Saatnya HATI NURANI bicara


Kontrak Politik Caleg Perempuan jateng by ratna ariani
March 16, 2009, 10:40 am
Filed under: politik | Tags: , , , ,

Dalam seminggu ini saya menghadiri dua diskusi politik tentang kiprah caleg perempuan di Semarang.  Diskusi perempuan dalam politik 12 Maret 09 di aula gd DPRD Jateng  diselenggarakan JPPA, Jaringan Peduli Perempuan dan Anak, sedangkan diskusi 13-14 maret 09 bersama caleg perempuan Jateng diselenggarakan oleh Kemitraan dan Koalisi Perempuan Indonesia.

pegang-janji-yaKeputusan MK tentang mekanisme suara terbanyak sebagai dasar pemenangan Pemilu, laksana air yang memadamkan bara perjuangan perempuan dalam ranah perpolitikan Indonesia. Walaupun demikian dari berbagai diskusi yang menyinggung ‘affirmative action’ keterwakilan perempuan dalam parlemen, justru menunjukkan semakin mengerucutnya koalisi perempuan lintas parpol. Budaya paternalistik yang kuat adalah penghalang utama yang dirasakan kelompok aktivis dan politikus perempuan.

Rasa sepenanggungan seperjuangan yang semakin menekan justru membuat kami para caleg perempuan berbagai tingkat baik DPR sampai DPRD provinsi dan kabupaten semakin beramai-ramai berkoalisi saling membagikan dukungan lintas parpol dan lintas dapil. Apapun kami lakukan asal caleg perempuan bisa mendapat suara terbanyak. Bukan sekedar memilih caleg perempuan tapi perempuan berkualitas yang menyadari semangat perjuangan peran perempuan dalam parlemen. Continue reading

Advertisements


Percepatan Pembangunan di Jateng 5 tahun kedepan : mungkinkah? by ratna ariani
February 27, 2009, 4:47 am
Filed under: politik | Tags: , , , ,

Saat ini pemerataan pembangunan masih belum dirasakan manfaatnya oleh rakyat banyak. Sebagai contoh pertumbuhan ekonomi di Jateng 4,1 % (Juli 2008 BPS)untuk sektor pertanian tidak diikuti dengan naiknya NTP (Nilai Tukar Petani) yang hanya 94,24 dibawah 100; artinya petani masih nombok di satu masa tanam. Dengan kata lain harga beras yang tinggi belum membuat petani menjadi sejahtera. Demikian juga hasil jajak pendapat yang sering diadakan Kompas Jateng dari segi kepuasan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi, penanggulangan kemiskinan, penanganan buruh dan PKL, pengangguran, kesehatan, pendidikan, infrastruktur serta perlindungan alam dan lingkungan. Puncak rendahnya kepercayaan rakyat terhadap hasil pembangunan juga terlihat dengan tingginya persentase golput, bahkan di Kudus mencapai 69 % saat Pilgub Jateng (www.inilah.com 22/06).

Untuk dapat melakukan percepatan pembangunan dalam waktu 5 tahun (2009-2014) ada tiga tugas besar yang harus dilakukan bagi Jawa Tengah. Tugas terpenting saat ini adalah mengembalikan kepercayaan rakyat terutama kepada pemerintah dan parlemen melalui PEMILU. Kebijakan yang diambil kepala daerah dan anggota legislatif terpilih dalam 100 hari pertama sangat menentukan karena krisis global adalah tantangan pertama yang dihadapi semua orang termasuk penduduk Jawa Tengah.

Continue reading