Saatnya HATI NURANI bicara


Dana Aspirasi: milik DPRD, Pemprov atau Rakyat? by ratna ariani
February 17, 2009, 1:26 pm
Filed under: politik | Tags: , , ,

Dana aspirasi pemprov Jateng yang sedang digunjingkan dalam beberapa minggu ini di media cetak Radar Semarang seperti puncak gunung es permasalahan kronis bangsa ini. Penyimpangan juga diduga terjadi di tahun 2007 karena ada 7,7 M dana tidak bisa dipertanggungjawabkan dari 352 M yang telah dikeluarkan Pemprov Jateng untuk bantuan ormas seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keagamaan dan kesenian. Kekecewaan masyarakat begitu besar disetiap kesempatan sosialisasi ke berbagai pelosok di Dapil Jateng I. Tidak heran kalau tingkat golput sangat tinggi sebagai tanda hilangnya kepercayaan rakyat pada pemeritah. Pengalaman pahit dari pemilu satu ke yang lain membuat sementara konstituen juga bersifat pragmatis, apa yang mereka dapatkan sekarang sebelum kemudian nanti dilupakan untuk 5 tahun.

Selamat bagi Gubernur terpilih yang berani mengangkat isu ini. Semoga tidak hanya menjadi isu hangat menjelang PEMILU, tetapi hal ini berlaku seterusnya sebagai wujud usaha memperbaiki citra pemerintahan yang bersih (Good Corporate Governance).  Pemerintah Daerah memiliki wewenang penuh dalam membuat anggaran dan arah pembangunan kedepan, sehingga memiliki landasan pengambilan keputusan dalam melaksanakan pembangunan berdasarkan skala prioritas. Fungsi DPRD sebagai legislator adalah menentukan perundangan dan kebijakan yang dibutuhkan, penetapan anggaran berdasarkan skala prioritas pembangunan sampai pengawasan pelaksanaannya.

Dana aspirasi berasal dari berbagai sumber termasuk pemasukan dari pajak yang dipungut dari masyarakat. Seharusnya apa yang telah diambil dari masyarakat berupa pajak dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk riil yang dapat dinikmati publik seperti untuk perbaikan prasarana publik. Legislator dan eksekutor tidak berhak meminta bagian karenanya.  Maka penting sekali adanya komitmen pemda dalam menunjukkan pemerintahan yang profesional agar dana aspirasi ini sungguh dapat diterima utuh, tepat waktu dan tepat guna oleh masyarakat. Perlu diwaspadai pencairan dana aspirasi 2009 yang dipercepat diindikasikan untuk medanai kampanye para incumbent.

Jalan keluar yang dapat dilakukan PEMDA adalah menerapkan fungsi administrasi pemerintahan melalui teknologi informasi (e-government). Sehingga proses keseluruhan mulai dari penyediaan informasi proses pengajuan proposal, bahkan bentuk proposal dan laporan berita acara tersedia juga. Status proposal dapat diikuti secara online oleh masyarakat termasuk para anggota dewan di DPR tanpa harus datang ke dapilnya. Mereka juga bisa membantu memantau dapil-dapil lain tentang pencairan dana aspirasi ini. Tentu hal ini mengurangi biaya perjalanan para anggota DPR. Informasi tentang apa mendapat apa, untuk apa, melalui siapa, dikirim kemana dan kapan. Karena informasi harus real time maka bisa di cek progress nya setiap saat. Kinerja pemerintah daerah pun bisa dipantau publik dan stakeholder lainnya: berapa banyak proposal dibuat, berapa persen dana aspirasi digunakan dan apa rencana berikutnya semua perlu dikomunikasikan dalam semangat pembangunan yang sehat baik oleh pemda, legislatif dan publik. Sudah bukan jamannya lagi para pejabat pemda gaptek apalagi anggota legislatifnya, karena publik menuntut transparansi informasi dan teknologi informasi adalah solusinya. Maka transformasi birokrasi akan memangkas birokrasi red-tape, sistem yang berjalan dengan transparan akan  menjauhkan perilaku negatif (KKN)para oknum didalamnya.

Hanya dengan komitmen para pemimpin maka kepercayaan rakyat terhadap pemerintah bisa kembali pulih.  Komitmen pemimpin disertai solusi pemanfaatan teknologi informasi tepat guna, menjadi alat ampuh untuk memonitor kinerja para anggota dewan dan eksekutif dalam melayani rakyat. Hanya pemimpin yang memiliki hati nurani lah yang bisa memahami dan mencari cara terbaik melayani kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: