Saatnya HATI NURANI bicara


Perjuanganku & Kontrak Politik: Resep Indonesia Sejahtera

Berikut adalah visi dan program yang saya perjuangkan dan persembahkan bagi bangsa Indonesia. Bangsa yang besar dimulai dari keluarga inti yang sejahtera, sehat jasmani dan rohani, ada mimpi dan cita-cita yang diperjuangkan  disertai kasih yang dipelihara dan ditumbuhkan senantiasa.

Resep peningkatan kesejahteraan keluarga Indonesia khususnya di Semarang, Salatiga dan Kendal

  1. Pemimpin mengutamakan kesejahteraan rakyat
    1. Tak ada toleransi untuk korupsi
    2. Awasi penggunaan anggaran dan pos-pos yang tidak perlu
    3. Konsep GCG Good Corporate Governance menjadi mutlak
    4. Kesetaraan dan keadilan antar daerah dan golongan
  2. Jumlah keluarga prasejahtera meningkat menjadi keluarga sejahtera
    1. Program Corporate Social Responibility (CSR)  dari perusahaan swasta mengurangi pajak
    2. Fasilitas bagi Usaha Kecil Menengah (UKM)
    3. Kebijakan usaha pro rakyat
    4. Memberikan proteksi kepada usaha yang memberi nilai tambah dan memberikan kesempatan kerja
    5. Melatih jiwa kewirausahawan
  3. Perkawinan dipersiapkan dan direncanakan dengan baik
    1. Mempersiapkan orang muda bertanggungjawab atas masa depannya
    2. Hindari pernikahan dini dan poligami
    3. Lapangan kerja tidak terpusat di kota
  4. Kaum bapak tenang bekerja dan berusaha
    1. Prasarana/sarana pertanian dan perikanan/kelautan cukup
    2. Harga pupuk dan BBM terjangkau
    3. Ekstensifikasi pemanfaatan lahan
    4. Aktualisasi potensi usaha perikanan dan pertanian bernilai tambah
    5. Menjamin stabilitas harga jual bahan pangan
  5. Kaum ibu cakap mengurus rumah tangga
    1. Meningkatkan angka buta huruf dan menjadi melek keuangan rumah tangga
    2. Menjaga kesehatan ibu, khususnya saat hamil dan menyusui.
    3. Memiliki ketrampilan untuk menambah uang saku sebagai wirausaha
    4. Berbagi dan menggerakkan komunitas yang sehat dan mandiri
  6. Anak-anak, remaja serta orang muda terjamin pendidikan dan kesehatannya
    1. Menyelenggarakan pendidikan wajib 9 tahun yang terjangkau bahkan gratis bagi yang kurang mampu
    2. Memperhatikan kualitas kehidupan para guru di daerah
    3. Menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai di tingkat kelurahan
    4. Memberikan kesempatan bea siswa bagi anak/remaja berprestasi ke tingkat lanjut
    5. Memberi peluang bagi orang muda untuk menjadi atlit dan seniman mengharumkan bangsa
    6. Narkoba dan HIV/AIDs sebagai pembunuh generasi muda perlu diperangi tapi korbannya direhabilitasi agar kembali bisa berprestrasi
  7. Manusia hidup berdamai dengan alam
    1. Memiliki UU yang mengatur kelestarian dan perlindungan alam
    2. Memastikan bahwa setiap daerah rawan bencana memiliki sistem pengenalan dini akan bahaya
    3. Setiap warganegaranya peduli memelihara, melindungi dan tidak mencemari alam sekitarnya

Berikut adalah kontrak politk saya:


2 Comments so far
Leave a comment

lhaaa bu kalau yang ada adalah keluarga tidak inti alias keluarga orang tua tunggal bagaimana ? apa musti dipaksakan segera kawin ? Solusinya bagi mereka yang dirundung kebiskinan dan ketidaksejahteraaan bagaimana ???? Resepnya adakah ? Berjuang kan nggak bisa parsial sebab warga masyarakatkan homogen ….

apakah Ibu juga mendukung kehadiran keluarga dengan orang tua tunggal dan keluarga dengan orang tua tiri

Comment by spotty

Idealnya keluarga inti adalah bapak-ibu dan anak-anak yang lahir dalam perkawinan yang sah. Pemahaman ini juga tersirat ada dalam UU perkawinan. Walaupun demikian tentu ada saja kondisi yang tidak ideal yang menyebabkan tidak lengkapnya suatu keluarga inti apalagi kalau terjadi karena kuasa Allah seperti meninggalnya kepala keluarga atau sang ibu. Tentu hal ini juga berdampak bilamana anak-anak masih dibawah umur.

Secara pribadi saya mendukung setiap pernikahan yang direncanakan dengan bijaksana. Menikahlah kalau membuat kehidupan berkeluarga membawa kebahagiaan satu sama lain. Jangan lah menikah kalau tidak yakin bisa membawa kebahagiaan. Mungkin lebih baik jomblo tapi kan bisa bahagia juga.
Mengenai orang tua tunggal harus dilihat case by case. Lebih baik jadi orang tua tunggal yang terus memelihara kelahiran si bayi daripada menikah tapi membawa penderitaan bagi sang anak dan si ibu. Ada yg memilih menikah ‘buru-buru’ daripada si anak tidak punya bapak. Tapi semoga juga dipikirkan secara bijaksana apakah si calon bapak siap untuk bertanggungjawab atas keluarganya?
Menjadi orang tua tunggal mungkin belum bisa diterima masyarakat, tapi masih jauh lebih baik daripada akhirnya menikah dan bercerai kembali. Setiap perceraian pasti menimbulkan luka, tidak hanya bagi sang pasangan tapi terlebih lagi bagi si anak – berapapun usianya.
Maka pentingnya pekerjaan dan penghasilan bagi seorang laki-laki juga merupakan harga diri dan menunjukkan kesiapannya menjadi kepala keluarga. Kalau pendidikan dan ketrampilan terbatas, apalagi akses terhadap sumber dana terbatas, yang terjadi adalah pemiskinan struktural. Itulah mengapa visi penting sekali dimiliki setiap pemimpin sebelum asal terjun membuat program yang tidak terintegrasi sehingga bisa dibuat skala prioritas dengan adanya keterbatasan waktu, tenaga, kompetensi dan dana.

Comment by ratna ariani




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: