Saatnya HATI NURANI bicara


Gusur Petani = Bunuh Diri Massal by ratna ariani
January 7, 2009, 6:52 am
Filed under: sosial masyarakat | Tags: , , , ,

Manakala yang kuat menekan yang lemah, baik dari sisi kuat dana dan kekuasaan, akhirnya selalu pihak yang lemah dirugikan dalam segala hal, baik fisik, materi, psikis dan akhirnya mimpi mereka akan masa depan pun dirampas.  Polisi sebagai aparat penegak hukum seharusnya melindungi rakyat yang lemah yang mendapat serangan dari para preman sang penguasa (dana), apalagi proses hukum belum selesai. Lalu kemana rakyat meminta perlindungan hukum bilamana penegak hukum pun tidak dapat diandalkan??  Hal yang lebih serius lagi selain penanganan penggusuran yang selalu berakhir dengan jerit dan air mata, kita pelan-pelan akan mati kelaparan di lumbung padi bilamana tidak ada visi yang kuat tentang tata ruang di negara ini. Lahan pertanian semakin cepat berkurang, bahkan lahan perhutanan setiap hari dibakar sehingga keragaman hayati bumi Indonesia sudah rusak. Silahkan baca lebih jauh status terakhir kerusakan lingkungan di www.walhi.or.id

Sudahkah kita memikirkan krisis pangan yang menghadang didepan mata? Ledakan jumlah penduduk menuntut tingginya kebutuhan pangan sementara lahan yang ada semakin sedikit. Maka sudah pasti sebentar lagi kita tidak bisa mengimport bahan pangan terutama beras dari negara-negara asal. Kenapa? Mereka sendiri juga berusaha memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Kebijakan export bahan pangan pasti diperketat dan akhirnya mereka yang tidak cukup punya sumber pangan akan pelan-pelan mati kelaparan. Terutama mereka yang hidup dibawah garis kelayakan, tidak akan mampu membeli bahan pangan yang melambung tinggi harganya.

Maka penting sekali para pemimpin dan petinggi di tingkat nasional dan daerah memiliki visi yang jauh lebih panjang dari masa jabatannya, sehingga kebijakan dan pola pengambilan keputusan sungguh perlu diupayakan mengarahkan kepada pemenuhan kesejahteraan. Kalau hal ini tidak dipersiapkan secara holistik, maka kengerian didepan mata akan semakin cepat datang karena orang lapar akan melakukan ‘apapun’ asal perutnya dan perut anaknya bisa diisi. Dengan keadaan yang sulit sekarang saja tingkat bunuh diri sudah sangat tinggi, apalagi nanti bila harga pangan semakin melangit. (RA)

=================================================================================

Pekanbaru-berdikari online (06/01/09): Terkait aksi kekerasan dan penggusuran paksa yang dilakukan oleh aparat Polda Riau terhadap warga Suluk Bongkal. Komnas HAM telah memerintahkan Polda Riau untuk menarik seluruh pasukannya dari wilayah konflik agrarian di Bengkalis, Riau. Hal ini dilakukan, setelah Komnas HAM mendapatkan sejumlah temuan (fakta) di lapangan akan terjadinya pelanggaran HAM yang dilakukan. Akan tetapi, pihak polda Riau masih intensif melakukan penggusuran paksa dengan memperluas eskalasi teritori penggusuran, bahkan mengerahkan tambahan pasukan dari Brimob Polda Riau untuk mensukseskan usaha tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi penggusuran paksa dan tindak kekerasan yang dilakukan Polda Riau terus melebar ke desa-desa lain, terutama yang merupakan areal yang diklaim PT. Arara Abadi.

Terhitung dari tanggal 18 desember lalu hingga sekarang, pihak Polda Riau terus meningkatkan eskalasi penggusuran. Menurut laporan reporter Berdikari online di lapangan, kemarin saja (5/01/09) aparat Brimob Polda Riau mengerahkan 1 bus dan 3 ranger sebagai pasukan tambahan, untuk menggusur paksa warga di desa Melibur. Kelihatannya, Polda Riau benar-benar berada dibawah kendali PT. Arara Abadi. Terbukti, berbagai bentuk kekerasan dan pengusiran paksa warga dari lokasi pemukiman sejalan dengan kehendak PT. Arara Abadi.

Tindakan biadab aparat kepolisian mengusir paksa warga dari lahan pemukiman, yang sekarang ini menjadi areal konflik agrarian, benar-benar melangkahi prosedural hukum di negara ini. Seperti diketahui, polisi tidak punya sedikitpun wewenang dalam memutuskan konflik agrarian.

Sebaliknya, seharusnya polisi memberikan perlindungan kepada masyarakat dari aksi brutalisme preman-preman yang dikendalikan oleh PT. Arara Abadi. Kasus konflik agraria ini sedang dalam proses penyelesaian, baik ditingkat kabupaten maupun propinsi, dan rencananya akan diputuskan tahun ini. Ada indikasi kuat, PT Arara Abadi berkehendak mendahului keputusan tersebut dan menguasai paksa tanah konflik, dengan menyuap seluruh pimpinan Polda Riau dan oknum tertentu di Mabes Polri, untuk memuluskan rencananya.

Pada saat bersamaan, Aktifis dari Serikat Tani Riau (STR), sebuah organisasi yang getol memperjuangkan hak-hak petani di berbagai tempat di Riau, sedang menggelar aksi untuk meminta semua pihak agar segera menghentikan kebiadaban aparat Polda Riau. Menurut pengunjuk rasa, kebiadaban Polda Riau dapat dipersamakan dengan kebiadaban pasukan Israel yang kini menggempur Gaza di Palestina, karena sama-sama tidak mengindahkan aturan hukum dan factor kemanusiaan. Menurut massa aksi, rakyat Bengkalis dan sekitarnya kini membutuhkan dukungan politik dan solidaritas dari seluruh Indonesia dan internasional untuk mengakhiri kebiadaban ini. (Noni)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: