Saatnya HATI NURANI bicara


Saatnya Hati Nurani Rakyat Bicara, Ijinkan Kami Bekerja by ratna ariani
January 15, 2010, 5:49 pm
Filed under: politik | Tags: , , , ,

Menengok tahun 2009 saat bangsa ini untuk kedua kalinya menghadapi pekerjaan besar memilih pemimpin dan wakil rakyat melalui Pemilu.
Pemilu di Indonesia bisa dikatakan paling kompleks dan rumit di dunia. Dari banyaknya daerah pemilihan, jumlah partai dan calon legislatif, belum lagi kondisi geografis yang berat dari puncak gunung sampai antar pulau yang jauh ditambah beragam kultur dan strata masyarakat menimbulkan tingginya kemungkinan kegagalan. Terlepas masih adanya kasus yang menggantung di MK, toh akhirnya sekali lagi bangsa ini mampu melaluinya dengan selamat.

Untuk pertama kalinya Hanura sebagai parpol baru dengan motto “Saatnya hati nurani bicara” berhasil mengusung 907 orang kadernya menduduki posisi legislatif sebagai wakil rakyat; 17 orang di DPR RI, 104 orang di provinsi dan 786 di kabupaten dan kota. Walaupun posisi peringkat nasional ada pada urutan ke 9, tetapi dalam perolehan kursi secara total menduduki peringkat ke 5 setelah Demokrat, GOLKAR, PDI Perjuangan dan PKS. Berarti Hanura berhasil mengalahkan partai-partai lainnya termasuk parpol lama.

Prestasi ini merupakan hal sangat baik yang perlu disadari dan dipelihara sebagai modal partai untuk bergerak maju. Bandingkan dengan partai baru yang maju pada tahun 2004 sulit mencapai prestasi serupa, apalagi mempertahankannya pada periode selanjutnya.

Hal yang menarik adalah perolehan kursi yang cukup banyak di tingkat propinsi dan kabupaten menunjukkan bahwa mesin parpol cukup ada serta membuktikan Hanura adalah partai organik.

Walaupun demikian prestasi yang diukir oleh para wakil rakyat kader Hanura ini akan dipertaruhkan pada periode ini. Pembekalan yang adapun pasti dirasa kurang, sehingga memang harus mengandalkan kualitas dari masing-masing kader dan didukung oleh mesin partai.
Ketum Hanura pada saat pembekalan para aleg, mengingatkan para anggota legislatif akan masih banyaknya pejabat publik saat ini yang belum memiliki tiga prinsip dasar. Prinsip itu adalah prinsip mandat yang membuat pejabat melaksanakan apa yang dimandatkan rakyat, keterwakilan politik rakyat yang membuat pejabat melaksanakan aspirasi rakyat dan akuntabilitas di mana pejabat memberikan pertanggungjawaban publik. Ketiga hal inilah yang perlu dipelajari dan aplikasi ketika duduk sebagai wakil rakyat dan insan politik untuk mencapai cita-cita hanura berdasarkan hati nurani rakyat. Continue reading

Advertisements


H-9: Golput dan Suara Hangus by ratna ariani
March 31, 2009, 1:01 pm
Filed under: politik | Tags: , ,

Tinggal 9 hari lagi PEMILU digelar, ditengah masih semrawutnya DPT (data pemilih tetap), kebingungan masyarakat juga semakin dirasakan. Itulah paradoks demokrasi, semakin dibuka alam demokrasi, semakin banyak yang memilih golput. Terlalu banyak parpol, terlalu banyak pilihan.

Yang  sudah dipastikan 9 April adalah Hari Libur Nasional berdasarkan KEPPRES no 7/2009. Artinya tidak ada alasan untuk tidak  datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih dengan alasan harus bekerja. Masyarakat dihimbau kembali ketempat dimana mereka didaftarkan.  Kalaupun tidak yakin terdaftar, sebaiknya bawa KTP anda dan tanyakan pada KPPS di kelurahan setempat.

Memilih Golput sama dengan memilih pihak lain, bahkan yang berseberangan dengan kita, untuk menang. Inilah kesempatan kontituen menentukan caleg yang bisa dipercaya mampu mengalirkan aspirasinya. Parpol akan berheti bercuap-cuap dan beriklan begitu hari pemilihan berlangsung, tapi caleg yang terpilih akan terus terlibat kontrak selama 5 tahun dengan konstituen. Bahkan parpol sulit untuk semena-mena dengan PAW (Pergantian Antar Waktu) menggantikan caleg dengan suara terbanyak kalau tidak ingin kredibilitas parpol turun dimata konstituen.

Disisi lain, menggunakan hak pilih khususnya bagi penentuan anggota DPR, bisa menjadi ’suara hangus’ bila caleg pilihan anda berada pada parpol yang  tidak lolos Parlementary Threshold. UU Pemilu 10/2008 mensyaratkan hanya parpol yang mendapatkan perolehan suara  nasional diatas 2,5 % yang berhak atas kursi DPR RI yang ada di dapilnya. Dengan peraturan ini diperkirakan akan ada puluhan parpol yang ‘terbantai’ dan tidak dapat berlaga lagi di tahun 2014.  Suara yang hangus karenanya bisa mencapai 20 juta suara. Lalu dikemanakan suara ini? Continue reading



Gus Sholah: Jangan Pedulikan Partai, yang Penting Calonnya! by ratna ariani
January 13, 2009, 7:42 am
Filed under: politik | Tags: , ,

Ini baru namanya demokrasi, biarpun kakak beradik, Gus Sholah punya pendapat berbeda tentang Pemilu sementara kakaknya Gus Dur mengkampanyekan Golput. Ini juga yang saya katakan setiap sosialisasi ke lapangan, pilihlah siapa saja yang menurut para konstituen baik dan bisa dipercaya. Golput tidak akan menyelesaikan masalah bangsa ini karena memilih untuk status quo. (RA)

JAKARTA, RABU – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Shalahuddin Wahid tak setuju dengan ajakan untuk tak memilih dalam Pemilu 2009. Pendapatnya ini bertentangan dengan sang kakak, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang justru bersemangat menyuarakan golongan putih (golput).

Ia mengatakan, golput seharusnya bukan berarti tak memilih. “Artinya, tidak memilih yang jelek, yang buruk. Tapi masak enggak ada yang bagus? Kita boleh memilih calon, tidak perlu memilih partai. Mari kita cari anggota DPR yang baik darimanapun partainya. Persetan dengan partai, kalau tidak percaya dengan partai. Tapi percayalah masih ada anak bangsa kita yang punya kemampuan,” kata pria yang akrab disapa Gus Sholah, usai mengikuti dialog antar keluarga pahlawan, Rabu (19/11), di Jakarta.

Cucu pendiri NU KH Hasyim Ashari ini mengatakan, calon dan pemimpin yang baik adalah orang yang memiliki kejujuran, integritas, dan tidak mementingkan diri sendiri.(Inilah.com)



Siapa Caleg Pro Rakyat? by ratna ariani
January 8, 2009, 12:48 pm
Filed under: artikel, politik | Tags: , , ,

Saya menemukan blog pendidikan politik independen, netral lintas parpol, yang sangat baik digunakan sebagai rekomendasi. Akhirnya saya sempat juga bertemu dengan pemiliknya, bang Indra, anak muda idealis, yang sungguh punya komitmen tinggi bagi pendidikan politik publik. Terus terang sebagai caleg, saya sendiri banyak menerima tawaran pembuatan blog, bahkan EO yang menawarkan jadi campaign manager, tentunya tidak free. Tapi blognya bang Indra ini justru unik, karena tidak bisa di ‘beli’ dan sangat ketat dalam menjaring caleg untuk ditayangkan di blog nya. Sementara itu artikel-artikelnya sungguh bermanfaat, bahkan beberapa artikelnya dibajak website berbayar lainnya yang katanya PROFESIONAL, tapi kenyataannya tidak punya integritas dengan tidak mencantumkan sumbernya. Hiks… (RA)

Seiring banyaknya masukan pembaca lewat kolom komentar, maupun berbagai saran secara langsung. Maka perlu pengujian lebih lanjut benarkah ada atau terdapat caleg pro rakyat? Atau hanya sekedar klaim saja; mengaku pro rakyat agar menang di pemilu nantinya?

OK&V adalah simbol atau kode terhadap caleg yang baik (OK) dan (&) benar (V). Sebuah upaya pribadi (ijrsh) menghimpun persuasi pemilih untuk memenangkan caleg yang pro rakyat. Siapa caleg pro rakyat dimaksud dalam blog ini ?

Simpel saja!. Personal yang tidak punya track record menyakiti hati rakyat, bahkan bagus bila sudah punya investasi atau sumbangsih diri terhadap rakyat. Kategori yang saya pakai adalah bahwa personal yang jujur, ber-visi, ber-inspirasi pro rakyat serta punya kapasitas diri (kompetensi) mewujudkan visi dan inspirasi dimaksud adalah caleg pro rakyat (OK&V).

Kepada personal/pribadi yang demikianlah maka profilnya dimuat diberbagai blog ijrsh secara gratis. Berangkat dari asas Independen & Kepercayaan, demikian saya percaya saja kiriman data mereka atau teman/tim mereka lewat email untuk dimuat profilnya dalam blog ini. Dan data saya posting permanen sebagai bentuk publikasi kontrak politik ter-ekspos kepada publik.

Seiring banyaknya masukan pembaca lewat kolom komentar, maupun berbagai saran langsung kepada saya. Maka perlu pengujian lebih lanjut benarkah mereka ini pro rakyat? Atau hanya nekat saja mengaku pro rakyat agar menang di pemilu nantinya?

Untuk mengetahui siapa saja caleg pro rakyat, silahkan meneruskannya di blog pendidikan politik independen Gerakan Moral Nasional disini.



Amir Membolos, DPR juga by ratna ariani
December 21, 2008, 12:36 am
Filed under: politik | Tags: , ,

Minggu ini banyak ibu repot mengatur jadual pengambilan raport, terutama para ibu bekerja yang kantornya jauh dari sekolah anak. Lebih repot lagi kalau anaknya lebih dari satu dan bersekolah dilain tempat. Wah Jakarta tambah macet deh ! Ampyuuun… Saya tidak pernah menargetkan anak untuk masuk ranking, mengingat beban pelajaran mereka sudah cukup membuat stress. Walau akhirnya senang juga melihat hasil karya anak tercinta yang memenuhi SKBM. Jauh lebih baik dari periode sebelumnya. Tapi bukan ibunya saja yang senang, sang anak juga bangga lho dengan raportnya sehingga dia pamer ke teman-temannya yang lain.

Nah, sekarang kalau kita lakukan hal yang sama pada para Anggota Legislatif yang dibayar dengan pajak rakyat, gimana? Saya yakin kalau raport kinerja mereka ditayangkan di Daerah Pemilihannya setiap 6 bulan (hitung-hitung semesteran deh!), pasti mereka berbondong-bondong merubah perilakunya agar kelihatan “biru”. Jangan sampai ada yang merah, banyak bolos dan mangkirnya, PR nya membuat UU juga gak selesai2, pengawasan kedodoran apalagi anggaran jebol. Uang dana konstituen tidak pernah turun ke daerah pemilihan. Wah banyak deh yang mesti di monitor. Apa BK atau bagian apapun namanya di dalam DPR mampu melakukannya?

Semua kembali kepada keinginan untuk memperbaiki kinerja, terutama dari pihak yang memiliki otoritas. Kalau BK bisa bergerak dalam batas kewenangannya, kenapa tidak? Repotnya adalah bila job des BK yangmembuat juga anggota DPR, mana pernah disetujui? Pertanyaan kedua, frekwensi pembagian ‘raport’  juga perlu ditentukan untuk memberi kesempatan memperbaiki prestasi para Aleg DPR/D. Tapi kalau baru ditayangkan di akhir masa jabatan menjelang PEMILU, sudah jelaslah maunya apa: Jangan pilih temannya Amir ! Karena kata bu guru Amir suka membolos.

Amir membolos,  kata bu guru : Jangan membolos , menyusahkan ibu….. Pantesan ibu-ibu di kampung banyak yang susah dengan urusan minyak tanah, tidak bisa menanam karena harga benih mahal, pupuk apalagi, belum soal sekolah dan harga obat. Banyak yang bolos sih di DPR ! (RA)

DPR Diminta Umumkan Anggota Sering Bolos

Kamis 18 Desember 2008, Jam: 20:42:00
JAKARTA ( Pos Kota) – Bazar berbagai kebutuhan hidup 16 – 19 Desember yang digelar Kaukus Perempuan Parlemen di Plasa Gedung DPR, terasa bisa munutupi sepinya gedung dewan dari hiruk pikuk aktivitas anggota DPR. Continue reading



Fenomena Obama bagi Indonesia by ratna ariani
October 23, 2008, 6:38 am
Filed under: Uncategorized | Tags: , , , ,

Melihat perdebatan antara dua capres Obama dan Mc Cain, membuat mata kita terbuka akan hasil demokrasi yang terasah ratusan tahun di Amrik yang multikultural, mirip2 dengan Indonesia. Tentang sekolah gratis di amrik sebagai usulan Obama, baru bisa di capai setelah sekian lama Amerika menegakkan aturan sistem perpajakan yang ketat dan disertai kesadaran warganya untuk taat membayar pajak. Demikian juga dengan kesehatan gratis bagi orang yang tidak mampu masih jadi issue disana.

Coba kita bandingkan dengan Indonesia , katanya semua (pendidikan dan kesehatan) mau digratiskan padahal pembayar pajak saja masih banyak yang ngemplang. Pengangguran masih tinggi pula, lalu uang dari mana yang mau dipakai mendanai pendidikan dan kesehatan gratis sementara cadangan devisa menurun dan menggunakan anggaran defisit terus-terusan ??? Lihat saja nanti semua orang kampanye pasti ‘lagu’nya sama.

Kampanye di amrik pun butuh uang, tapi semua transparan sehingga rakyatpun berhak tahu. Ini yang penting digaris bawahi karena di indonesia masih TST tentang dana kampanye parpol.
Pendidikan politik sungguh sangat diperhatikan sehingga setiap orang paham akan hak dan opsi yang ada. Walhasil semua warga bisa ambil bagian berperan aktif walau cuma jadi relawan pendidikan politik atau rela menyetor $ US 10 untuk dana kampanye.

Saya percaya apa yang terjadi di amrik, membawa virus penyegaran bagi demokrasi di Indonesia juga. Walau demokrasi di Indonesia praktis baru 10 tahun berjalan sejak reformasi, tapi dengan perkembangan pilpres dan demokrasi di berbagai negara dan dengan kemajuan teknologi, kita pun ikut terbawa mengalami percepatan dalam alam demokrasi. Ini bisa terjadi kalau kita mau terbuka pada pluralisme karena itulah kenyataan  bangsa ini yang beragam suku bahasa nya. Tapi kalau hare gene masih mempermasalahkan SARA,mungkin kita perlu menunggu ratusan tahun lagi untuk punya pemimpin sederajat Obama-Mc Cain.  Berikut saya bagikan tulisan mbak Gadis terhadap debat tingkat tinggi antara kedua capres ini. (RA)

Benar bahwa Obama bagi kebanyakan rakyat Amerika merupakan pilihan yang memberikan harapan baru karena kegagalan Partai Republik selama 8 tahun ini. Beberapa perbedaan mendasar dari program-program Partai Demokrat (Obama) dan Partai Republik (McCain) adalah sebagai berikut:

BIDANG EKONOMI Continue reading



Stop Pers: Umat Katolik dan Pemilu 2009 by ratna ariani
September 13, 2008, 9:13 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: , ,

Berikut ini adalah pengumuman yang disampaikan diseluruh paroki seKAJ berdasarkan Surat Himbauan KAJ tertanggal 11 September 2008 yang ditandatangani oleh VikJen KAJ Romo Yohanes Subagyo Pr.  Diharapkan Surat Himbauan ini ditindaklanjuti oleh seluruh umat KAJ sebelum berakhirnya batas waktu pendaftaran pemilih hari Jumat 26 September 2008 . Anda akan mendapatkan konfirmasi dari KPU DKI lengkap dengan RT RW nya bila memang telah terdaftar. Untuk pemilih luar negeri, seharusnya yang dimasukkan adalah nomor pasport Anda, karena pemilih warga negara Indonesia di luar negeri masuk di daerah pemilihan (DAPIL DKI 2). Kalau belum adabisa di cek ke KBRI/konsul setempat – (RA)

  • Memilih dalam Pemilu 2009 adalah hak sekaligus tanggung jawab setiap warga negara Indonesia, termasuk umat Katolik di KAJ, yang ingin selalu setia berbakti pada negara dan bangsa.
  • Tidak memilih (golput) berarti membuka kesempatan pada pihak-pihak yang tidak dikehendaki untuk memerintah negara, sebab mereka dipilih oleh pihak lain.

MAKA GUNAKAN HAK PILIH ANDA !

PASTIKAN NAMA ANDA TERDAFTAR SEBAGAI PEMILIH DALAM PEMILU 2009!!

CARANYA:

  1. Melalui SMS (bagi penduduk di wilayah DKI Jakarta : ketik CEK <spasi> NO KTP <spasi> NAMA SESUAI KTP kirim ke 0812 10 45678 4
  2. Cari dan cermati lembar pengumuman DAFTAR PEMILIH SEMENTARA yang tertempel di lingkungan RT/RW/Kelurahan dimana Anda tinggal
  3. Tanyakan kepada petugas yang berwenang (Ketua RT/RW, petugas kantor kelurahan/Panitia Pemungutan Suara Setempat)

Mari berpartisipasi dalam PEMILU 2009

Mari wujudkan iman kita pada Kristus

Dengan ungkapan bakti bagi negara dan bangsa

Jakarta 11 September 2009

Keuskupan Agung Jakarta

Catatan: Pengumuman ini dikirim ke seluruh paroki melalui fax, e-mail, mailing list, bersama Surat Himbauan “Menggerakkan Umat KAJ untuk ikut serta dalam Pemilu 2009″ dan surat pengantar (yang menjelaskan pembacaan Surat Himbauan, penempelan pengumuman dan perlunya inisiatif paroki untuk menyebarluaskannya kepada umat melalui cara-cara lain)