Saatnya HATI NURANI bicara


Ide Gila untuk Indonesia by ratna ariani
March 7, 2009, 12:03 pm
Filed under: artikel | Tags: , , ,

Kalau apatisme sudah menggigit suatu bangsa, kadang diperlukan ide gila … dan orang-orang gila yang mau melakukannya. Kabar buruknya belum tentu banyak yang mau ikut ide pak Wiranto, kabar baiknya masih ada yang mau bergabung dengan ide gilanya … ya sang pemilik website lah. [RA]

DETIKCOM Jakarta – Agaknya, Wiranto benar-benar siap melawan SBY dalam pemilihan presiden 2009 mendatang. Capres asal Partai Hanura itu telah menyiapkan terobosan gila jika terpilih menjadi orang nomor satu di negeri ini.

“Kita harus berani melakukan terobosan-terobosan gila. Kalau tidak, kita hanya akan melestarikan kesengsaraan yang selama ini dirasakan rakyat. Misalnya, berani melakukan moratorium utang luar negeri,” kata Wiranto. Hal itu disampaikan Wiranto saat berpidato manifesto ekonomi politiknya di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (7/3/2009).

Menurut Wiranto, Harkat dan martabat bangsa indonesia yang pernah harum dan ditakuti oleh dunia internasional pada zaman Soekarno dan Soeharto harus dikembalikan. Untuk itulah, Wiranto siap berada di garda depan perubahan keraha yang lebih baik itu.

“Kita harus mengembalikan harkat dan martabat bangsa indonesia. Kita masih punya banyak aset baik sumberdaya alam, sumber daya manusia. Kalau aset-aset itu dikelola dengan baik dan benar, tidak ada alasan kita jadi pecundang di era global ini,” kata Wiranto dengan ber api-api yang disambut tepuk tangan hadirin.

Bagi Wiranto, jabatan presiden bukanlah rejeki yang harus disyukuri. Tetapi, amanat yang menjadi beban untuk dilaksanakan sebaik-baiknya. Karena itulah, seorang pemimpin harus berani menggung resiko apapun untuk menjalankan amnat itu, termasuk mengorbankan harta dan jiwanya. Continue reading

Advertisements


Fenomena Obama bagi Indonesia by ratna ariani
October 23, 2008, 6:38 am
Filed under: Uncategorized | Tags: , , , ,

Melihat perdebatan antara dua capres Obama dan Mc Cain, membuat mata kita terbuka akan hasil demokrasi yang terasah ratusan tahun di Amrik yang multikultural, mirip2 dengan Indonesia. Tentang sekolah gratis di amrik sebagai usulan Obama, baru bisa di capai setelah sekian lama Amerika menegakkan aturan sistem perpajakan yang ketat dan disertai kesadaran warganya untuk taat membayar pajak. Demikian juga dengan kesehatan gratis bagi orang yang tidak mampu masih jadi issue disana.

Coba kita bandingkan dengan Indonesia , katanya semua (pendidikan dan kesehatan) mau digratiskan padahal pembayar pajak saja masih banyak yang ngemplang. Pengangguran masih tinggi pula, lalu uang dari mana yang mau dipakai mendanai pendidikan dan kesehatan gratis sementara cadangan devisa menurun dan menggunakan anggaran defisit terus-terusan ??? Lihat saja nanti semua orang kampanye pasti ‘lagu’nya sama.

Kampanye di amrik pun butuh uang, tapi semua transparan sehingga rakyatpun berhak tahu. Ini yang penting digaris bawahi karena di indonesia masih TST tentang dana kampanye parpol.
Pendidikan politik sungguh sangat diperhatikan sehingga setiap orang paham akan hak dan opsi yang ada. Walhasil semua warga bisa ambil bagian berperan aktif walau cuma jadi relawan pendidikan politik atau rela menyetor $ US 10 untuk dana kampanye.

Saya percaya apa yang terjadi di amrik, membawa virus penyegaran bagi demokrasi di Indonesia juga. Walau demokrasi di Indonesia praktis baru 10 tahun berjalan sejak reformasi, tapi dengan perkembangan pilpres dan demokrasi di berbagai negara dan dengan kemajuan teknologi, kita pun ikut terbawa mengalami percepatan dalam alam demokrasi. Ini bisa terjadi kalau kita mau terbuka pada pluralisme karena itulah kenyataan  bangsa ini yang beragam suku bahasa nya. Tapi kalau hare gene masih mempermasalahkan SARA,mungkin kita perlu menunggu ratusan tahun lagi untuk punya pemimpin sederajat Obama-Mc Cain.  Berikut saya bagikan tulisan mbak Gadis terhadap debat tingkat tinggi antara kedua capres ini. (RA)

Benar bahwa Obama bagi kebanyakan rakyat Amerika merupakan pilihan yang memberikan harapan baru karena kegagalan Partai Republik selama 8 tahun ini. Beberapa perbedaan mendasar dari program-program Partai Demokrat (Obama) dan Partai Republik (McCain) adalah sebagai berikut:

BIDANG EKONOMI Continue reading