Saatnya HATI NURANI bicara


Community Social Responsibility by ratna ariani
February 12, 2009, 12:23 am
Filed under: sosial masyarakat | Tags: , ,

Saya postingkan kegiatan seminar yang diadakan komunitas mahasiswa Budhis minggu lalu di Semarang. Mereka mendiskusikan bagaimana menum-buhkan komunitas yang memiliki kepedulian sosial. Kalau CSR kita kenal sebagai Corporate Social Responsibility yang berarti suatu bentuk kepedulian badan usaha terhadap tanggungjawab sosial, maka CSR yang satu ini adalah Community Social Responsibility atau komunitas yang memiliki kepedulian sosial. Akhirnya menolong orang lain yang kesusahan adalah tanggungjawab setiap orang yang berada disekitarnya. Jangan tunggu orang lain bergerak, lakukanlah apa yang dapat kita lakukan sendiri untuk membantu orang lain bangkit dan semakin dimanusiakan. Semoga semakin banyak komunitas yang peduli satu sama lain tanpa memandang perbedaan yang ada kecuali : kesempatan. (RA)

====================================================

Kepedulian sosial umat Buddha hendaknya ditingkatkan menuju pada pedampingan masyarakat guna peningkatan sektor ekonomi.Hal ini akan menambah semangat kewiraswastaan. Demikian dikemukakan Pandita D. Henry Basuki, anggota Dewan Pertimbangan Majelis Pengurus Pusat MAGABUDHI (Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia) dalam uraiannya pada diskusi “Keterlibatan Sosial Komunitas Buddhis” (Socially Engage Buddhist) yang diselenggarakan oleh PC HIKMAHBUDHI (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia) Kota Semarang di Vihara Buddha Gaya Watugong, Semarang 7 Februari 2009 pagi.

Dikemukakan oleh D. Henry Basuki bahwa masih ada sebagian masyarakat yang masih menganut paradigma bahwa berada dalam komunitas agama berkaitan dengan peribadatan dan pemahaman ajaran agama saja. Hendaknya dipahami pula bahwa penjabaran ajaran agama terdapat juga kepedulian pada sesama.

Pada era pembinaan masyarakat saat ini, hubungan interaktif antar ethnis, umat beragama maupun golongan masyarakat perlu senantiasa dipelihara, sehingga terwujud kesatuan dan persatuan dalam NKRI. Konflik antar ethnis dan antar agama di Indonesia secara nurani sebenarnya tidak ada. Kalaupun sekarang ada, hal itu memang diupayakan oleh pihak tertentu untuk memecah belah bangsa.

Dengan demikian hendaknya setiap individu memahami hal ini sehingga tidak hanyut akan usaha perpecahan. Kepedulian dengan melaksanakan bakti sosial pengobatan maupun bantuan pada korban bencana alam saat ini merupakan jalan pintas wujud kepedulian. Hal ini memang sangat membantu pada keperluan seketika. Peningkatan pengobatan massal bila dilanjutkan dengan memberikan alat medis pada balai pengobatan maupun puskesmas sehingga manfaatnya punya waktu yang lebih lama.

Pada bagian lain, dikemukakan pula bahwa koordinasi dan usaha menggerakkan para aktivis muda dalam pedampingan pada era komunikasi saat ini jelas menggunakan teknologi handphone dan internet. Untuk itu penguasaan internet supaya ditingkatkan kalau kita tidak mau menghadapi hambatan.

Eko Nugroho, Ketua Umum PP Hikmahbudhi menghapus anggapan dalam kalangan umat Buddha yang memilih tidak melakukan sesuatu agar tidak terjadi kesalahan. Kepedulian terhadap umat manusia merupakan kebutuhan dalam kehidupan, termasuk kepedulian generasi muda Buddhis.

Dalam tanggapannya DR RM Drs Setyadji Pantjawidjaja, pakar Budaya Jawa pengampu Padepokan SWAGOTRA menyatakan kekagumannya pada generasi muda Buddhis yang berhasil mewujudkan dialog antar umat beragama dan dialog antar generasi. Disampaikan bahwa ada anggapan bahwa penganut agama Buddha sebagian besar dari ethnis Tionghoa.

Dalam perkenalannya pada kunjungan di beberapa komunitas agama Buddha, baik di Vihara Tanah Putih, Vihara Watugong, bahkan pada acara Pengambilan Air menjelang Waisak 2552 di Jumprit dalam budaya Jawa ternyata anggapan tersebut tidak benar. Diharapkan generasi muda Buddhis yang telah berhasil mewjudkan pembauran akan menjadi motivator persatuan Indonesia.

Hal mana mengambil keteladanan mPu Tantular, penggagas Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia. Dalam diskusi yang dihadiri pula oleh sejumlah fungsionaris dari berbagai organisasi di luar komunitas agama Buddha ini terjadi dialog interaktif lintas generasi yang dapat merumuskan kiprah para penggerak masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang baik.

diskusi-budhist-7-feb-09Setelah diskusi, dilaksanakan pelantikan Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) Kota Semarang yang menerima pemberkahan dari Pandita Muda Eka Pratama Jaya Dewa. Adapunusunan pengurus antara lain Ketua Raymon, Sekjen Nanik Yuni Ningsih, Sekretaris Idha Pristyani dan Bendahara Setya Purna Dewi. Hadir dalam acara ini a.l. Prof DR Djuliati Suroyo, pakar sejarah dari UNDIP Gembong Lukito, seniman kondang Semarang, Soetardjo Padmonobo, Ketua bidang Organisasi Bhinneka Swa Budaya Nusantara, Mulyantoro, Kabid Ketahanan Bangsa Kesbangpol dan Linmas Kota Semarang, serta para pandita dari MAGABUDHI Kota Semarang.


1 Comment so far
Leave a comment

wah ada foto ku ^^

Comment by newbie




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: