Saatnya HATI NURANI bicara


Saatnya Indonesia Nyalip di Tikungan by ratna ariani
October 14, 2008, 9:24 am
Filed under: artikel | Tags: , , , , ,

Tulisan pak Dahlan Iskan, bos Jawa Pos ini, bisa membantu kita memahami dampak krisis amerika terhadap uangdi dompet dan berbagai tabungan hasil keringat kita. Semoga menjadi pencerahan dan tidakmembuat para manajer keuangan keluarga menjadi panik.(RA)

Tepat sekali langkah pemerintah Indonesia menghentikan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia kemarin. Terlambat sedikit, kita bisa lebih kacau. Inilah saatnya kita mendahulukan nasib bangsa sendiri. Kita tahu, perusahaan asing lagi perlu uang untuk menutup lubang mereka yang dalam di negeri masing-masing. Karena itu, mereka perlu uang cepat. Salah satu caranya adalah menjual apa saja yang dimiliki, termasuk yang di Indonesia. Dan, yang paling cepat bisa dijual adalah saham di bursa.

Saking banyaknya pihak yang mau menjual saham itulah yang mengakibatkan harga saham jatuh 10 persen kemarin. Mereka berani menjual murah, menjual rugi, asal bisa segera mendapat uang cash. Sebenarnya
sekaranglah saatnya membeli kembali saham Indosat, Telkomsel, atau apa pun, tapi kita belum cukup kaya untuk melakukan itu.

Penutupan sementara bursa itu juga penting untuk mengamankan perusahaan-perusaha an nasional kita. Yakni, perusahaan yang terlibat utang besar di luar negeri yang jaminannya berupa saham. Misalnya, Bumi
Resources dan enam perusahaan milik Bakrie Group lainnya. Termasuk kebun sawitnya yang besar. Kalau harga sahamnya terus merosot, nilai jaminan utangnya langsung tidak cukup. Dalam keadaan seperti ini sangat mungkin terjadi hostile take over! Sangat bisa terjadi, tiba-tiba  saja tambang batu baranya yang begitu besar disita dan menjadi milik asing. Demikian juga perkebunan sawitnya. Continue reading

Advertisements


Golput Juga Keputusan Politik Asal… by ratna ariani
July 24, 2008, 10:11 am
Filed under: politik | Tags: , , ,

Coba kita sama-sama perhatikan suhu dan suasana politik saat ini. Didepan kita ada 8 bulan kampanye yang akan membombardir rakyat dengan berbagai sarana dan materi kampanye. Tapi benarkah demikian? Sebenarnya bola nya ada disiapa ya? Di parpol atau di rakyat?

Dengan semakin tingginya persentase golput di berbagai PILKADA, sebenarnya menjunjukkan pelan tapi pasti kesadaran politik rakyat sudah mulai berubah. Sekarang mereka tidak mau asal kasih bila ada rekan atau relasi yang minta foto copy KTP. Ada yang malah minta uang foto copy, karena curiga jangan2 para rekruiter KTA (Kartu Tanda Anggota) ini juga ‘disangoni’ uang Fotokopi. Maka yang ditemukan banyak KTA ganda, dengan kesulitan ekonomi sekarang, maka tidak salah untuk rakyat membagikan fotocopy KTP nya demi Rp 50.000. Lumayan 3 KTA kan dapat Rp 150.000. Kalau ada yang menawarkan Rp 100 ribu, boleh juga lah, kenapa gak? naah… gara-gara uang yang bicara, sistem sebaik apapun jadi rusak. Parpol yang ketahuan punya KTA ganda jadi runyam deh. Tapi buat rakyat yang mendapat ‘uang fotocopy’ masa bodohlah dengan parpol… EGP, yang penting uangnya sudah ditangan.

Sebenarnya tidak banyak rakyat yang loyal dengan satu parpol, sehingga jumlah KTA sulit digunakan sebagai gambaran kekuatan parpol. Continue reading