Saatnya HATI NURANI bicara


Perempuan Indonesia dan Kebebasan Berekspresi by ratna ariani
July 26, 2008, 5:58 am
Filed under: politik | Tags: , , , , , ,

Perempuan Indonesia dinilai masih belum bisa menikmati kebebasannya. Banyak kasus menunjukan perempuan di bawah ancaman dan sulit untuk mengekpresikan diri secara maksimal.
“Saya contohkan, perempuan masih jauh dibandingkan laki-laki dalam bidang partisipasi ekonomi,” ungkap Gadis pendiri Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) Gadis Arivia. Gadis mengatakan itu saat perayaan ke-13 tahun YJP di Hotel Le Meridien, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Jumat (25/7/2008).

Sementara menurut praktisi film Nia Di Nata yang hadir dalam acara itu mengatakan dalam bidang media khsususnya perfilman, perempuan masih sebatas dijadikan objek. Sampai 24 Juli 2008, imbuh Nia, dari 48 film bioskop yang sudah diproduksi, hanya satu film yang menonjolkan sisi perempuan secara wajar.
Oleh karena itu Nia mengajak perempuan untuk dapat membuat strategi melepaskan persoalan itu. Salah satunya dengan mempengaruhi media publik secara aktif. “Perempuan harus mempunyai pengaruh besar di media. Supaya citra tentang perempuan dapat berubah,” ucap Nia optimis. Selengkapnya baca di detikcom.

Saya setuju sekali dengan pendapat di atas. Oleh karenanya penting sekali perempuan terus menerus belajar menyuarakan keprihatinannya dalam berbagai ekspresi. Yang mampu dan mau bisa belajar mulai dengan tulisan, memberikan wacana publik, dalam bentuk kreasi seni dan juga dituangkan dalam bentuk film, video dan foto. Continue reading

Advertisements


Internet Sehat Untuk Anak Indonesia by ratna ariani
July 25, 2008, 2:48 pm
Filed under: pendidikan | Tags: , , ,

Dampak internet sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak-anak. Salah mengkonsumsi konten, perilaku generasi penerus kita pun bakal menyimpang dari treknya. Hal inilah yang menggelitik sejumlah pihak untuk menyuarakan pembuatan konten internet yang sehat dikonsumsi bagi anak-anak Indonesia. Tujuannya, eksploitasi anak-anak di dunia maya segera diminimalisir.

Dirjen Pelayanan dan Rehabilitas Sosial dari Departemen Sosial, Mahmur Sanusi mengatakan, untuk menghilangkan kekerasan pada anak adalah dengan memperbanyak konten khusus anak-anak di internet.
“Isinya seperti permainan, lagu dan gambar anak-anak,” ujarnya dalam jumpa pers yang berlangsung di Gedung Depkominfo Jakarta, Jumat (25/7/2008).

Sementara menurut Masnah Sari, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, aksi kekerasan yang menghinggapi anak-anak tak lepas dari campur tangan perkembangan internet. Selanjutnya baca di Detikcom disini.

Sebagai perempuan yang peduli bagi pertumbuhan generasi yang sehat, apa yang kita bisa lakukan? Perkembangan teknologi komunikasi seperti internet dan televisi seperti pedang bermata dua. Banyak hal baik didalamnya tapi juga hal yang membahayakn bahkan bisa merusak. Tindakan yang bisa kita lakukan untuk didalam rumah adalah sbb: Continue reading