Saatnya HATI NURANI bicara


Fenomena Ponari Sweat by ratna ariani
February 18, 2009, 12:09 pm
Filed under: kesehatan, sosial masyarakat | Tags: , , ,

ponari-sweatKasus Ponari,  10 thn, asal Jombang bak tabib ajaib menimbulkan keprihatinan tersendiri karena menunjukkan bahwa yang menderita  penyakit akut sebenarnya adalah masyarakat miskin. Sindiran ini pun muncul dalam gambar minuman kaleng yang beredar di berbagai milis. Iman dan logika menjadi tanda tanya besar karena rakyat begitu percayanya dengan batu bertuah.  Hanya dengan merogoh kocek 10 ribu sebesar jatah makan sekeluarga hari itu, mereka mau melakukan apa saja bahkan ada beberapa korban tewas untuk mendapatkan air sisa celupan batu bertuah – asal bisa sembuh dan bisa bekerja lagi. Dalam keadaan miskin, seseorang kepala keluarga yang sakit tidak akan punya penghasilan untuk membayar makan hari itu. Untuk makan saja susah, apalagi untuk membayar obat yang di puskesmas tidak ada dan harus ke rumah sakit yang jauh dan mahal pula. Maka disaat ada peluang untuk sembuh instan dengan biaya murah, maka itulah salah satu pengobatan alternatif yang ada. Itulah kabar baik yang ingin mereka dengar: si sakit bisa sembuh. Kabar buruknya : belum bisa dilakukan saat ini.

Dalam kondisi saat ini, dimana pemerintah belum mampu menekan biaya medis sehingga masih terasa mahal bagi mereka yang kurang mampu. Suburnya pengobatan alternatif memberikan harapan untuk sembuh, apalagi instan dan murah, menjadi pilihan banyak orang saat. Pemerintah tetap harus memantau fenomena pengobatan alternatif ini sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Karena kelalaian bisa saja terjadi dan nyawa manusia adalah taruhannya. Sementara itu Pemerintah tetap berkewajiban   menjamin tersedianya tempat pelayanan kesehatan terutama tersedianya obat-obatan dan tenaga paramedis berkualitas di lokasi yang terjangkau masyarakat. Program Jamkesmas perlu dipantau pelaksanaannya sehingga mereka yang sungguh-sungguh tidak mampu dapat terlayani dengan cepat dan tidak terlambat.

Sedangkan para ahli agama perlu menyikapi fenomena pengobatan alternatif ini dari sisi keimanan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta. Kita bisa menghargai kesehatan kalau kita pernah merasakan sakit. Maka dalam keadaan sakit pun umat didampingi dan dikunjungi untuk diajak bersikap tawakal, tetap tabah dan berusaha mencari kesembuhan sesuai dengan kaidah keimanan. Yang sehat pun harus bertanggungjawab dan senantiasa bersyukur untuk terus menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat.

Walaupun demikian tanggungjawab kita pribadi juga perlu ditunjukkan untuk memiliki gaya hidup sehat dan menjaga kesehatan lingkungan tempat tinggal. Suatu komunitas yang penduduknya banyak menderita penyakit serupa perlu memiliki kesadaran untuk menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan. Mungkinkah kualitas air dan sarana sanitasi memadai, ataukah masih banyak genangan air dan rawa disekitar yang menjadi sarang nyamuk? Apakah anak-anak menderita ISPA dan memiliki berat badan kurang?  Maka segala upaya melakukan edukasi pola hidup sehat harus terus diupayakan oleh berbagai pihak, bukan hanya pemerintah. Masyarakat yang mandiri dapat turut berpartisipasi aktif dalam memelihara kesehatan lingkungan.

Mari ijinkan Ponari bersekolah dan bermain layaknya anak-anak seusianya,  ia juga adalah anak kita juga yang tidak layak di eksploitasi bahkan menjadi obyek ekonomi keluarga. Kalau memang ia perduli dengan kesehatan ia pun bisa sekolah sampai menjadi dokter dan menolong mengobati banyak orang. Partai Hanura akan terus berkomitmen memastikan berjalannya fungsi pelayanan publik yang maksimal khususnya bagi penyelenggaraan pendidikan dan kesehatan. Hanura mengajak segenap lapisan  masyarakat membangun pola hidup tertib dan sehat serta membina lingkungan yang bersih sebagai bagian dari ketakwaan. Ini semua  sejalan dengan misi Partai Hanura yaitu membangun sumber daya manusia yang sehat dan terdidik.


1 Comment so far
Leave a comment

Ponari memang bisa bikin kepala pening tuch paramedis, dokter dan dunia kesehatan ilmiah. Masyarakat ternyata sudah tak percaya ‘sugesti’ dan mistik-nya obat dari dokter. Berobat ke dokter yang super mahal, jenuh ongkosnya. Karena sekali dokter ngomong konsultasi saja sudah butuh dana ribuan bahkan ratusan ribu rupiah. Belum beli resep, belum lagi obatnya. Mana tahan rakyat indonesia kalo terus-terusan gini.

Kini, ada ponari yang tak perlu pasang tarif, cukup recehan ribuan saja bisa berobat. Daya tarik batu-nya ponari melebihi ilmu kedokteran, yang konon untuk meraih gelar dokter butuh biaya ratusan juta rupiah.

Tak seperti caleg, yg suka pasang gambar di pohon-pohon dan iklan di tv sudah terkenal, Ponari menjadi fenomena yang perlu direnungkan oleh para penguasa dan dunia medis indonesia. Kenapa Tuhan memberikan fenomena ini melalui ‘ponari’. Rumah sakit dan dokter, jangan terlalu mahal pasang tarif, toh untuk kesehatan rakyat indonesia. Ponari, jangan dihentikan, perlu diteruskan… Ponari, sang pejuang untuk rakyat miskin indonesia…

Tentang sekolah Ponari, sekolah di rumah aja seperti artis-artis ibukota, privat sudah cukup deh. Kalo orang kaya yang punya banyak brankas biasanya kuliahnya di hotel-hotel berbintang, toh juga bisa dapat gelar sarjana atau master. Keren bro…

Comment by ponar




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: