Saatnya HATI NURANI bicara


Pidato Pelantikan Presiden Obama by ratna ariani
January 21, 2009, 6:36 am
Filed under: artikel | Tags: , ,

My fellow citizens:

I stand here today humbled by the task before us, grateful for the trust you have bestowed, mindful of the sacrifices borne by our ancestors. I thank President Bush for his service to our nation, as well as the generosity and cooperation he has shown throughout this transition.

Forty-four Americans have now taken the presidential oath. The words have been spoken during rising tides of prosperity and the still waters of peace. Yet, every so often the oath is taken amidst gathering clouds and raging storms. At these moments, America has carried on not simply because of the skill or vision of those in high office, but because we the people have remained faithful to the ideals of our forebears, and true to our founding documents.

So it has been. So it must be with this generation of Americans. Continue reading



Debat Capres Tua dan Muda: PDIP vs PKS by ratna ariani
August 5, 2008, 3:47 am
Filed under: politik | Tags: , , ,

Seru juga mendengarkan orang muda berdebat tentang capres tua dan muda. Pada akhirnya semua capres, baik tua dan muda, punya kesempatan untuk maju di ajang Pemilu 2009. Dan semua juga punya waktu yang sama, lima tahun untuk membuktikannya. Siapapun presidennya, gak tua dan gak muda, bisa di oblok-oblok para menteri yang bisa ngawur sendiri dan berhadapan dengan parlemen yang tidak mendukungnya. Ngatur negara dengan 200 juta orang memang gak gampang !

Seri lainnya lihat di You tube deh.



Pilih Presiden: Muda? S3? Perempuan? by ratna ariani
August 5, 2008, 1:25 am
Filed under: artikel | Tags: , , ,

Belum juga selesai pendaftaran caleg, bursa calon presiden dipenuhi wajah baru. Ada yang diam-diam sering muncul di media, ada juga yang sudah memproklamirkan diri. Kalau diperhatikan dalam masa pemerintahan 5 tahun, tidak mudah bagi para incumbent mempertahankan posisinya tanpa disertai track record yang baik. Perhatikan saja di berbagai PILKADA, berapa banyak pemimpin yang berhasil mempertahankan posisinya di periode kedua? Kalau bupati bagus kinerjanya, malah bisa ikut bursa gubernur dan menang. Mari berhitung seperti apa profil capres lima tahun kedepan. Syarat pengalaman? bung Karno dan bung Hatta mana ada pengalaman? Pak Harto juga gak punya pengalaman sebelum menjadi Presiden. So … ini gak relevan, kecuali terbukti bila saat menjabat ternyata dinilai gagal; yang ada pengalaman sebagai presiden yang gagal bertahan.

Kita perlu tentukan kualifikasi presiden berdasarkan kondisi saat ini. Gak mudah menghadapi puluhan parpol dalam parlemen, baik di tingkat pusat dan juga di daerah. Para Gubernur dan Bupati juga tidak mudah diatur lagi seperti dulu. Belum lagi harus membangun hubungan dengan Luar Negri agar citra Indonesia bisa membaik. Tantangan kompleks dalam memberantas korupsi dan kasus-kasus HAM apakah bisa selesai dalam 5 tahun ? Mau kerja bareng siapa kalau menteri-menterinya gak bisa bekerja sama? Belum lagi berhadapan dengan parpol yang memposisikan diri akan menjadi oposisi yang sehat sebagai kontrol pemerintah terpilih. Akhirnya kualifikasi pendidikan seperti usulan salah satu parpol (Detikcom) tidak menjamin bahwa seorang presiden akan mampu mengatasi masalah2 ini. Bila bertindak dalam ruang akademis mungkin ya, tapi bukan sebagai negarawan. (RA)

Presiden Kaum Muda

Jum’at, 01 Agustus 2008 – TEMPO– Kini semakin banyak muncul calon presiden di republik ini. Rata-rata berusia di atas 40 tahun. Kalau menurut ukuran Komite Nasional Pemuda Indonesia, usia itu termasuk tua. Pemuda di Indonesia dibatasi hanya 40 tahun, kecuali mungkin di negara-negara Afrika. Di sejumlah negara lain, usianya malah di bawah 40 tahun. Secara sederhana, apabila usia pemuda di KNPI tidak diturunkan, kepemimpinan kaum muda tetap macet di tampuk organisasi kepemudaan sendiri.

Namun, kalau bicara para tokoh di atas 60 tahun, dibandingkan dengan yang berusia 40-50 tahunan, tentulah terasa sekali betapa mereka jauh lebih tua. Terdapat kemacetan dalam peralihan usia kalangan pemimpin kita. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh perkembangan usia harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan zaman kemerdekaan. Selain itu, tentu terkait dengan terlalu-lamanya Soekarno dan Soeharto menduduki kursi presiden. Continue reading