Saatnya HATI NURANI bicara


Internet Sehat Untuk Anak Indonesia by ratna ariani
July 25, 2008, 2:48 pm
Filed under: pendidikan | Tags: , , ,

Dampak internet sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak-anak. Salah mengkonsumsi konten, perilaku generasi penerus kita pun bakal menyimpang dari treknya. Hal inilah yang menggelitik sejumlah pihak untuk menyuarakan pembuatan konten internet yang sehat dikonsumsi bagi anak-anak Indonesia. Tujuannya, eksploitasi anak-anak di dunia maya segera diminimalisir.

Dirjen Pelayanan dan Rehabilitas Sosial dari Departemen Sosial, Mahmur Sanusi mengatakan, untuk menghilangkan kekerasan pada anak adalah dengan memperbanyak konten khusus anak-anak di internet.
“Isinya seperti permainan, lagu dan gambar anak-anak,” ujarnya dalam jumpa pers yang berlangsung di Gedung Depkominfo Jakarta, Jumat (25/7/2008).

Sementara menurut Masnah Sari, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, aksi kekerasan yang menghinggapi anak-anak tak lepas dari campur tangan perkembangan internet. Selanjutnya baca di Detikcom disini.

Sebagai perempuan yang peduli bagi pertumbuhan generasi yang sehat, apa yang kita bisa lakukan? Perkembangan teknologi komunikasi seperti internet dan televisi seperti pedang bermata dua. Banyak hal baik didalamnya tapi juga hal yang membahayakn bahkan bisa merusak. Tindakan yang bisa kita lakukan untuk didalam rumah adalah sbb: Continue reading

Advertisements


Kabar Dari Waghete – Nabire by ratna ariani
July 22, 2008, 5:29 pm
Filed under: artikel | Tags: , , , ,

Sejak akhir Mei romo Mardi Santosa SJ berkarya di waghete, sebuah desa di pedalaman Nabire. Saya mengenal romo Mardi yang sangat peduli dengan pertanian rakyat sejak di desa Danan Wonogiri yang sering kesulitan air. Berikut saya sertakan kabar bulan Juni lalu dari romo Mardi agar menjadi keprihatinan kita bersama serta membangun rasa solidaritas sebangsa dan setanah air.

Dear ibu Ratna sekeluarga,
Sekarang saya ditugaskan di pedalaman Papua, tepatnya di paroki Waghete. Belum ada listrik, telpon dan jalan aspal. Air saja kami harus puas dengan air hujan. Daerah amat dingin, dan tiap hari turun hujan. Untuk mencapai daerah ini dari kota Nabire bisa ditempuh dengan jalan darat. Dalam keadaan normal, mobil penumpang bisa mencapainya dalam 15-20 jam, sedang untuk angkutan barang bisa jauh lebih lama. Selain itu bisa juga ditempuh dengan menggunakan pesawat jenis twin otter atau pilatus, mendarat di kota Enarotali dan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan umum bisa mencapai tempat ini.

Sore ini saya tiba di Nabire, maka bisa kirim email. Saya turun untuk berobat, karena saya diserang sejenis kutu yang dalam bahasa setempat namanya DIDIPA. Kutunya kecil, keras, berwarna hitam dan meloncat kesana-kemari. Disemprot hit juga tidak mati. Luka yang ditinggalkan kemudian melepuh, terasa panas dan dari hari ke hari semakin besar. Tadi siang langsung ke dokter dan sudah mendapatkan obatnya. Binatang ini munculnya pada musim-musim tertentu, dan sekarang sedang akan mewabah. Semoga segera mendapat penanganan dari puskesmas. Sebenarnya saya ingin menggunakan transportasi darat, namun karena jalan yang menghubungkan Paniai dsk (termasuk Waghete) dengan Nabire terputus sejak berapa waktu yang lalu, maka arus transportasi barang dan manusia melalui jalan darat amat terganggu. Truk-truk banyak menumpuk di jalan yang rusak, dan bisa lebih dari dua minggu menunggu untuk bisa lewat. Tak pelak lagi di beberapa daerah seperti Enarotali, Waghete, Moenamani, Eupoto, dll terjadi kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok seperti: sembako, bensin, minyak tanah, dll. Khusus di Waghete, sudah lima hari ini tidak ada lagi beras dan bensin, sementara barang-barang kebutuhan yang lain semakin menipis. Continue reading



Kartini Ngeblog (Dari Ventura Elisawati) by ratna ariani
July 22, 2008, 11:48 am
Filed under: artikel | Tags: , , ,
Tulisan yang juga dimuat di Kompas ini , menyatakan bahwa untuk memelihara semangat pembaharuan Kartini memang kita harus ‘ahead’ pada jamannya. Artikel selengkapnya bisa diakses diblog mbak Velisa

Menurut hemat saya, apa yang dilakukan Kartini saat itu — menuangkan pikiran, memanfaatkan TIK (Teknologi Informatika dan Komputer) untuk berinteraksi, melakukan transformasi dan memberikan inspirasi — sebenarnya tak jauh dari apa yang kini tengah populer di dunia TIK. Salah satunya, ngeblog.

Blogging secara positif adalah menuangkan berbagai pemikiran, dalam personal web site (blog) untuk kemudian mendapatkan tanggapan dalam diskusi interaktif, yang positif tentunya, pada akhirnya bisa ditranformasikan dan bisa menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal-hal yang positif.

Karena itu, saya yakin bila Kartini hidup di zaman sekarang, dia pasti ngeblog, supaya lebih banyak orang berani berpendapat menyampaikan pikirannya. Dan buntutnya makin banyak orang pintar dan terjadi social networking yang positif. Continue reading