Saatnya HATI NURANI bicara


Apakah UU BHP Bisa Lebih Meningkatkan Peringkat PT RI di Dunia?? by ratna ariani
January 31, 2009, 12:19 am
Filed under: pendidikan | Tags: , ,

Seperti kita ketahui UU BHP yang baru saja disahkan Pemerintah mengundang pro-kontra dan protes dari banyak Perguruan Tinggi di Indonesia, karena sepertinya Pemerintah melepas tanggung jawab dalam mensubsidi PT dan melepas sebagian besar tanggung jawab pendanaan kepada masing-masing PT. Dengan demikian komersialisasi pendidikan terjadi dan jangan heran biaya pendidikan di Perguruan Tinggi melambung cepat, sehingga saking mahalnya banyak orangtua tidak mampu lagi menyekolahkan anaknya di PT. Padahal dalam UU pendidikan dinyatakan, bahwa setiap warga Indonesia mempunyai hak atas pendidikan dan negara wajib menyediakannya. Karena pendidikan dilepas untuk bersaing di pasar bebas, maka pendanaan modal asingpun diijinkan sampai mencapai 49%, padahal seperti yang terjadi di banyak negara pendidikan adalah bidang yang dilindungi dan seharusnya tidak boleh dimasuki modal asing, karena sangat strategis untuk penyebaran ideologi dan pengertian dalam hal berbangsa dan bernegara.

Artikel di bawah ini adalah kabar menggembirakan, bahwa PT RI masuk dalam daftar 5000 PT terbaik dunia, sebelum UU BHP diberlakukan dan Pemerintah masih memberikan subsidi kepada PT di Indonesia. Namun bila dibandingkan PT yang ada di Asia Tenggara seperti di Singapura, Malaysia dan Filipina, peringkat PT kita masih tertinggal jauh dibawah mereka.Apakah dengan diberlakukannya UU BHP ini standard dan mutu PT di Indonesia nantinya bisa lebih ditingkatkan dan penelitian ilmiah pun semakin meningkat seperti yang diharapkan Pemerintah atau sebaliknya?       [Dr Dharmayuwati Pane]
==============================================================================
33 Perguruan Tinggi RI Masuk 5.000 Terbaik Dunia
Friday, 30 January 2009

SEMARANG (SINDO) – Sebanyak 33 perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia masuk kelompok 5.000 PT terbaik dunia berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan Webometrics yang berkantor pusat di Madrid, Spanyol.

Berdasarkan hasil pemeringkatan yang dikeluarkan Januari 2009 pada situs http://www.webometrics.info kemarin,tiga perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka menempati posisi teratas untuk lingkup Indonesia,yakni UGM,ITB,dan Universitas Indonesia (UI). UGM berada di posisi ke-623 disusul ITB di urutan 676, kemudian UI di posisi 906.

Perguruan tinggi swasta (PTS) Universitas Gunadarma Jakarta berada di posisi ke-4 secara nasional dengan peringkat Webometrics di urutan 1.604. Capaian Gunadarma ini cukup mengejutkan karena posisinya jauh melampaui capaian PTN terkemuka seperti IPB yang berada di urutan 2.063, ITS (1.762), Universitas Brawijaya (2.152), dan Universitas Airlangga (2.672), yang selama ini dianggap sebagai PT papan atas.

Sementara itu, 50 perguruan tinggi terbaik dunia versi Webometrics diborong PT Amerika Serikat (AS). Bahkan mulai peringkat 1–23 ditempati PT terkemuka negara yang dipimpin Barack Obama itu. Massachusetts Institute of Technology (MIT) berada di posisi 1, disusul Stanford University (2), Harvard University (3).

Di bawahnya University of California Berkeley Cornell University, University of Michigan, California Institute of Technology, dan PT terkemuka di AS lainnya. Kepala Humas Universitas Negeri Semarang (Unnes) Nugroho Trisnu Brata mengatakan,Unnes pada 2009 masuk peringkat ke-4.800 berdasarkan pemeringkatan Webometrics.

” Hasil ini jauh lebih baik karena pada tahun-tahun sebelumnya Unnes tidak masuk 5.000 PT terbaik versi Webometrics,”paparnya di Semarang kemarin. DirekturInstitute for Education Reform (IER) Universitas Paramadina Utomo Dananjaya mengatakan peringkat perguruan tinggi Indonesia termasuk rendah jika dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura,Hong Kong,India, dan China.

”Kita masih kalah jauh dibanding mereka.Perguruan tinggi kita belum mampu bersaing,”ujarnya ketika dihubungiSINDOtadimalam. Menurut Utomo, hal ini akibat ketidak pedulian pemerintah terhadap pendidikan tinggi.Terlebih dengan disahkannya Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) yang memperlihatkan pelepasan tanggung jawab pemerintah untuk membiayai perguruan tinggi.

”Saya pikir untuk tahun-tahun mendatang peringkat perguruan tinggi kita akan semakin merosot ke level rendah,” katanya. Dalam UU BHP, lanjut Utomo, perguruan tinggi malah diberikan keleluasaan untuk mencari modal.Sementara pemerintah diberikan porsi yang lebih ringan dalam pembiayaan pendidikan tinggi.

Utomo berharap pemerintah yang memiliki anggaran besar dapat lebih bijaksana dan mau berkorban membiayai pendidikan tinggi.”Mengembangkan ilmu dan pendidikan memang butuh biaya besar. Siapa lagi yang memiliki uang kalau bukan pemerintah,”tandasnya. (rendra hanggara/ant)


1 Comment so far
Leave a comment

Berkah Dalem.
Saya sebagai anak bangsa menyatakan mendukung Ibu untuk menyuarakan Hati Nurani rakyat. Tapi bagaimana caranya untuk memberikan Suaranya.Padahal diJabar.

Comment by Yohanes Sutarno




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: