Saatnya HATI NURANI bicara


Made In Indonesia Merupakan Suatu Trade Mark by ratna ariani
November 18, 2008, 6:21 am
Filed under: pendidikan | Tags: , , ,

Saat ini sedang diadakan Pameran Buku Nasional dan Internasional dari buku anak2 sampai buku bacaan orang dewasa di JCC Senayan. Bagi pecinta buku pasti deh tidak mau beranjak darisana. Kemarin saya dari sana, karena ada acara pengumuman juara membaca dongeng dlm bhs Inggris Tingkat TK dn SD seluruh Jakarta dn setiap kategori diikuti 300 an peserta dari berbagi sekolah lokal dn internasional yg berada di Jakarta dn sekitarnya..

Pertandingan diadakan selama tiga hari dn pada Sabtu, tgl 14 November pengumuman pemenang dn penyerahan piala dn hadiah2 dilakukan..Saya sebagai pemilik TK Pestalozzi tentu hadir bersama guru kelas TK dn para orangtua murid yang ikut lomba. Kami mengikut sertakan 4 orang anak usia antara 5-6 thn.

Ternyata yang menang dan mendapatkan juara ke 2 dari TK Pestalozzi seorang anak laki2 berusia 5 tahun yng bernama Billy. Dia termasuk anak yg hyperaktif,tidak bisa berkonsentrasi terlalu lama, tetapi tingkat kecerdasannya diatas rata-rata.Pengucapan bahasa Inggris Billy baik dan lancar, hanya bahan cerita yang diwajibkan dari panitia sangat panjang dan untuk anak seperti ini sistem menghafal tidak akan bisa. Kemudian kami melatih Billy dengan metode berbeda, kami memberi point2 nya saja dan itu yang harus dihafalkan dan urutan cerita kami buat berupa urutan gambar2 dan setiap gambar mengandung point2 yang harus diceritakannya, karena dia bisa berimprovisasi dengan kalimatnya sendiri dan bila lupa cukup melihat gambar2 yang sudah kami urutkan.Orangtuanya di rumah juga sangat kooperatif dan melanjutkan di rumah dengan sistem yang sama. Continue reading

Advertisements


Malu Sekolah Karena Tak Bisa Beli Buku by ratna ariani
August 11, 2008, 4:09 am
Filed under: artikel, pendidikan | Tags: , ,

Bicara pendidikan tidakbisa terlepas dari para guru yang terlibat didalamnya. Selama kebutuhan mendasar mereka tak terpenuhi akhirnya jam pelajaran berkurang bahkan buku pelajaran pun jadi obyek penghasilan tambahan mereka. Maka anggaran pendidikan 20 % harus benar2 digunakan untuk perbaikan prasarana sekolah dan juga meningkatkan kualitas para guru. Pahlawan tanpa tanda jasa bukan berarti bisa dibayar dibawah UMR dan tidak diperhatikan status kepegawaiannya. Kalau sekolah negri lain bisa memberikan buku tanpa biaya tambahan, kenapa sekolah lain tidak bisa ya? Memang banyak yang aneh di negri ini (RA)

SUARA PEMBARUAN- Putri sebut saja namanya begitu, kini berubah jadi anak pendiam. Gadis berusia tujuh tahun itu duduk di kelas dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) X, Perumnas 3 Kelurahan Aren Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Entah apa yang membuat Putri mulai takut masuk sekolah.
Setelah ditanya kenapa berubah jadi pendiam dan takut ke sekolah, Putri hanya menggelengkan kepalanya. Putri segera menghampiri ayahnya Abut (43). Di pangkuan sang ayah, Putri sejenak menghilangkan beban yang sebenarnya belum layak dia emban.

Akhirnya, Abut terbuka dengan keadaan anaknya. Abut yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran di persimpangan Jl Ahmad Yani-KH Noer Alie, Kota Bekasi juga mengaku pusing memikirkan masa depan anak bungsunya. ”Saya tidak mampu membeli buku baru Putri. Padahal, tujuh buku pelajaran yang dianjurkan gurunya untuk dibeli harus ada Senin (11/8 ) depan,” tuturnya. Dia meminta SP tidak menuliskan nama asli putrinya karena takut dikucilkan guru-guru di sekolah.
Abut menceritakan keadaan putrinya bukan tanpa beban. Ia sangat takut anaknya jadi bahan gunjingan guru atau semacamnya. Belum lagi kakak Putri, Nidya (8 ) juga bersekolah di tempat yang sama. Nidya masih duduk di bangku kelas tiga di sekolah milik pemerintah Kota Bekasi itu. Untungnya, Nidya beda dengan Putri yang tidak terlalu memikirkan apa yang dianjurkan wali kelasnya. ”Mungkin dia (Nidya) mengerti kondisi ayahnya,” ujarnya.

Toko Buku Rujukan Continue reading



Jeritan Ibu Butuh Buku Gratis by ratna ariani
July 30, 2008, 5:31 pm
Filed under: pendidikan, politik | Tags: , , , ,

Politik tabu bagi perempuan? Ibu-ibu di gambar ini bukan praktisi di bidang politik, tetapi tanpa disadari sudah masuk dalam kancah dunia politik. Politik bukan hanya seputar gedung DPR dan parpol serta pemerintahan. Tapi juga menyangkut dalam hal keseharian perempuan seperti urusan dapur, sekolah, pekerjaaan dan usaha. Peraturan dibuat demi terselenggaranya tatanan kehidupan masyarakat adil dan sejahtera. Manakala kita mulai peka akan terjadinya suatu ketidak adilan, adanya ketidakwajaran bahkan pengalihan tanggungjawab yang tidak semestinya; maka kita tidak bisa tinggal diam. Perlu ada yang bersuara untuk menyatakan mana yang baik dan benar. Kalau aspirasi jeritan para orang tua murid ini kurang didengar oleh para pejabat dan wakil rakyat, maka berbagai sarana bisa digunakan. Segelintir ibu-ibu ini berani bersuara di jalanan, bukan hanya demi kepentingan anak-anaknya tapi juga demi kepentingan para ibu lainnya. Alangkah baiknya jika aturan keterwakilan perempuan juga diikuti di jajaran birokrat, sehingga peraturan yang dibuat pun bisa memperhatikan keprihatinan kaum perempuan. Siapa berani bersuara? (RA)

JakartaDETIKCOM Download buku pelajaran secara gratis ternyata malah membuat sekitar 50 ibu-ibu berdemo di Bundaran HI. Mereka meminta pembagian buku pelajaran gratis! Ibu-ibu ini membentangkan poster-poster berisi protes mereka terhadap pemerintah. Poster itu bertuliskan, ‘Hari gini buku mahal, capek deh’ dan ‘Buku gratis kita senyum manis.’
Mereka juga membentangkan 2 spanduk putih sepanjang 10-20 meter, berisi ratusan tanda tangan dukungan dan tulisan ‘Cabut Permendiknas No 2 tahun 2008 tentang buku yang melegalkan privatisasi perbukuan.’

Download gratis buku pelajaran di internet dinilai tidak mampu menjangkau seluruh kalangan dan tidak efektif. Mereka meminta penjualan buku khususnya buku pelajaran digratiskan. Continue reading



Email Dari Seorang Guru di Nabire by ratna ariani
July 30, 2008, 2:23 am
Filed under: pendidikan | Tags: , , , ,

Saya sertakan email dari seorang rekan guru matematika ini agar kita bisa membayangkan kesulitan yang dihadapi dunia pendidikan di ujung timur negri ini. Orang miskin disana terpaksa membayar lebih mahal untuk mendapatkan buku paket dibandingkan kita yang hidup dipulau Jawa. Kualitas SDM yang sangat rendah pun menyulitkan mereka keluar dari kemiskinan. Kemiskinan memang bisa terjadi akibat struktural seperti minimnya prasarana. Jangan salahkan pemerintah saja untuk menjadikannya sempurna dalam 5 tahun tapi mari kita lakukan yang terbaik semampu kita bagi negri ini. Walaupun rasanya seperti menggarami lautan, tapi untuk satu dua anak di pedalaman tindakan kita menjadi berarti bagi mereka. (RA)

Mbak Ratna kinasih,

menyambung email kemarin berkenaan dengan buku pelajaran dan khususnya LKS. Jika memang bisa diusahakan di Jawa saya kira juga lebih baik, karena harga di jawa jauh lebih murah. Setelah saya muter-muter, saya dapatkan informasi bahwa di nabire ini harga sebuah LKS matematika untuk kelas 1 bisa mencapai 10 rb/buku (beli minimal 100 buku). Padahal dalam setahun seorang anak butuh 2 buah buku. Jika di Jawa harga eceran paling tinggi 7 rb rupiah. Kenapa bisa demikian? Ya karena transportasi dari jawa ke papua ini memang amat mahal. Lha sekarang mangga saja panjenengan mau bantu saya dan anak-anak untuk mengirim LKS matematika kelas 1 dalam bentuk buku atau mengirim dana dan saya belikan di sini, he…. Jika dalam bentuk uang ya tinggal dikalikan saja: 200 X Rp. 10 rb. Oh ya jangan lupa tolong carikan bahan pembelajaran multimedia karena kami baru dibelikan komputer sehingga anak-anakbisa belajar sendiri. Disini mana ada yang begituan?

Kemarin saya mengadakan tes penjajagan anak-anak kelas 1 SMA yang baru masuk dengan materi matematika kelas 6 SD. Dari 30 buah soal, rata-rata seorang siswa bisa menjawab benar hanya 8 soal, alamakkkkkk …..Kepada mereka saya berikan 30 buah materi soal matematika (soal-soal saya ambil dari contoh-contoh yang tertulis dalam buku paket), dan dari test itu saya dapatkan data sbb: Continue reading