Saatnya HATI NURANI bicara


H-9: Golput dan Suara Hangus by ratna ariani
March 31, 2009, 1:01 pm
Filed under: politik | Tags: , ,

Tinggal 9 hari lagi PEMILU digelar, ditengah masih semrawutnya DPT (data pemilih tetap), kebingungan masyarakat juga semakin dirasakan. Itulah paradoks demokrasi, semakin dibuka alam demokrasi, semakin banyak yang memilih golput. Terlalu banyak parpol, terlalu banyak pilihan.

Yang  sudah dipastikan 9 April adalah Hari Libur Nasional berdasarkan KEPPRES no 7/2009. Artinya tidak ada alasan untuk tidak  datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih dengan alasan harus bekerja. Masyarakat dihimbau kembali ketempat dimana mereka didaftarkan.  Kalaupun tidak yakin terdaftar, sebaiknya bawa KTP anda dan tanyakan pada KPPS di kelurahan setempat.

Memilih Golput sama dengan memilih pihak lain, bahkan yang berseberangan dengan kita, untuk menang. Inilah kesempatan kontituen menentukan caleg yang bisa dipercaya mampu mengalirkan aspirasinya. Parpol akan berheti bercuap-cuap dan beriklan begitu hari pemilihan berlangsung, tapi caleg yang terpilih akan terus terlibat kontrak selama 5 tahun dengan konstituen. Bahkan parpol sulit untuk semena-mena dengan PAW (Pergantian Antar Waktu) menggantikan caleg dengan suara terbanyak kalau tidak ingin kredibilitas parpol turun dimata konstituen.

Disisi lain, menggunakan hak pilih khususnya bagi penentuan anggota DPR, bisa menjadi ’suara hangus’ bila caleg pilihan anda berada pada parpol yang  tidak lolos Parlementary Threshold. UU Pemilu 10/2008 mensyaratkan hanya parpol yang mendapatkan perolehan suara  nasional diatas 2,5 % yang berhak atas kursi DPR RI yang ada di dapilnya. Dengan peraturan ini diperkirakan akan ada puluhan parpol yang ‘terbantai’ dan tidak dapat berlaga lagi di tahun 2014.  Suara yang hangus karenanya bisa mencapai 20 juta suara. Lalu dikemanakan suara ini? Hangus.. ngus.. hilang lenyap tidak dapat dipindahkan kemana-mana.  Sehingga kursi yang ada dibagikan hanya kepada parpol yang lolos PT berdasarkan perolehan suara parpol terbanyak.

Bila ada kursi yang tersisa dalam satu dapil, maka kursi itu akan diberikan kepada parpol yang memiliki sisa suara terbanyak setelah pembagian kursi yang ada. Maka bila suara anda hangus, maka sisa kursi akan diberikan kepada parpol yang kemungkinan tidak anda sukai. Berdasarkan hasil berbagai lembaga survei, diperkirakan tidak lebih dari 10 parpol lolos PT. Relakah anda?

Maka jadilah pemilih yang cerdas, yang tidak golput tapi juga tidak rela suaranya hangus dan diberikan kepada pihak lain yang tidak sepaham dengan kita.  Jadi apa yang harus dilakukan seorang pemilih cerdas dalam 9 hari ini?

1. Cari tahu apakah anda terdaftar sebagai pemilih. Cek ke KPPS setempat dan pastikan anda masih bisa datang dengan membawa KTP anda (ingat hari ini hari libur lho, jangan2 anda didaftarkan di kampung halaman)

2. Cari tahu anda terdaftar di DAPIL (daerah pemilihan) mana saja: baik untuk tingkat pusat/provinsi serta bagi tingkat kabupaten/kota.

3. Perhatikan parpol mana saja yang bakalan lolos PT berdasarkan hasil  lembaga survey terakhir. Pilih parpol sesuai dengan hati nurani anda, bagaimana sepak terjang elit parpol selama ini, bagaimana mereka menanggapi konflik internal parpol (tidak ada parpol tanpa konflik internal). Semakin lama konflik dibiarkan akan berpengaruh pada kinerja parpol kedepan. Untuk parpol baru pertimbangkan faktor apa saja yang bakal membuat mereka lolos PT.

4. Carilah info tentang berbagai caleg dari parpol yang sudah anda perhatikan di dapil anda. Memang tidak mudah memilih satu diantara ratusan nama yang tercetak. Carilah caleg yang bisa dipercaya punya integritas dan mampu membangun hubungan jangka panjang dengan konstituen. Mungkin anda senang dengan seseorang, tapi kalau ia berada di dapil lain anda tidak dapat memberikan suara anda kepadanya.  Bisa jadi mereka incumbent, maka pastikan mereka tidak masuk politikus busuk dan terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan kebijakan prorakyat selama menjabat. Bila mereka baru terdaftar sebagai caleg, carilah info tentang track record mereka sebelumnya, baik sebagai profesional maupun pengusaha, apakah mereka ‘dekat’ dengan komunitas tempat mereka berada. Ada banyak orang yang tiba-tiba  berubah jadi ramah dengan tetangga karena dia terdaftar sebagai caleg.  Berani kah anda menjamin dia akan berubah?

Bila anda suka caleg nya tapi tidak suka parpolnya, masih lebih baik dari pada anda tidak kenal satu caleg pun. Parpol tidak semudah dulu mengganti caleg yang telah mendapat legitimasi melalui suara terbanyak. Bila anda suka calegnya tapi beda dapil, nah.. carilah seseorang di dapil sana yang bisa menyampaikan aspirasi anda agar memilih caleg tsb. Jadi tim sukses bayangan lah, siapa tahu kerabat anda juga masih bingung tidak tahu siapa yang akan di contreng.

5. Buatlah simulasi bersama beberapa rekan di komunitas anda untuk mengadakan pembelajaran politik di lingkungan anda. Jangan berhenti sampai 9 april karena saat pemilu capres segalanya bisa berubah dalam hitungan hari. Pilihan pada saat pemilu legislator bisa saja berbeda dengan saat pemilihan capres.

Marilah menjadi pemilih cerdas, tidak golput dan tidak rela suaranya hangus.  Masih ada waktu untuk mencari info sebanyak-banyaknya, baik lewat internet, lewat milis dan berbagai jaringan yang ada. Start to work and stop complaining… itulah perilaku positif pemilih cerdas. Caiyo…


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: