Saatnya HATI NURANI bicara


Kabar dari Semarang: Wawanhati Caleg Katolik by ratna ariani
March 11, 2009, 7:54 am
Filed under: artikel | Tags: , ,

p3080238

Frens lan sedulur, thanks ya untuk doa dan dukungannya dalam perjuangan menuju pesta demokrasi nanti. Acara wawanhati dengan caleg katolik di Wisma Mahasiswa Driyarkara hari minggu kemarin dalam menghadapi pertanyaan para panelis memang menegangkan. Walaupun persiapan dilakukan semaksimal mungkin, isu-isu yang dilontarkan para panelis menjadi bahan pembelajaran para caleg untuk  nantinya disikapi setelah terpilih. Hasil poling di akhir acara sungguh membuat hati saya bersyukur pada Tuhan karena  separuh dari yang hadir memilih saya sedangkan sisanya dibagi ke 5 caleg lainnya.

Kesimpulan romo Sugihartanto Pr sebagai ketua PK4AS di akhir acara menyatakan bahwa hasil poling ini memang tidak merepresentasikan suara umat KAS, tapi paling tidak bisa menjadi masukan bagi para caleg tentang sejauh mana visi dan misinya dapat ditangkap oleh umat katolik terutama dalam menanggapi isu-isu sosial dan kemasyarakatan. Dalam waktu yang tersisa para caleg masih bisa mengubah strategi komunikasi dan formulasi visi-misinya agar menjadi lebih efektif. Salut untuk PK4AS dan Pemuda Katolik semoga acara pendidikan politik begini juga diikuti Keuskupan lainnya. [RA]

Caleg Perlu Forum Pemaparan Visi-Misi
Peran Aktif Pendidikan Politik
Selasa, 10 Maret 2009 | 13:11 WIB

Semarang, Kompas – Masyarakat menghadapi banyak pilihan calon anggota legislatif dalam pemilu tahun ini. Caleg tidak cukup mengatasi persoalan tidak dikenal masyarakat hanya dengan memasang spanduk dan baliho di jalan. Mereka sangat memerlukan forum sebagai wadah untuk memaparkan visi dan misinya

“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat cenderung memilih caleg yang sudah mereka kenal sebelumnya,” kata R Sugihartanto Pr, Ketua Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang (PK4AS), Minggu (8/3), di Wisma Driyarkara Semarang. Alasannya, masyarakat buta terhadap visi dan misi para caleg.

Di Wisma Driyarkara Semarang, Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kota Semarang mengadakan Wawanhati Caleg DPR RI dan DPRD Provinsi Jateng untuk Daerah Pemilihan Jateng I. Ada enam caleg dari tiga partai yang hadir memaparkan visi dan misi di hadapan tiga panelis. Mereka adalah Ratna Ariani (Partai Hanura), Yosef Ari Wibowo, Supriyanto, dan Chriswinoto (Partai Damai Sejahtera), Yoris Sindhu Sunarjan dan Katarina Surahmi Pujiastuti (Partai Bintang Reformasi).

Keenam caleg berkesempatan menjelaskan inti kampanye mereka. Publik yang hadir dalam acara itu juga terlibat aktif dengan memberikan suara kepada caleg yang mereka nilai punya visi dan misi yang bagus.

“Acara ini tidak mewakili semua masyarakat karena hanya dihadiri umat Katolik dan caleg yang beragama Katolik,” kata Sugihartanto. Namun, melalui acara itu, para pemimpin kelompok agama Katolik yang hadir dapat mengenalkan sosok keenam caleg tersebut dalam forum lain.

Bahkan, Sugihartanto berencana membawa hasil acara ini dalam pertemuan rutin bersama para pastur di Keuskupan Agung Semarang pekan ini. Jadi, umat Katolik lebih memahami kebijakan-kebijakan sosial yang sedang diperjuangkan para caleg.

Peran aktif Continue reading

Advertisements


Properempuan,Investasi Sangat Menguntungkan by ratna ariani
March 7, 2009, 5:01 pm
Filed under: artikel | Tags: , ,

Jawa Pos Sabtu, 07 Maret 2009
Menyambut Peringatan Hari Perempuan Sedunia 8 Maret Besok
Properempuan, Investasi Sangat Menguntungkan
Oleh: Hillary Clinton *

Dalam sebuah perjalanan ke Tiongkok sebelas tahun lalu, saya bertemu dengan sejumlah aktivis perempuan yang menceritakan kepada saya upaya-upaya yang mereka lakukan untuk memajukan kaum perempuan di negara mereka. Mereka memberikan sebuah gambaran yang jelas tentang berbagai tantangan yang dihadapi kaum perempuan: diskriminasi dalam bekerja, layanan kesehatan yang tak memadai, kekerasan dalam rumah tangga, dan adanya sejumlah undang-undang usang yang menghambat kemajuan perempuan.

Saya bertemu kembali dengan sebagian di antara mereka beberapa minggu lalu dalam perjalanan pertama saya ke Asia sebagai Menlu AS. Kali ini saya mendengarkan cerita mereka tentang kemajuan yang dicapai dalam dasawarsa terakhir. Meskipun telah ada sejumlah langkah maju yang penting, para perempuan Tiongkok itu sangat yakin bahwa masih ada berbagai tantangan dan ketidaksetaraan sebagaimana yang juga ditemukan di banyak negara lain.

Saya sudah sering mendengar cerita-cerita serupa dari berbagai belahan dunia seiring dengan upaya kaum perempuan dalam mencari peluang untuk berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan politik, ekonomi, dan budaya di negara mereka. Pada 8 Maret, yang merupakan Hari Perempuan Sedunia, kita memiliki peluang untuk mengevaluasi kemajuan yang telah kita raih dan juga tantangan yang ada di depan, serta memikirkan tentang peran penting yang harus dimainkan kaum perempuan dalam membantu menyelesaikan berbagai tantangan global yang sangat kompleks pada abad ke-21 itu. Continue reading



Ide Gila untuk Indonesia by ratna ariani
March 7, 2009, 12:03 pm
Filed under: artikel | Tags: , , ,

Kalau apatisme sudah menggigit suatu bangsa, kadang diperlukan ide gila … dan orang-orang gila yang mau melakukannya. Kabar buruknya belum tentu banyak yang mau ikut ide pak Wiranto, kabar baiknya masih ada yang mau bergabung dengan ide gilanya … ya sang pemilik website lah. [RA]

DETIKCOM Jakarta – Agaknya, Wiranto benar-benar siap melawan SBY dalam pemilihan presiden 2009 mendatang. Capres asal Partai Hanura itu telah menyiapkan terobosan gila jika terpilih menjadi orang nomor satu di negeri ini.

“Kita harus berani melakukan terobosan-terobosan gila. Kalau tidak, kita hanya akan melestarikan kesengsaraan yang selama ini dirasakan rakyat. Misalnya, berani melakukan moratorium utang luar negeri,” kata Wiranto. Hal itu disampaikan Wiranto saat berpidato manifesto ekonomi politiknya di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (7/3/2009).

Menurut Wiranto, Harkat dan martabat bangsa indonesia yang pernah harum dan ditakuti oleh dunia internasional pada zaman Soekarno dan Soeharto harus dikembalikan. Untuk itulah, Wiranto siap berada di garda depan perubahan keraha yang lebih baik itu.

“Kita harus mengembalikan harkat dan martabat bangsa indonesia. Kita masih punya banyak aset baik sumberdaya alam, sumber daya manusia. Kalau aset-aset itu dikelola dengan baik dan benar, tidak ada alasan kita jadi pecundang di era global ini,” kata Wiranto dengan ber api-api yang disambut tepuk tangan hadirin.

Bagi Wiranto, jabatan presiden bukanlah rejeki yang harus disyukuri. Tetapi, amanat yang menjadi beban untuk dilaksanakan sebaik-baiknya. Karena itulah, seorang pemimpin harus berani menggung resiko apapun untuk menjalankan amnat itu, termasuk mengorbankan harta dan jiwanya. Continue reading



Pernyataan Pers Institut Perempuan: Hari PRT 15 Feb by ratna ariani
February 19, 2009, 3:12 am
Filed under: artikel, sosial masyarakat

Sebelum membicarakan Hak Azasi Manusia (HAM), marilah kita tengok bagaimana kita sendiri berperilaku sejalan dengan HAM dalam ruang lingkup domestik, rumah kita sendiri. Terutama bagaimana kita bersikap kepada orang-orang upahan yang paling dekat, yaitu para Pekerja Rumah Tangga (PRT).

Mereka yang sebagian besar perempuan tidak punya pilihan lain, karena kesulitan ekonomi   lebih baik pergi ke kota dan bekerja sebagai PRT, daripada dinikahkan di kampung. Sedihnya lagi kalau mereka harus menikah, maka kenikmatan memegang sedikit uang itu akan hilang dengan berakhirnya masa lajang. Maka banyak yg menghadapi dilema antara bekerja sebagai PRT atau menikah.

Usulan memberikan libur satu hari hanyalah salah satu cara bagaimana kita memperlakukan para PRT secara manusiawi. Mereka juga perlu libur dan sejenak mengendurkan syaraf,  seperti kita juga yang sudah stress bekerja sepanjang minggu ingin juga punya waktu santai sejenak.  Tetapi yang lebih penting saya rasa, bagaimana bukan hanya memberikan libur sehari dalam seminggu, tapi juga memberikan solusi apa yang akan dilakukan saat mereka libur. Apakah untuk kegiatan konsumtif atau produktif?Apa usaha kita untuk membantu satu orang, PRT di rumah kita, agar nanti setelah tidak lagi menjadi PRT ia tetap mampu memiliki penghasilan dengan tidak meninggalkan kodratnya sebagai perempuan dan menikah.

Memberikan wawasan pola pikir manajemen keuangan keluarga, melatih menabung dan membelanjakan gajinya dengan bijak, misalnya menyicil beli kambing di kampung daripada beli HP, serta memberi ketrampilan khusus selagi masih tinggal bersama kita, adalah salah satu cara menghargai PRT untuk menjadi manusia yang mandiri nantinya. Bukan cita-citanyalah untuk menjadi PRT, tapi semoga ia berani punya cita-cita menjadi manusia yang juga bisa berguna bagi orang lain. Mari berdayakan para PRT kita untuk menjadi manusia mandiri (RA)

=====================================================

Pernyataan Pers INSTITUT PEREMPUAN dalam rangka Peringatan
Hari Pekerja Rumah Tangga Nasional 15 Februari:
”Wujudkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT)
yang berbasiskan HAM” Continue reading



Profil Petani Pengusaha: Durian Menoreh by ratna ariani
February 11, 2009, 5:53 am
Filed under: artikel, pemberdayaan ekonomi | Tags: , ,

Berikut saya postingkan salah satu profil  alumni KPTT Salatiga yang telah berhasil dalam budidaya pembibitan Durian Menoreh, durian lokal.  Saya mendukung setiap program yang melahirkan semakin banyak wirausaha, karena disitulah kunci kekuatan mikro ekonomi Indonesia. Pengusaha tahan banting, tahan krisis menghasilkan negara yang juga tahan banting. Apalagi kalau berasal dari keluarga petani dan nelayan yang menjadi pengusaha memberi nilai tambah bagi pertanian dan perikanan. Semoga semakin banyak petani yang naik peringkat dari petani buruh menjadi petani pengusaha. (RA)

—————————————————————————————————————

Petrus Sugito, Pelestari Durian Menoreh

Kompas, Sabtu, 7 Februari 2009 | 00:10 WIB

Yoga Putra

Pertengahan 1986 Petrus Sugito bertanya kepada seorang penjual buah, durian apa yang paling enak. Tak diduga, si penjual buah menyebut durian menoreh dari Kulon Progo. Jawaban sederhana itu justru membuatnya terperangah.

Gito, panggilannya, benar- benar tidak tahu bahwa ada jenis durian menoreh. Bahkan, itulah kali pertama dia mendengar nama durian menoreh. Padahal, dia adalah putra asli Kulon Progo.

Dia lahir dan besar di daerah Perbukitan Menoreh, lokasi penghasil jenis durian tersebut, tepatnya di Dusun Promasan, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Continue reading



Beri Jalan Orang Cina by ratna ariani
February 7, 2009, 3:50 am
Filed under: artikel, sosial masyarakat | Tags: , , ,

Saya menemukan tulisan Gus Dur dari milis tetangga tentang keberadaan orang cina sebagai suatu indikator berjalannya semangat pluralisme bangsa ini. Walaupun stok lama, dimuat di Editor 1990, saya rasa masih relevan untuk menjadi buah pemikiran kita. Siapa sih yang tidak punya kawan orang Cina, dan pasti tahu bahwa mereka memang memiliki kelebihan tapi sedihnya kesempatan dan haknya tidak sama dengan etnis lainnya. Tapi terkadang dan masih umum dijumpai, kesenjangan ekonomi atau tepatnya ketakutan tersaingi adalah momok lambannya semangat pluralisme  berkembang di bangsa ini. Pe eR bangsa ini masih banyak, just take one step at a time… dan jangan mundur. (RA)

———————————————————————————————————————————–

Jadi orang Cina di negeri ini, di masa ini pula, memang serba salah. Walaupun sudah ganti nama, masih juga ditanyakn ‘nama asli’nya kalau mendaftarkan anak ke sekolah atau jika membuat paspor. Mungkin, karena memang nama yang digunakan terasa tidak pas bagi orang lain, seperti nama Nagaria. Biasanya naga menggambarkan kemarahan dan keganasan. Apakah si naga yang riang gembira ini tertawa-tawa? Hartadinata, terasa lucu, karena tidak klop antara kekayaan dan keanggunan jabatan, antara harta dan nata. Ternyata bukan hanya karena nama baru orang-orang Cina terasa tidak sreg di telinga orang lain. Tetapi karena keputusan politik, untuk membedakan orang Cina dari pribumi.

Memang tidak ada peraturan tertulis, melainkan dalam bentuk kesepakatan memperlakukan orang Cina tersendiri. Mengapa? Karena mereka kuat, punya kemampuan terlebih, sehingga dikhawatirkan akan meninggalkan suku-suku bangsa lainnya. Apalagi mereka terkenal dalam hal kewiraswastaan. Kombinasi kemampuan finansial yang kuat, dan kemampuan lain yang juga tinggi, dikhawatirkan akan membuat mereka jauh melebihi orang lain dalam waktu singkat. Continue reading



Corporate Social Responsibility dan Labor Standard, dalam perspektif pekerja/buruh by ratna ariani
January 22, 2009, 12:15 am
Filed under: artikel, sosial masyarakat | Tags: , , , ,

Barang baru digulirkan kembali kehadapan masyarakat Indonesia, khususnya buruh. Undang-undang N0. 40/2007 tentang Perseroan terbatas Bab V Pasal 74 berisi tanggung Jawab Sosial dan lingkungan lebih familiar disebut CSR – Corporate Social Responsibility (tanggungjawab sosial perusahaan). Kita lihat ayat satu dan dua.

(1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

(2) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.

Merupakan kewajiban sosial bagi perusahaan di dalam peran sertanya mewujudkan pembangunan sosial di Indonesia. CSR pada dasarnya adalah kewajiban/tanggungj awab negara, yang selama ini diperankan oleh Depsos. Karena memang amanat undang-undang untuk melakukan pembangunan manusia seutuhnya adalah tanggungjawab negara, yaitu bahwa “setiap warga negara berhak atas : penghidupan dan kehidupan yang layak, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Jadi permasalahan sosial yang muncul pada saat ini di negeri kaya raya tercinta ini merupakan tanggungjawab negara. Continue reading