan jumlah suara pada caleg yang berdekatan. Tentunya ada pihak bakal diuntungan dan dirugikan karenanya.  Inilah wajah Pemilu Indonesia yang mungkin paling rumit didunia barangkali.


1 Comment so far
Leave a comment

Betul ini wajah br demokrasi indnsia. Tp faktanya yg mng yg pny bnyk uang. Saksi di beli. Suara dibeli dgn berkedok tim sukses tkt RT. Yg jelas partai ditntt kbrnianya untk memPAW kan ALEG yg duduk tp tak pny kwalitas dan integritas sbg wakil rakyat.

Comment by Aris setiawan




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: