Saatnya HATI NURANI bicara


Majalah Hidup # 52 Desember 2008

Perempuan yang cakap


Sebagai putri sulung dari 7 bersaudara, Ratna dibesarkan dalam didikan katolik sejak kecil oleh ayah ibunya. Walaupun demikian semangat kesetaraan dan keadilan sudah ditanamkan sejak kecil. Bahkan semangat penginjilan dari asrama putri Mendut dimana eyang putri dan semua bude nya berasal rupanya menurun dalam dirinya. Sedangkan kebiasaan berpuasa dan bertirakat didapatkan dari keturunan Sastrosutaman dari Sawit – Solo. Ibunya dengan setia mendampingi dalam setiap pergumulan dan selalu meneguhkannya sampai ia menikah dan bekerja. Tetapi hidupnya baru berubah justru setelah mengalami transformasi pribadi.

Demi tanggung jawab terhadap pelayanan dan keluarga, khususnya demi ayahnya yang menduda dan menderita parkinson, karir yang telah dibina selama 10 tahun di perusahaan konsultan terkemuka ditinggalkannya setelah ia mengalami transformasi pribadi. Ratna berketetapan menjalani hidupnya sesuai dengan Amsal 31:10-31 yaitu untuk menjadi “istri yang cakap”. Ia mengalami permenungan yang cukup lama sebelum mengambil keputusan drastis untuk pensiun dini. Semenjak itu banyak kesempatan terbuka baginya untuk mengambil bagian dalam pelayanan di dalam dan luar kota sambil mengurus keluarga dan mengembangkan usaha orang tuanya.

Ratna terlibat dalam pelayanan pendampingan korban narkoba dan stress tiga tahun dan terpaksa berhenti karena rumah binaan harus pindah ke lokasi yang jauh dari rumahnya. Ia juga meneruskan pelayanan sosial yang dirintis orang tuanya melalui Yayasan Kasih Abadi. Sudah lebih dari 20 tahun YKA membina kerjasama dengan PEMDA DKI untuk melayani kunjungan rutin yang memberikan pembekalan rohani bagi warga binaan di RS Jiwa dan panti-panti jompo milik PEMDA. YKA juga menyelenggarakan pembinaan bagi pemimpin umat di desa-desa lintas denominasi. Visi ini membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan Doa Nasional bagi Bangsa juga di Jaringan Doa Wanita Jakarta Selatan.

Menjadi pengurus Dewan Paroki sejak 2004 membuatnya lebih mudah mewujudkan ide-idenya bagi peran wanita dan orang muda dalam paroki. Ia merintis adanya prodiakon wanita di parokinya untuk meningkatkan pelayanan terhadap umat perempuan lansia khususnya. Dengan menata sistem pendataan paroki melalui komputerisasi maka pembuatan KK dan berbagai kebutuhan umat menjadi lebih efisien dan efektif. Dewan Paroki mengenali ’peta’ umat yang dilayaninya. Dengan dukungan romo paroki, kepeduliannya pada warga pra sejahtera juga dibuktikan dengan dirintisnya Credit Union di paroki. Saat ini seluruh karyawan paroki telah menjadi anggota CUBG dan sosialisasi terus berjalan untuk menggalang lebih banyak partisipasi umat dan warga sekitar, baik yang mampu maupun yang pra sejahtera. Ia juga membantu mempersiapkan kepengurusan Dewan Paroki yang memberi ruang dan tempat bagi perempuan dan orang muda. Akhirnya melalui program sosialisasi didapatlah komposisi DP harian yang hampir separuhnya perempuan, di bawah usia 50 tahun bahkan wakil DPnya berusia 32 tahun, mungkin wakil DP termuda se KAJ saat ini. Di periode kedua ia dipercaya untuk memfokuskan pada bidang pewartaan agar iman dan sabda di hayati dalam kehidupan keseharian umat dari anak-anak sampai lansia. Fun & Funky with Jesus.. always

Di tingkat keuskupan, ia dipercaya sebagai sekretaris BPK PKK (karismatik katolik) KAJ sejak 2003. Ia juga terdaftar sebagai pewarta dan pengajar yang perduli pada pastoral orang muda. Alasan inilah yang membuatnya mulai terlibat dalam gerakan perduli sampah KAJ. Bersama GROPESH dan KKMK ia mengadakan kampanye peduli sampah melalui lomba slogan, jingle dan foto. Saat ini masuk tahap sosialisasi media serta pendidikan kader lingkungan yang difasilitasi oleh PEMDA DKI. Sebagai alumni SEP Executive, ia melihat ternyata tidak hanya orang muda tapi juga para pengusaha merupakan ’target’ penggembalaan berikutnya. Maka dibuatnya blog khusus berisikan renungan harian berdasarkan kalender Gereja (www.ratnaariani.wordpress.com). Renungannya sebagian besar adalah refleksi pribadi dan kesaksian serta pengalaman hidupnya sehari-hari. Harapannya sederhana, siapa tahu ada satu-dua orang muda, profesional atau pengusaha katolik yang lebih asyik di dunia maya, bisa mampir di blognya dan mendapat sapaan kasih Tuhan. Ternyata panggilan merasul di dunia maya membuatnya terpesona akan karya Roh Kudus. Ia semakin menekuni hobbynya membaca dan menulis di blognya.

Seperti Domba Ditengah Serigala

Saat mengadakan kunjungan dan bakti sosial ke berbagai daerah di Indonesia, ia melihat hal yang sama : Kemiskinan dan ketidakadilan. Ada dorongan yang begitu kuat dirasakan yang menuntutnya bertindak lebih dari sekedar berdoa. Berdoa bagi bangsa perlu, tapi siapa yang Kuutus? Begitulah kegelisahan yang dialaminya berbulan-bulan. Akhirnya setelah melewati doa dan puasa, tanpa pengalaman sedikitpun di bidang politik, ia memberanikan diri mendaftar sebagai calon legislatif DPRD di salah satu partai saat PEMILU 2004. Memang belum berhasil mendapatkan apa-apa, tapi semenjak itu terbukalah wawasannya terhadap masalah kebangsaan dan bernegara.

Ia pernah duduk sebagai pengurus di Lembaga Pendidikan Politik Negeb dan melakukan studi banding di bidang community development di salah satu kabupaten di Jawa tengah melalui micro finance dan pemberdayaan wanita. Langkahnya menjadi lebih fokus setelah ia berkesempatan mengikuti Leadership Seminar di Amerika disebuah LSM internasional selama sebulan penuh. Berjejaring secara internasional semakin membuat mata hatinya terbuka mengenali panggilan Tuhan bagi setiap wanita di berbagai bangsa untuk menggenapi Amanat Agung. Saat ini ia menjadi pengajar tingkat nasional di berbagai kota di Indonesia untuk topik Christian Leadership dan Goal Setting. Kesempatan untuk menjadi pengajar tingkat internasional terpaksa ditundanya karena kegiatan menjelang PEMILU yang semakin padat.

Perjuangannya dibidang politik pun tidak mudah karena menghadapi berbagai kendala. Tetapi almarhum ayahnya yang mantan seminari kecil serta didikan Pater Beek, selalu mengingatkan untuk tetap bertahan; bukan hanya demi mengusahakan kesejahteraan rakyat dan keadilan, tapi justru untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik bagi anak-cucu kita. Setiap saat ia ragu, kembali ia diingatkan oleh Firman Tuhan “ Aku mengutus engkau seperti domba ditengah serigala, hendaklah engkau cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”. Kalau hanya tulus tapi kurang cerdik, maka saya hanya akan jadi korban bulan-bulanan. Tapi kalau cerdik dan tidak tulus, maka saya akan berakhir seperti yang lain… menjadi licik. Maka ia tetap membangun karirnya di bidang politik beriringan dengan profesinya sekarang sebagai konsultan SDM sambil terus mewartakan kasih Tuhan. Anggap saja latihan maraton, kadang harus sprint, kadang lari ditempat, yang penting terus berlatih dan bertahan… siapa tahu sampai di garis finish dengan selamat.

Peran Keluarga

Kegiatannya sehari-hari saat ini jauh lebih padat daripada saat menjadi wanita karir dulu. Dulu sibuk hanya dengan urusan pekerjaan. Tetapi sekarang dia berjalan di 3 dunia, profesional, politik dan pelayanan. Tetapi herannya selalu ada suka cita dihati. Tidak ada rasa lelah dihati. Kalau dulu ia berhenti dan memilih pensiun dini karena ingin menjadi “istri yang cakap”; sekarang ia memutuskan tetap menekuni tiga dunia berbarengan agar bisa membawa lebih banyak istri-istri dan perempuan yang cakap untuk menjadi bagian dari Keluarga Indonesia Sejahtera. Bila berada dalam sistem pembuat kebijakan (parlemen) tentu akan lebih banyak lagi yang dapat dilakukan dibandingkan lingkup Dewan Paroki dan karya pelayanan pribadi.

Ini semua bisa dilakukan karena dukungan penuh dari suami dan anak-anaknya. Semenjak mengikuti ME (Marriage Encounter) komitmen mereka berdua semakin diteguhkan. Suami dan istri saling melengkapi saat kesibukan membuat mereka terpisah dengan anak-anak. Ratna bekerja part time saat dua anaknya masih balita, setelah mereka masuk SD ia baru bekerja penuh waktu. Demikian pula ia berhenti bekerja setelah anak bungsunya lahir, dan kembali menekuni dunia konsultan lagi setelah anak bungsunya menjelang remaja dan kakaknya sudah kuliah.

Maka hal ini juga tampak dari tulisan-tulisan dalam blog nya www.ratnaariani.com yang mengarahkan pembaca untuk perduli akan peran perempuan tidak hanya bagi perempuan itu sendiri tapi menjadi bagian dari penentu kualitas keluarga sebagai komunitas terkecil bangsa Indonesia. Majulah perempuan Indonesia, menjadi perempuan yang cakap.


1 Comment so far
Leave a comment

Hmm,.. brilliant ,.. segudang kegiatan , saya suka kegiatan sosial syukur2 gabungan religi dengan sosial di daerah miskin misalnya, seperti ketika Tuhan Yesus memerintahkan murridnya untuk memberi makan orang2 yg berjumlah kurang lebih 5 ribu setelah lelah mengiring Yesus mereka kelaparan, apalagi dengan kondisi perekonomian seperti ini, Bagaimana? dimakan sendiri saja masih belum kenyang apalagi dibagikan ke orang lain yg berjumlah 5 ribu !! apa dengan cara BLT ?? kelihatannya anda pendukungnya He..he..
hari ini terima BLT ,.. gak sampai seminggu habis dan kelaparan lagi,.. minta lagi dong….sampai kapan ????
Saya tertarik kegiatan sosial ke daerah2 miskin kalau ada yang bisa dibantu ( religi sosial lebih bagus lagi ) ,. background saya medis, lajang,. suka travelling,..

thank U before

salam
ahb

Comment by agus




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: